Website ini telah berpindah, silahkan klik, untuk berpindah ke web baru.
Suara Islam Online | Jangan Nodai Keagungan Jihad - Jangan Nodai Keagungan Jihad Friday, 23 October... | Jihad, Yang, Dan, Isla

Jangan Nodai Keagungan Jihad

altJihad, sebagai bagian dari ajaran syariah Islam memang kerap kali mendapatkan serangan dan tuduhan dari musuh-musuh Islam. Seringkali jihad diidentikkan dengan aksi-aksi terorisme. Akibatnya, Islam digambarkan menjadi sebuah agama yang penuh dengan kekerasan dan kekejaman. Untuk itulah perlu dilakukan upaya pelurusan terhadap makna jihad. Ini dimaksudkan agar keagungan ajaran jihad tidak ternodai dan supaya umat Islam, termasuk para ulamanya tidak terjebak pada stigma-stigma negatif yang dilancarkan oleh musuh-musuhnya.

Jihad dalam Islam 

Sebagaimana shalat, zakat, haji dan ibadah lainnya, jihad adalah bagian dari ajaran Islam. Jihad bahkan termasuk di antara kewajiban dalam Islam yang sangat agung, yang menjadi 'mercusuar' Islam.

Secara bahasa, jihad bermakna: mengerahkan kemampuan dan tenaga yang ada, baik dengan perkataan maupun perbuatan (Fayruz Abadi, Kamus Al-Muhîth, kata ja-ha-da.) Secara bahasa, jihad juga bisa berarti: mengerahkan seluruh kemampuan untuk memperoleh tujuan (An-Naysaburi, Tafsîr an-Naysâbûrî, XI/126).


Adapun dalam pengertian syar‘î (syariat), para ahli fikih (fuqaha) mendefinisikan jihad sebagai upaya mengerahkan segenap kekuatan dalam perang fi sabilillah secara langsung maupun memberikan bantuan keuangan, pendapat, atau perbanyakan logistik, dan lain-lain (untuk memenangkan pertempuran). Karena itu, perang dalam rangka meninggikan kalimat Allah itulah yang disebut dengan jihad. (An-Nabhani, Asy-Syakhshiyyah al-Islâmiyyah, II/153. Lihat juga, Ibn Abidin, Hâsyiyah Ibn Abidin, III/336).

 

Di dalam al-Quran, jihad dalam pengertian perang ini terdiri dari 24 kata. (Lihat Muhammad Husain Haikal, Al-Jihâd wa al-Qitâl. I/12). Kewajiban jihad (perang) ini telah ditetapkan oleh Allah SWT dalam al-Quran di dalam banyak ayatnya. (Lihat, misalnya: QS an-Nisa' 4]: 95); QS at-Taubah [9]: 41; 86, 87, 88; QS ash-Shaf [61]: 4). Bahkan jihad (perang) di jalan Allah merupakan amalan utama dan agung yang pelakunya akan meraih surga dan kenikmatan yang abadi di akhirat. (Lihat, misalnya: QS an-Nisaa’ [4]: 95; QS an-Nisa’ [4]: 95; QS at-Taubah [9]: 111; QS al-Anfal [8]: 74; QS al-Maidah [5]: 35; QS al-Hujurat [49]: 15; QS as-Shaff [61]: 11-12. Sebaliknya, Allah telah mencela dan mengancam orang-orang yang enggan berjihad (berperang) di jalan Allah (Lihat, misalnya: QS at-Taubah [9]: 38-39; QS al-Anfal [8]: 15-16; QS at-Taubah [9]: 24). 

Pertanyaannya adalah, kapan dan dimana jihad dalam pengertian perang itu dilakukan? Pertama: manakala kaum Muslimin atau negeri mereka diserang oleh orang-orang atau negara kafir. Contohnya adalah dalam kasus Afganistan dan Irak yang diserang dan diduduki AS sampai sekarang, juga dalam kasus Palestina yang dijajah Israel. Inilah yang disebut dengan jihad defensif (difâ‘î). Dalam kondisi seperti ini, Allah SWT telah mewajibkan kaum Muslim untuk membalas tindakan penyerang dan mengusirnya dari tanah kaum Muslim (lihat QS. Al Baqarah [2]: 190). 

