AS TERBUKTI MUSUH ISLAM
Oleh : Aru Syeif Assadullah
Hari-hari pertengahan Maret 2010 ini presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama berkunjung ke Indonesia. Presiden AS pertama berkulit hitam ini begitu di sambut di negeri ini, bahkan dielu-elukan berlebihan. Mengapa ? Sebagian rakyat Indonesia merasa ada ikatan emosi dengan Obama walau sebaliknya belum tentu Obama merasa punya ikatan yang sama. Ikatan psikhologis itu karena Obama pernah tinggal di Jakarta pada masa kecilnya dan bersekolah di SD Menteng Jakarta Pusat 1960-an. Lebih dari itu, saat ini Obama mempunyai saudara tiri Maya Sutoro. Ibu Obama saat bermukim di Indonesia pernah kawin dengan orang Indonesia bernama Sutoro dan memiliki seorang anak perempuan.
Obama sejatinya bukan hanya berhasil menarik perhatian rakyat Indonesia saja yang memang merasa memiliki ikatan emosi itu, tapi seluruh bangsa-bangsa di dunia juga mempunyai perhatian yang sama dan memberikan dukungan yang penuh saat Obama betarung dalam pemilihan presiden AS Nopember 2008. Setahun penuh pra (sebelum) pemilihan presiden AS, suara rakyat di dunia pun telah ditumpahkan mendukung Obama.
Penduduk seluruh jagad ketika itu mengidap kekhawatiran sangat menyaksikan sepak terjang Presiden AS George Walker Bush yang sungguh “ugal-uganlan” menempatkan diri sebagai satu-satunya Super Power dan Polisi Dunia. Bush mengobarkan War On Teror pasca Peristiwa 11 September 2001 dan ambruknya Menara Kembar WTC. Dengan terang-terangan Bush menyebut perang melawan teroris itu sebagai Perang Salib masa kini. Setelah mencaci-maki dengan ungkapan-ungkapan yang amat menyakitkan itu, Bush segera memerintahkan pasukan AS menyerbu Afghanistan. Kehancuran demi kehancuran pun melibas Negeri Muslim ini, bahkan sampai hari ini perang di Afghanistan tetap berkobar di bawah perintah Obama.
Kebrutalan Bush Junior ini menjadi-jadi ketika kemudian menyerbu Irak dengan alasan Presiden Sadam Hussein terkait Osama Bin Ladin. Belakangan dalihnya berubah dengan menuduh Irak menyimpan Senjata Pemusnah Massal.Semua tuduhan ini omong kosong termasuk data-data intelijen yang dijadikan sumber.Tapi akibat penyerbuan pasukan AS dan sekutunya ke Irak ini lebih satu juta jiwa rakyat Irak tewas. Negeri Pusat Peradaban Islam ini hancur-lebur. Kerugian materi dengan satuan hitung Trilyun Dolar AS pun tak bisa dipakai untuk merinci kerugian bangsa Irak khususnya dan bangsa Muslim umumnya.
Betapa menyakitkan bagi umat Islam, sepak terjang AS di bawah Bush Junior ini.Mengekspresikan kebrutalan dan kebiadaban tiada bandingannya, khususnya ditujukan kepada umat Islam dan Islam itu sendiri. Padahal tanpa kejahatan Bush yang terakhir ini pun, daftar kejahatan AS terhadap dunia Islam, khususnya terhadap rakyat muslim Indonesia, sudah bertumpuk dan berderet-deret. Di dunia Islam dosa besar AS niscaya dalam kasus Israel-Palestina dan Arab umumnya yang menyiratkan standard ganda AS yang sangat memalukan. Sudah puluhan tahun AS selalu menempatkan keberpihakannya bahkan melindung Zionis Israel, kendati dalam ratusan kasus yang pernah terjadi, Israel telak-telak bersalah.
Israel terbukti sebagai agresor penjajah terang-terangan membantai rakyat Palestina. Israel melanggar puluhan resolusi PBB, dan seterusnya. Dalam pembelaannya terhadap Israel, AS berlaku bagai melindungi anak kesayangannya. Kendati penduduk seluruh jagad mengutuk ramai-ramai, toh AS menutup telinga. Campur tangan AS juga berlaku di berbagai Negara Islam di seluruh dunia, baik dengan cara terangan-tengan dan tersamar.
