Kiat Mengalahkan Syetan
Saudaraku kaum muslimin rahimuakumullah, bulan Ramadhan telah berlalu. Bulan syawal pun telah kita lalui lebih dari separuh waktu. Kita akan dan harus kembali berjuang di bulan-bulan ke depan yang akan kita hadapi secara berjibaku, untuk mengalahkan syetan yang tidak akan pernah berhenti menyesatkan umat manusia dan terus mengganggu. Berhasilkah kita untuk dapat menaklukkan syetan?
Berdasarkan petunjuk Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam, selama bulan Ramadhan, syetan telah dibelenggu. Pintu-pintu syurga telah dibuka. Segala amal perbuatan diberikan balasan berlipat ganda oleh Allah, minimal sepuluh kali lipat.
Kita telah dilatih selama bulan Ramadhan tersebut untuk mengendalikan hawa nafsu, yang merupakan jalan masuk bagi syetan untuk menebarkan tipuan dan hasutannya, agar kita mampu menutup jalan masuk bagi syetan tersebut, sehingga kita dapat mengalahkan syetan. Yakni dengan menjalankan ibadah puasa secara ikhlas. Melaksanakan shalat malam dengan khusu’. Bertadarus dan mentadabburi Al Qur’an secara tawadhu’, banyak bershadaqoh dan melaksanakan amal-amal kebajikan yang lainnya, secara sabar dan bersungguh-sungguh.
Semua itu, dalam rangka untuk bertaqorrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Untuk mengharapkan Rahmat Allah, untuk memohon karunia dari Allah dan untuk mengharapkan pengampunan dosa dari Allah, serta terhindar dari jebakan syetan.
Setelah bulan Syawal dan Idul Fitri tiba, kita merayakan kemenangan dengan gembira, mengumandangkan Takbir, Tahlil dan Tahmid di mana-mana. Ruku dan sujud bersama-sama secara serentak melaksanakan sholat Hari Raya, sebagai tanda kesyukuran dan ketundukan hanya kepada Allah Rabb semesta alam. Kita juga telah memperbaiki hubungan silaturahim dengan saling bersalaman untuk meminta maaf dan saling memaafkan antar sesama.
Pada saat-saat seperti ini, dan ketika melihat anak-anak cucu Adam yang dalam keadaan seperti ini, syetan menangis tersedu-sedu, menahan malu, memendam dendam yang pilu bertalu-talu. Syetan telah bersumpah untuk menipu dan mengalahkan Adam dan anak cucunya, menuju jurang kebinasaan dan kesengsaraan yang dia alami dan yang akan dia jalani selama-lamanya.
Allah memberitahukan masalah ini dalam firman-Nya yang sangat Agung;
Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya [Maksudnya: janganlah saya dan anak cucu saya dimatikan sampai hari kiamat, sehingga saya berkesempatan menipu Adam dan anak cucunya.] sampai waktu mereka dibangkitkan". Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh." Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (QS. Al A'raf (7):14-17)
Lalu bagaimana kita dapat mengalahkan sumpah syetan dan segala tipu daya yang disiapkannya itu? Dengan apa kita dapat mengalahkannya? Allah dan Rasul-Nya telah memberikan petunjuk-petunjuknya kepada kita. Jadi, tergantung kepada diri kita masing-masing. Apakah kita sanggup untuk tunduk-patuh, taat dan istiqomah mengikuti petunjuk-petunjuk dari Allah dan dari Rasul-Nya. Untuk mengalahkan syetan, Allah telah memberikan wasiat yang sangat Agung dalam firman-Nya;
”Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (QS. Al Baqarah (2):208)
"Hai manusia, Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala". (QS. Fathir (35):5-6)
Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam bersabda;
“Bertaqwalah kalian kepada Allah, karena hal itu adalah kumpulan segala kebaikan. Berjuanglah selalu di jalan Allah, karena hal itu merupakan kerahiban kaum muslimin. Berzikirlah selalu kepada Allah dan bacalah kitab-Nya, karena hal itu merupakan cahaya hidupmu di dunia dan ketinggian sebutanmu di atas langit. Kuncilah lidahmu, kecuali untuk berbicara kebaikan. Dengan perkara-perkara tersebut kalian akan dapat mengalahkan syetan”. (HR. At Thabrani)
Saudaraku… Melalui sabda Rasulullah dan ayat-ayat di atas, Allah dan Rasul-Nya memberikan isyarat petunjuk-Nya kepada kita bahwa, diantara kiat untuk dapat mengalahkan syetan adalah;