Kedua: manakala ada sekelompok komunitas Muslim yang diperangi oleh orang-orang atau negara kafir. Kaum Muslim wajib menolong mereka. Sebab, kaum Muslim itu bersaudara, laksana satu tubuh. Karena itu, serangan atas sebagian kaum Muslim pada hakikatnya merupakan serangan terhadap seluruh kaum Muslim di seluruh dunia. Karena itu pula, upaya membela kaum Muslim di Afganistan, Irak atau Palestina, misalnya, merupakan kewajiban kaum Muslim di seluruh dunia (lihat QS al-Anfal [8]: 72).

Ketiga: manakala dakwah Islam yang dilakukan oleh Daulah Islam (Khilafah) dihadang oleh penguasa kafir dengan kekuatan fisik mereka. Dakwah adalah seruan pemikiran, non fisik. Manakala dihalangi secara fisik, wajib kaum Muslim berjihad untuk melindungi dakwah dan menghilangkan rintangan-rintangan fisik yang ada di hadapannya di bawah pimpinan khalifah. Inilah yang disebut dengan jihad ofensif (hujûmî). Inilah pula yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dan para Sahabat setelah mereka berhasil mendirikan Daulah Islam di Madinah. Mereka tidak pernah berhenti berjihad (berperang) dalam rangka menghilangkan halangan-halangan fisik demi tersebarluaskannya dakwah Islam dan demi tegaknya kalimat-kalimat Allah.

Dengan jihad ofensif itulah Islam tersebar ke seluruh dunia dan wilayah kekuasaan Islam pun semakin meluas, menguasai berbagai belahan dunia. Ini adalah fakta sejarah yang tidak bisa dibantah. Bahkan jihad (perang) merupakan metode Islam dalam penyebaran dakwah Islam oleh negara (Daulah Islam) (lihat QS al-Baqarah [2]: 193).

Keagungan Jihad Tak Boleh Dinodai 

Sebagaimana paparan di atas, jihad adalah amal yang agung. Imam an-Nawawi, dalam Riyâdh ash-Shâlihîn, membuat bab khusus tentang jihad. Beliau antara lain mengutip sabda Nabi saw., sebagaimana yang dituturkan oleh Abu Hurairah: Rasulullah saw. pernah ditanya, "Amal apakah yang paling utama?" Jawab Nabi, "Iman kepada Allah dan Rasul-Nya." Beliau diitanya lagi, "Kemudian apa?" Jawab Nabi, "Perang di jalan Allah." Beliau ditanya lagi, "Kemudian apa?" Jawab Nabi, "Haji mabrur." (HR al-Bukhari dan Muslim).

Imam Ibnu Hajar juga mengatakan bahwa dalam hadis tersebut (atau yang serupa) perang di jalan Allah (jihad fi sabilillah) adalah amal yang paling utama setelah iman kepada Allah dan Rasul-Nya (Ibnu Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari, 5/149).

Karena itu, sudah selayaknya kaum Muslim menjaga keagungan jihad ini dari siapapun yang berusaha menodai dan merendahkannya, baik karena ketadaktahuannya, ataupun karena kedengkiannya (seperti yang dilakukan Barat kafir penjajah) terhadap aktivitas jihad. Sebab, di samping makna jihad telah diterapkan dengan kurang tepat, keagungan jihad juga telah sengaja direndahkan oleh Barat kafir imperialis. Barat, misalnya, telah lama menyebut Islam sebagai agama 'barbarian' hanya karena mengajarkan jihad.

Presiden Bush bahkan menyebut Islam sebagai agama radikal dan fasis, sementara mantan PM Inggris Blair menjuluki Islam sebagai 'ideologi Iblis'; juga antara lain karena faktor jihad. Colin Powell saat menjadi menteri luar negeri AS juga pernah mengatakan, "Jika mereka hanya mengirim generasi muda ke madrasah, sekolah itu tidak melakukan apa-apa, tetapi mengindoktrinasi mereka dalam aspek-aspek buruk. Mengajarkan kebencian tidak akan membawa perdamaian bagi kita semua di kawasan ini.” (Media Indonesia, 23/1/2004).

Mengapa demikian? Semua itu tidak lain sebagai bentuk propaganda mereka agar kaum Muslim menjauhi aktivitas jihad. Sebab, bagaimanapun Barat menyadari bahwa jihad adalah ancaman tersebar bagi keberlangsungan mereka atas Dunia Islam. Karena itu, Barat bahkan berusaha agar jihad dihilangkan dari ajaran Islam. Hal itu antara lain diwujudkan dengan upaya Barat untuk memaksakan kurikulum pendidikan sekuler ke madrasah-madrasah, pesantren-pesantren, atau lembaga-lembaga pendidikan Islam karena selama ini lembaga-lembaga tersebut dianggap mengajarkan kekerasan dan memproduksi 'para teroris'.

Walhasil, kaum muslimin harus mewaspadai setiap upaya dari Barat kafir penjajah yang berusaha memanipulasi bahkan menghapuskan ajaran dan hukum jihad dari Islam demi kepentingan politik mereka. Oleh karena itu wajib bagi para ulama untuk tetap dan terus mengajarkan ajaran jihad serta menyerukannya kepada umat untuk mempersiapkannya. Wallahu A’lam Bi Shawab.

Foto: arrahmah.com

 

 

Comments (19)
  • unah
    avatar
    Tulisan anda ini gak beda jauh dengan pendapat Osama Bin Laden dan kroninya. Justru dari pendapat seperti ini lah muncul berbagai aksi Jihad yang salah dan menimbulkan pandangan negatif orang-orang non Islam terhadap Islam.
    Jika anda mempertahankan pandangan seperti ini maka anda sendiri lah yang menjadi penyebab Islam dipandang sebagai agama teroris.

    Anda tidak perlu jauh-jauh meyalahkan Amerika yang memerangi teroris yang kebetulan mengaku beragama Islam, fakta yang ada di masyarakat Indonesia, yang nota bene mayoritas beragama Islam, mereka justru sangat membenci pandangan Jihad seperti yang anda kemukakan ini. Hal ini bukan berarti mereka membenci dan menolak paham Jihad, akan tetapi karena mereka tahu bahwa konsepsi Jihad dalam agama Islam itu sangat luas.

    Bahkan Jihad berupa peperangan frontal yang anda klaim sebagai jalan mulia itu, masyarakat sudah tahu bahwa kata Rasulullah Muhammad SAW, itu adalah Jihad kecil.

    Anda pun jangan membodohi pembaca dengan menjelaskan bahwa...
  • guest
    avatar
    ironis ya artikel ini, bilang kalo Jihad yg dipandang orang itu salah tapi akhir2nya malah membenarkan dugaan mereka hahaha bias banget, ini kayak kita difitnah kita bicaranya kasar/kotor tapi bukanya membuktikan kalo kita itu sopan kita malah membantah sambil berkata2 kotor/kasar... :/
  • ahmad
    avatar
    Jiwa jihad harus selalu ditanamkan kepada generasi muda islam, agar mereka tahu bahwa hidup sebagai seorang muslim ada konsekwensinya, yaitu menjunjung tinggi agama Allah SWT dan menyebarkan dan menerapkan syariat islam di bumi Allah. Jangan menjadi hilang nyali dan kecil hati dengan propaganda barat dan israel yang mengatakan jihad adalah ajaran teroris.
  • roni  - Jihad banyak bentuknya
    avatar
    Dari penjelasan diatas, jelas terdapat perbedaan antara terorisme dengan jihad di jalan Allah, baik dari sisi medan (lapangan), target operasi dan tujuannya. Terorisme pada umumnya dilakukan dalam suasana damai sedangkan jihad di jalan Allah dilakukan dalam suasana perang atau diserang musuh. Yang menjadi target atau sasarannya bukan hanya para musuhnya tetapi juga masyarakat umum sedangkan jihad di jalan Allah yang menjadi targetnya adalah orang-orang kafir yang memerangi kaum muslimin. Tujuan dari terorisme adalah memunculkan keresahan dan menciptakan sensasi agar masyarakat luas memperhatikan apa yang mereka perjuangkan sedangkan jihad di jalan Allah bertujuan untuk mengembalikan izzah (harga diri) kaum muslimin dengan meninggikan kalimat-Nya dan merendahkan kalimat orang-orang kafir dengan hanya mengharapkan ridho-Nya.