1. Sederhana dalam menjalani kehidupan di dunia.
Kita tidak boleh terpedaya dan tamak terhadap gemerlapnya harta kekayaan dunia. Apalagi jika memperolehnya dengan melanggar hak orang lain, melakukan tipu daya, melakukan kecurangan dan kedustaan, atau dengan korupsi dan memperkaya diri. Karena melalui hal ini syetan akan menggelincirkan manusia menuju kepada penyesalan di dalam azab neraka jahannam yang kekal abadi.
Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin 'Ammar telah menceritakan kepada kami Shadaqah bin Khalid telah menceritakan kepada kami Yazid bin Abu Maryam dari Abu 'Ubaidullah Muslim bin Misykam dari 'Amru bin Ghailan Ats Tsaqafi, dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdo'a: "Ya Allah, barangsiapa beriman kepadaku dan meyakiniku serta mengetahui bahwa apa yang aku bawa adalah benar dari sisi-Mu, maka sedikitkanlah harta bendanya dan anaknya, dan berilah kecintaan supaya bertemu dengan-Mu dan cepatkanlah keputusan-Mu. Dan barangsiapa tidak beriman terhadapku, tidak membenarkan aku serta tidak mengetahui bahwa yang aku bawa adalah kebenaran yang datang dari sisi-Mu, maka perbanyaklah harta bendanya, anak-anaknya dan panjangkanlah umurnya." (HR. Ibnu Majah – No. 4123)
Allah memberitahukan hal ini dengan firman-Nya:
“Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta mereka dan anak-anak mereka dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka”. (QS.Al Isra’ (17):64)
Nah… selama Ramadhan kita telah dididik untuk hidup sederhana, makan dan minum yang halal dengan tidak berlebih-lebihan. Dilatih menahan diri dari perkara yang sebenarnya halal, sampai batas waktu yang dijinkan untuk menikmatinya. Dilatih untuk tidak melanggar aturan dan larangan Allah. Apalagi melanggar terhadap perkara yang diharamkan Allah. Kita telah dilatih untuk tidak boros dan merasa diawasi langsung oleh Allah. Dan kita telah lulus menjalani itu semua. Karena itu, kita harus tetap pertahankan perilaku seperti itu, agar syetan tidak mengalahkan kita lagi.
2. Tidak menyelisihi (menyimpang) dari ajaran Allah dan Rasul-Nya.
Kita tidak boleh tertipu menuruti rayuan dan bujukan syetan dan kawan-kawannya yang penuh kelembutan, penuh persahabatan dan seolah-olah mengandung kebaikan, sehingga kita mengikuti langkah-langkah perbuatannya untuk menyimpang dari perintah Allah. Orang yang bertaqwa tidak akan melakukan ajaran-ajaran agama yang mengandung bid’ah. Untuk dapat mengalahkan syetan, jangan sekali-kali berani menyelisihi dan menentang ajaran Allah dan ajaran Rasul-Nya. Allah memberi wasiat yang sangat Agung dengan firman-Nya;
Katakanlah (Muhammad): "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir". (QS. Ali Imran (3):31-32)
"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al Quran), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan), maka syaitan itulah yang akan menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”. (QS. Az Zukhruf (43)36-37)
Rasulullah saw bersabda, “Kalian belum dinyatakan beriman sehingga perilaku hawa nafsumu tunduk mengikuti tuntunan ajaran yang telah aku bawa” (HR. At Thabrani)
3. Istiqomah dalam ber-Tauhid (meng-Esa-kan Allah) dan dalam perbuatan taqwa.
Selama Ramadahan yang telah lalu, kita telah dididik oleh Allah untuk teguh pendirian di dalam ketaqwaan. Istiqomah dalam berbuat berbagai amal kebaikan. Sabar dan tawakal menghadapi segala ujian dan cobaan. Nah, kalau kita ingin tetap aman dari rayuan dan tipuan syetan di 11 bulan yang akan kita lalui, kita harus tetap konsisten dalam menjalankan ibadah kepada Allah dengan ber-Tauhid secara benar kepada Allah. Allah telah menjamin keselamatan bagi siapa saja yang istiqomah seperti ini dengan berfirman;
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah (syurga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu". Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Fushshilat (41):30-32)
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah [yaitu teguh pendirian dalam tauhid dan dalam beramal yang saleh], maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. Al Ahqaf (46):13-14)