    http://www.facebook.com/note.php?note_id=372213557756
  • roni
    avatar
    Dari penjelasan diatas, jelas terdapat perbedaan antara terorisme dengan jihad di jalan Allah, baik dari sisi medan (lapangan), target operasi dan tujuannya. Terorisme pada umumnya dilakukan dalam suasana damai sedangkan jihad di jalan Allah dilakukan dalam suasana perang atau diserang musuh. Yang menjadi target atau sasarannya bukan hanya para musuhnya tetapi juga masyarakat umum sedangkan jihad di jalan Allah yang menjadi targetnya adalah orang-orang kafir yang memerangi kaum muslimin. Tujuan dari terorisme adalah memunculkan keresahan dan menciptakan sensasi agar masyarakat luas memperhatikan apa yang mereka perjuangkan sedangkan jihad di jalan Allah bertujuan untuk mengembalikan izzah (harga diri) kaum muslimin dengan meninggikan kalimat-Nya dan merendahkan kalimat orang-orang kafir dengan hanya mengharapkan ridho-Nya.

    http://www.facebook.com/note.php?note_id=372213557756
  • roni  - jihad yg benar
    avatar
    Dari penjelasan diatas, jelas terdapat perbedaan antara terorisme dengan jihad di jalan Allah, baik dari sisi medan (lapangan), target operasi dan tujuannya. Terorisme pada umumnya dilakukan dalam suasana damai sedangkan jihad di jalan Allah dilakukan dalam suasana perang atau diserang musuh. Yang menjadi target atau sasarannya bukan hanya para musuhnya tetapi juga masyarakat umum sedangkan jihad di jalan Allah yang menjadi targetnya adalah orang-orang kafir yang memerangi kaum muslimin. Tujuan dari terorisme adalah memunculkan keresahan dan menciptakan sensasi agar masyarakat luas memperhatikan apa yang mereka perjuangkan sedangkan jihad di jalan Allah bertujuan untuk mengembalikan izzah (harga diri) kaum muslimin dengan meninggikan kalimat-Nya dan merendahkan kalimat orang-orang kafir dengan hanya mengharapkan ridho-Nya.
    http://www.facebook.com/note.php?note_id=372213557756
  • roni  - Jihad Fii Sabilillah Yang Benar
    avatar
    Dari penjelasan diatas, jelas terdapat perbedaan antara terorisme dengan jihad di jalan Allah, baik dari sisi medan (lapangan), target operasi dan tujuannya. Terorisme pada umumnya dilakukan dalam suasana damai sedangkan jihad di jalan Allah dilakukan dalam suasana perang atau diserang musuh. Yang menjadi target atau sasarannya bukan hanya para musuhnya tetapi juga masyarakat umum sedangkan jihad di jalan Allah yang menjadi targetnya adalah orang-orang kafir yang memerangi kaum muslimin. Tujuan dari terorisme adalah memunculkan keresahan dan menciptakan sensasi agar masyarakat luas memperhatikan apa yang mereka perjuangkan sedangkan jihad di jalan Allah bertujuan untuk mengembalikan izzah (harga diri) kaum muslimin dengan meninggikan kalimat-Nya dan merendahkan kalimat orang-orang kafir dengan hanya mengharapkan ridho-Nya.
    http://www.facebook.com/note.php?note_id=372213557756
  • zahid
    avatar
    pada intinya setiap ummat muslim harus memiliki cita2 syahid maka dari itu kita harus mempunyai niatan untuk berjihad maka sekarang kita harus beri'dad setiap apa yang kita lakukan baik olahraga untuk kebugaran fisik kita niatkan untuk beri'dad,belajar ilmu agama untuk berdakwah agar kita dapat mendakwahi orang2 awam agar loyal terhadap agama Allah apabila kita sudah loyal terhadap agama Allah pasti kita akan memperjuangkan agama Allah tidak ada cara yang lain kecuali dengan jihad fii sabilillah. untuk mencapai itu semua kita harus memanajemen langakah2 konkrit sehingga cita2 kita tercapai, semoga kita diberi petunjuk oleh Allah Ta'ala agar cita2 kita tercapai.
  • abu zahra  - jihad
    avatar
    Islam adalah dasar(fondasi), shalat adalah tiang agama dana jihad adalah atap agama.terorist adalah kriminal(pelakunya orang2kafir dan munafik)tujuan untuk kesenangan dunia hawa nafsu, jihad(mujahiddin )untuk meninggikan Islam,tujuan mencapai ridho Alloh walaupun hal itu tidak disukai umat manusia, kecuali orang2 beriman.
  • ya
    avatar
    Nabi Muhammad Saw bersabda: “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka berkata: Tiada Tuhan selain Allah.”