4. Selalu berjihad (bersungguh-sungguh) di jalan Agama Allah.
Orang-orang yang terus berjihad dan selalu berjuang di jalan Allah, akan ditakuti oleh syetan beserta antek-anteknya, dan dapat mengalahkan syetan. Orang-orang yang sungguh-sungguh dalam menjalankan ajaran Allah akan dilindungi Allah dan diberi petunjuk untuk dapat mengalahkan syetan. Allah telah menyatakan masalah ini dalam firman-Nya;
”Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”.(QS. Al Ankabut (29):69)
“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. (QS.An Nisa' (4):76)
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan orang yang berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Baqarah (2):218)
Jadi, meskipun hasutan, permusuhan dan fitnahan orang-orang yang berjuang di jalan thoghut terus menimpa umat Islam, kita tidak boleh surut dalam berjihad dan untuk tetap memperjuangkan kebenaran yang diridhoi Allah. Karena hal itu jaminan dari Allah dan Rasul-Nya bagi kita untuk menjadi kekasih-kekasih Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
5. Selalu ingat kepada Allah dan mempelajarai kitab-Nya
Orang yang selalu ingat dan berzikir kepada Allah, akan mendapatkan kedudukan dan derajat yang tinggi di sisi Allah. Sedangkan orang yang selalu mempelajari kitab Allah dan istiqomah mengamalkan isinya, akan terbebas dari tipu daya syetan. Allah telah membuat pernyataan dalam masalah ini;
“Barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". Adapun orang-orang yang kafir (menolak) dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Al Baqarah :38-39)
”Barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta" (QS. Tho-ha (20):123-124)
Sedangkan orang yang melupakan Allah, serta tidak merasa diawasi oleh Allah, akan menjadi orang-orang yang disesatkan syetan. Mereka akan menjadi orang-orang yang takabur, mudah berbuat dosa dan menjadi saudara-saudaranya syetan.
”Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi”. (QS.Al Mujaddilah (58):19)
"Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu Rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa (taat) dan mengadakan perbaikan, tidaklah akan ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka akan bersedih hati. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka akan kekal di dalamnya. (QS.Al A'raf (7):35-36)
6. Menjaga lidah dari perkataan yang tiada berguna
Selama bulan Ramadhan, kita telah dilatih untuk menjaga lidah dari perkataan yang tiada berguna. Salah satu bencana yang dapat menggelincirkan manusia dalam jurang kesengsaraan abadi, adalah lidahnya yang tidak terjaga. Lidah yang digunakan untuk menghasut orang, untuk menipu orang, untuk mengadu domba orang, untuk memfitnah dan menuduh orang sebagai teroris misalnya, akan menyebabkan pelakunya menjadi penghuni neraka jahnnam. Batapa dahsyatnya bencana yang terjadi akibat lidah yang suka bersaksi palsu, membuat fitnah dan kedustaan seperti ini. Umat Islam terpecah belah karena lidah orang-orang munafik yang berkomplot dengan kaum musyrikin dan kaum kafirin dalam membuat fitnah dan tipu daya.
"Apakah tidak kalian perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali mengerjakan larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri: "Mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan (kerjakan) itu?" Cukuplah bagi mereka Jahannam yang akan mereka masuki, dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembal bagi mereka.
Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan berbuat durhaka kepada rasul. dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan. Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal. (QS. Al Mujaddilaah (58):8-10)
Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”.(QS. Al Isra’ (17):53)
Demikianlah, petunjuk-petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya yang begitu lengkap dan jelas ini kami coba uraikan. Mari kita berusaha untuk dapat mengamalkannya dengan baik dan sungguh-sungguh. Dengan kiat ini, insya Allah 11 bulan yang akan kita lalui setelah perayaan kemenangan kita di hari raya Idul Fitri yang lalu, syetan akan tetap menjauhi kita dan tidak akan mampu menipu dan menyesatkan kita. Dengan demikian kita akan selalu dalam keadaan baik dan mampu mempertahankan ketaqwaan kita masing-masing. Semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang benar dan diridhoi-Nya. Amin. Wallohua’lam bishawab. Mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf dan kesalahan.
(W.A.R.Dhani , This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )
Berdasarkan petunjuk Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam, selama bulan Ramadhan, syetan telah dibelenggu. Pintu-pintu syurga telah dibuka. Segala amal perbuatan diberikan balasan berlipat ganda oleh Allah, minimal sepuluh kali lipat.
Kita telah dilatih selama bulan Ramadhan tersebut untuk mengendalikan hawa nafsu, yang merupakan jalan masuk bagi syetan untuk menebarkan tipuan dan hasutannya, agar kita mampu menutup jalan masuk bagi syetan tersebut, sehingga kita dapat mengalahkan syetan. Yakni dengan menjalankan ibadah puasa secara ikhlas. Melaksanakan shalat malam dengan khusu’. Bertadarus dan mentadabburi Al Qur’an secara tawadhu’, banyak bershadaqoh dan melaksanakan amal-amal kebajikan yang lainnya, secara sabar dan bersungguh-sungguh.
Semua itu, dalam rangka untuk bertaqorrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Untuk mengharapkan Rahmat Allah, untuk memohon karunia dari Allah dan untuk mengharapkan pengampunan dosa dari Allah, serta terhindar dari jebakan syetan.
Setelah bulan Syawal dan Idul Fitri tiba, kita merayakan kemenangan dengan gembira, mengumandangkan Takbir, Tahlil dan Tahmid di mana-mana. Ruku dan sujud bersama-sama secara serentak melaksanakan sholat Hari Raya, sebagai tanda kesyukuran dan ketundukan hanya kepada Allah Rabb semesta alam. Kita juga telah memperbaiki hubungan silaturahim dengan saling bersalaman untuk meminta maaf dan saling memaafkan antar sesama.
Pada saat-saat seperti ini, dan ketika melihat anak-anak cucu Adam yang dalam keadaan seperti ini, syetan menangis tersedu-sedu, menahan malu, memendam dendam yang pilu bertalu-talu. Syetan telah bersumpah untuk menipu dan mengalahkan Adam dan anak cucunya, menuju jurang kebinasaan dan kesengsaraan yang dia alami dan yang akan dia jalani selama-lamanya.
Allah memberitahukan masalah ini dalam firman-Nya yang sangat Agung;
Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya [Maksudnya: janganlah saya dan anak cucu saya dimatikan sampai hari kiamat, sehingga saya berkesempatan menipu Adam dan anak cucunya.] sampai waktu mereka dibangkitkan". Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh." Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (QS. Al A'raf (7):14-17)
Lalu bagaimana kita dapat mengalahkan sumpah syetan dan segala tipu daya yang disiapkannya itu? Dengan apa kita dapat mengalahkannya? Allah dan Rasul-Nya telah memberikan petunjuk-petunjuknya kepada kita. Jadi, tergantung kepada diri kita masing-masing. Apakah kita sanggup untuk tunduk-patuh, taat dan istiqomah mengikuti petunjuk-petunjuk dari Allah dan dari Rasul-Nya. Untuk mengalahkan syetan, Allah telah memberikan wasiat yang sangat Agung dalam firman-Nya;
”Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (QS. Al Baqarah (2):208)
"Hai manusia, Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala". (QS. Fathir (35):5-6)
Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam bersabda;
“Bertaqwalah kalian kepada Allah, karena hal itu adalah kumpulan segala kebaikan. Berjuanglah selalu di jalan Allah, karena hal itu merupakan kerahiban kaum muslimin. Berzikirlah selalu kepada Allah dan bacalah kitab-Nya, karena hal itu merupakan cahaya hidupmu di dunia dan ketinggian sebutanmu di atas langit. Kuncilah lidahmu, kecuali untuk berbicara kebaikan. Dengan perkara-perkara tersebut kalian akan dapat mengalahkan syetan”. (HR. At Thabrani)
Saudaraku… Melalui sabda Rasulullah dan ayat-ayat di atas, Allah dan Rasul-Nya memberikan isyarat petunjuk-Nya kepada kita bahwa, diantara kiat untuk dapat mengalahkan syetan adalah;
1. Sederhana dalam menjalani kehidupan di dunia.
Kita tidak boleh terpedaya dan tamak terhadap gemerlapnya harta kekayaan dunia. Apalagi jika memperolehnya dengan melanggar hak orang lain, melakukan tipu daya, melakukan kecurangan dan kedustaan, atau dengan korupsi dan memperkaya diri. Karena melalui hal ini syetan akan menggelincirkan manusia menuju kepada penyesalan di dalam azab neraka jahannam yang kekal abadi.
Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin 'Ammar telah menceritakan kepada kami Shadaqah bin Khalid telah menceritakan kepada kami Yazid bin Abu Maryam dari Abu 'Ubaidullah Muslim bin Misykam dari 'Amru bin Ghailan Ats Tsaqafi, dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdo'a: "Ya Allah, barangsiapa beriman kepadaku dan meyakiniku serta mengetahui bahwa apa yang aku bawa adalah benar dari sisi-Mu, maka sedikitkanlah harta bendanya dan anaknya, dan berilah kecintaan supaya bertemu dengan-Mu dan cepatkanlah keputusan-Mu. Dan barangsiapa tidak beriman terhadapku, tidak membenarkan aku serta tidak mengetahui bahwa yang aku bawa adalah kebenaran yang datang dari sisi-Mu, maka perbanyaklah harta bendanya, anak-anaknya dan panjangkanlah umurnya." (HR. Ibnu Majah – No. 4123)
Allah memberitahukan hal ini dengan firman-Nya:
“Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta mereka dan anak-anak mereka dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka”. (QS.Al Isra’ (17):64)
Nah… selama Ramadhan kita telah dididik untuk hidup sederhana, makan dan minum yang halal dengan tidak berlebih-lebihan. Dilatih menahan diri dari perkara yang sebenarnya halal, sampai batas waktu yang dijinkan untuk menikmatinya. Dilatih untuk tidak melanggar aturan dan larangan Allah. Apalagi melanggar terhadap perkara yang diharamkan Allah. Kita telah dilatih untuk tidak boros dan merasa diawasi langsung oleh Allah. Dan kita telah lulus menjalani itu semua. Karena itu, kita harus tetap pertahankan perilaku seperti itu, agar syetan tidak mengalahkan kita lagi.
2. Tidak menyelisihi (menyimpang) dari ajaran Allah dan Rasul-Nya.
Kita tidak boleh tertipu menuruti rayuan dan bujukan syetan dan kawan-kawannya yang penuh kelembutan, penuh persahabatan dan seolah-olah mengandung kebaikan, sehingga kita mengikuti langkah-langkah perbuatannya untuk menyimpang dari perintah Allah. Orang yang bertaqwa tidak akan melakukan ajaran-ajaran agama yang mengandung bid’ah. Untuk dapat mengalahkan syetan, jangan sekali-kali berani menyelisihi dan menentang ajaran Allah dan ajaran Rasul-Nya. Allah memberi wasiat yang sangat Agung dengan firman-Nya;
Katakanlah (Muhammad): "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir". (QS. Ali Imran (3):31-32)
"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al Quran), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan), maka syaitan itulah yang akan menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”. (QS. Az Zukhruf (43)36-37)
Rasulullah saw bersabda, “Kalian belum dinyatakan beriman sehingga perilaku hawa nafsumu tunduk mengikuti tuntunan ajaran yang telah aku bawa” (HR. At Thabrani)
3. Istiqomah dalam ber-Tauhid (meng-Esa-kan Allah) dan dalam perbuatan taqwa.
Selama Ramadahan yang telah lalu, kita telah dididik oleh Allah untuk teguh pendirian di dalam ketaqwaan. Istiqomah dalam berbuat berbagai amal kebaikan. Sabar dan tawakal menghadapi segala ujian dan cobaan. Nah, kalau kita ingin tetap aman dari rayuan dan tipuan syetan di 11 bulan yang akan kita lalui, kita harus tetap konsisten dalam menjalankan ibadah kepada Allah dengan ber-Tauhid secara benar kepada Allah. Allah telah menjamin keselamatan bagi siapa saja yang istiqomah seperti ini dengan berfirman;
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah (syurga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu". Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Fushshilat (41):30-32)
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah [yaitu teguh pendirian dalam tauhid dan dalam beramal yang saleh], maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. Al Ahqaf (46):13-14)