    ayaaat sesaaaat....
  • aswin
    avatar
    bebas memilih mau iman atau kufur......menurut umat Islam yahudi yang membantai rakyat Palestina, Irak, Afganistan dan negara2 lainnya adalah teroris... menurut kaum kufar/kafirin mereka yang mempertahankan aqidah dan tanah airnya disebut teroris
  • Anonymous
    avatar
    setuju sama artikel yang di tulis. jika berperang di jalan ALLAH itu jihad kecil, bukankah mengerjakan sesuatu itu harus dimulai dari yang kecil?ringan?
  • agung roso roso
    avatar
    jika kaum kafir bangga dan rela berkorban demi kesesatannya,seharusnya kita muslim lebih lagi, karena kita di atas jalan kebenaran. jangan pernah takut dengan opini orang,sungguh dulu Sang Kekasih Baginda Nabi pernah dicap tukang sihir dan sampai sekarang masih tersakiti dengan dibuat kartun nabi. Wahai muslim mari bulatkan tekad,jihad. kita bebaskan setiap Negri hingga setiap merdeka dari menyembah manusia kepada menyembah Robb semesta alam!!!!
  • Damar Wulan  - Mari ciptakan kedamaian umat manusia
    avatar
    Tuhan menyuruh membunuh,manusia,menyuruh merampok orang kaya, dan memperkosa,orang2 kafir. Rasanya ngga mungkin deh,jg melarang manusia untuk mengembangkan budidayanya,mematikan budaya leluhurnya sendiri,dan malah memilih budaya Arab yg belum tentu benar. saya punya tman Muslim dia tidak mau melukis,dalam pelajaran menggambar, katanya dilarang Agamanya, hanya boleh menuis kaligrafi,tidak mau memakai celana pendek untuk olh raga,katnya juga dilarang agama, kalao dialrang semua, apa artiny Tuhan menciptakan dan memberi kelebihan berfikir pada manusia kalao semua harus dibatasi?
    Semua dianggap rekayasa barat bahkan tsunami di Acehpun dibilang rekayasa Amerika lucu sekali tulisan mereka di internet.Kemajuan Eropa bahkan diklim sebagai hasil pemikiran Islam, mana masuk akal? orang internet saja dihramkan, TV diharamkan mana mungkin bisa maju Erop dan Amerika kalau juga mengharamkan teknologi? Musibah di Indonesia, seperti Tsunami, Saya rasa Tuhan memperingati Kita karena manusia telah ja...
  • JUST 4 U  - Baca Sejarah Dong jangan dulu komen
    avatar
    anda muslim bukan ?kalo muslim bertobatlah segera
    kalo kristen baca dong kitab suci anda jangan denger aja banyak ayat2 yang sangat barbar yang semata-mata karangan orang-orang yang terkutuk seperti mereka
  • bin ilham  - Benar tidak?
    avatar
    Teman2, benar tidak Aisha umur 9 thn waktu dinikahi? terima kasih.