4. Selalu berjihad (bersungguh-sungguh) di jalan Agama Allah.
Orang-orang yang terus berjihad dan selalu berjuang di jalan Allah, akan ditakuti oleh syetan beserta antek-anteknya, dan dapat mengalahkan syetan. Orang-orang yang sungguh-sungguh dalam menjalankan ajaran Allah akan dilindungi Allah dan diberi petunjuk untuk dapat mengalahkan syetan. Allah telah menyatakan masalah ini dalam firman-Nya;
”Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”.(QS. Al Ankabut (29):69)
“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. (QS.An Nisa' (4):76)
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan orang yang berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Baqarah (2):218)
Jadi, meskipun hasutan, permusuhan dan fitnahan orang-orang yang berjuang di jalan thoghut terus menimpa umat Islam, kita tidak boleh surut dalam berjihad dan untuk tetap memperjuangkan kebenaran yang diridhoi Allah. Karena hal itu jaminan dari Allah dan Rasul-Nya bagi kita untuk menjadi kekasih-kekasih Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
5. Selalu ingat kepada Allah dan mempelajarai kitab-Nya
Orang yang selalu ingat dan berzikir kepada Allah, akan mendapatkan kedudukan dan derajat yang tinggi di sisi Allah. Sedangkan orang yang selalu mempelajari kitab Allah dan istiqomah mengamalkan isinya, akan terbebas dari tipu daya syetan. Allah telah membuat pernyataan dalam masalah ini;
“Barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". Adapun orang-orang yang kafir (menolak) dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Al Baqarah :38-39)
”Barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta" (QS. Tho-ha (20):123-124)
Sedangkan orang yang melupakan Allah, serta tidak merasa diawasi oleh Allah, akan menjadi orang-orang yang disesatkan syetan. Mereka akan menjadi orang-orang yang takabur, mudah berbuat dosa dan menjadi saudara-saudaranya syetan.
”Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi”. (QS.Al Mujaddilah (58):19)
"Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu Rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa (taat) dan mengadakan perbaikan, tidaklah akan ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka akan bersedih hati. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka akan kekal di dalamnya. (QS.Al A'raf (7):35-36)
6. Menjaga lidah dari perkataan yang tiada berguna
Selama bulan Ramadhan, kita telah dilatih untuk menjaga lidah dari perkataan yang tiada berguna. Salah satu bencana yang dapat menggelincirkan manusia dalam jurang kesengsaraan abadi, adalah lidahnya yang tidak terjaga. Lidah yang digunakan untuk menghasut orang, untuk menipu orang, untuk mengadu domba orang, untuk memfitnah dan menuduh orang sebagai teroris misalnya, akan menyebabkan pelakunya menjadi penghuni neraka jahnnam. Batapa dahsyatnya bencana yang terjadi akibat lidah yang suka bersaksi palsu, membuat fitnah dan kedustaan seperti ini. Umat Islam terpecah belah karena lidah orang-orang munafik yang berkomplot dengan kaum musyrikin dan kaum kafirin dalam membuat fitnah dan tipu daya.
"Apakah tidak kalian perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali mengerjakan larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri: "Mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan (kerjakan) itu?" Cukuplah bagi mereka Jahannam yang akan mereka masuki, dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembal bagi mereka.
Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan berbuat durhaka kepada rasul. dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan. Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal. (QS. Al Mujaddilaah (58):8-10)
Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”.(QS. Al Isra’ (17):53)
Demikianlah, petunjuk-petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya yang begitu lengkap dan jelas ini kami coba uraikan. Mari kita berusaha untuk dapat mengamalkannya dengan baik dan sungguh-sungguh. Dengan kiat ini, insya Allah 11 bulan yang akan kita lalui setelah perayaan kemenangan kita di hari raya Idul Fitri yang lalu, syetan akan tetap menjauhi kita dan tidak akan mampu menipu dan menyesatkan kita. Dengan demikian kita akan selalu dalam keadaan baik dan mampu mempertahankan ketaqwaan kita masing-masing. Semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang benar dan diridhoi-Nya. Amin. Wallohua’lam bishawab. Mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf dan kesalahan.
(W.A.R.Dhani , This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it )