    Sahih Bukhari. Vol 7, Book 62. Wedlock, Marriage (Nikaah). Hadith 065.
    Narrated By 'Aisha:
    That the Prophet married her when she was six years old and he consummated his marriage when she was nine years old. Hisham said: I have been informed that 'Aisha remained with the Prophet for nine years (i.e. till his death)."
  • syuhada'
    avatar
    isu teroris adalah isu bangsa barat dn anteknya yahudi.
    yang sengaja memperpecah umat islam
    dan sekarang bangsa indonesia adalah antek dari negara barat.
    beda dengan dulu saat presiden Soekarno memimpin..
    dan seperti negara iran presiden ahmadinejad
    yg tidak ingin tunduk dengan negara barat...
    justru Abu Bakar Ba'asyir tidak bersalah,diisukan difitnah dengan tuduhan teroris..
    sebenarnya yg teroris adalah negara2 pro israel yg membunuh saudara kita di palestin...
    osama bin laden dn abu bakar.
    adalahmemperjuangkan islam seperti baginda Rasululoh MUhammad tercinta...
    yg memerangi bangsa kafir..dan memenggal orang yang sengaja menghancurkan islam
    Allohuakbar
    coba klo jaman dulu sudah mengenal teroris pasti kaum kafir menuduh dan memfitnah Baginda Rasul MUhammad sebagai teroris.
    spti yg ditujukan kpd osama bn laden dan Abu bakar Ba'asyir.
    naudzubillahmindzalid
  • syuhada'
    avatar
    isu teroris adalah isu bangsa barat dn anteknya yahudi.
    yang sengaja memperpecah umat islam
    dan sekarang bangsa indonesia adalah antek dari negara barat.
    beda dengan dulu saat presiden Soekarno memimpin..
    dan seperti negara iran presiden ahmadinejad
    yg tidak ingin tunduk dengan negara barat...
    justru Abu Bakar Ba'asyir tidak bersalah,diisukan difitnah dengan tuduhan teroris..
    sebenarnya yg teroris adalah negara2 pro israel yg membunuh saudara kita di palestin...
    osama bin laden dn abu bakar.
    adalahmemperjuangkan islam seperti baginda Rasululoh MUhammad tercinta...
    yg memerangi bangsa kafir..dan memenggal orang yang sengaja menghancurkan islam
    Allohuakbar
    coba klo jaman dulu sudah mengenal teroris pasti kaum kafir menuduh dan memfitnah Baginda Rasul MUhammad sebagai teroris.
    spti yg ditujukan kpd osama bn laden dan Abu bakar Ba'asyir.
    naudzubillahmindzalid
  • Abu Umar Abdul Aziz
    avatar
    Kayaknya para komentator dalam forum/tulisan ini kebanyakan jarang yang ikut kajian Islam...., atau mungkinkah mereka org2 kafir yag menyusup, atau org salafy yang anti jihad..., saran saya..., JANGAN KOMENTAR DULU, KALAU BELUM ADA ILMU...., jadi ujungnya ya "sok tau...."
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   

Last Updated (Monday, 01 March 2010 20:39)

 
PENCARIAN
Advert
TERKAIT