Tampilnya Obama seorang kulit hitam dianggap sebagai obat dan penawar racun yang telah merata ditebar pendahulunya ke seantero jagad. Apalagi bagi orang Islam, jatidiri Obama pun “berbau” Islam karena ayah kandungnya seorang Muslim, nama Obama pun berbau Islam yang khas dan populer, yakni Hussein. Inilah yang menjadi dalih terkuat hati umat Islam kepincut Obama.
Obama Pun Sama
Tatkala Obama benar-benar memenangi Pilpres AS pada Nopember 2008, rakyat AS dan hampir seluruh penduduk bumi menyambut dengan gemuruh dan antusias terpilihnya Obama sebagai presiden pertama berkulit hitam. Harapan segunungpun menyeruak seolah-olah bakal segera ditunaikan presiden baru ini.Apalagi saat itu AS sedang dilanda krisis global yang disebut-sebut setara dengan krisis pada 1929. Janji Obama hendak memperbaiki wajah AS di dunia internasional memang segera ditunaikan yakni menarik bertahap pasukan AS di Irak. Namun kebijakan yang sama tidak diterapkan di Afghanistan. Bahkan sebaliknya Obama memprakarsai penambahan pasukan di Afghan.
Peperangan di Afghanistan sampai hari ini sudah hampir berlangsung sepuluh tahun. Pasukan Taliban bukan hanya mampu mengimbangi pasukan AS dan NATO, bahkan acapkali dalam berbagai peristiwa baku-tembak, tentara gabungan NATO dihancurkan.Ratusan tentara AS tewas dan tak bisa disembunyikan, ratuswan kantong-kantong mayat terus pulang ke AS dan disambut ratap-tangis keluarganya.
Setahun lebih pemerintahan Obama ternyata tak mengubah apa-apa. Popularitas Obama di AS sendiri merosot tajam. Obama dianggap sama saja dengan Bush Junior pendahulunya yang telah menjadi “monster” pembunuh bagi umat Islam. Jika umat Islam selama ini menuntut agar Bush Junior diadili sebagai Penjahat Perang, sejatinya Obama pun dengan terus mengobarkan perang di Afghanistan mempunyai kadar kejahatan yang setara dengan Bush Junior.
Pidato Obama di Turki, disusul pidatonya di pusat Islam, Al Azhar Mesir, memang selalu mengundang simpati umat Islam. Betapa tidak, Obama mengklaim, keluarganya sendiri terdapat yang menganut Islam, sama seperti warganegara AS lainnya, kata Obama, banyak juga keluarga terdiri penganut Islam. Sungguh mengundang simpati. Tetapi semua pertautan dan simpati itu menjadi omong kosong (Bullshit) , yang jauh panggang dari api dibanding dengan semua sepak-terjang Obama dan pemerintahan AS yang amat anti Islam bahkan menghancurkan Islam.(Baca Kolom Amran Nasution: Obama dan Islam).
Agenda Obama di Indonesia
Kedatangan Obama ke Indonesia , 20-23 Maret 2010, sebenarnya jauh hari sebelumnya sudah sangat diharapkan oleh sementara kelompok yang tak lebih kaum komprador. Pembuatan patung Obama yang dipajang di Taman Menteng mengisyaratkan adanya kelompok komprador itu.
Agenda Obama yang vital dalam kunjungannya ke Indonesia niscaya mengokohkan dominasi yang selama ini sebenarnya sudah menancap kuat. Kemitraan strategis yang hakikatnya lebih berwujud eksploitasi AS di Indonesia niscaya akan dilestarikan. Hal ini sebenarnya hanya mengekspresikan AS saat ini benar-benar menjajah Indonesia. Penguasaan AS terhadap tambang-tambang paling strategis : minyak, emas, hingga uranium (bahan baku pembuat nuklir) adalah fakta tak terbantahkan.
Penguasaan AS pada Tambang Emas di Freeport Papua digambarkan Amien Rais menjelang jatuhnya orde baru 1998, sebagai eksploitasi dahsyat dan habis-habisan. Amien selalu memberi ilustrasi kini lokasi tambang Freeport itu telah menjadi danau-danau raksasa yang semula berwujud gunung menjulang tinggi dan telah ludes bongkahannya diolah menjadi emas dan diangkut ke AS. : “Gunung Emas, perak dan uranium itu telah pindah ke AS,” katanya membakar kemarahan rakyat Indonesia.
Kasus lain kontrak karya tambang minyak Blok Cepu yang diperebutkan antara Pertamina yang notabene perusahaan milik Negara, dengan Exon Mobile, hampir saja dimenangkan Pertamina, tapi urung dan berbalik dimenangkan Exon Mobile setelah kunjungan Menlu AS Condolisa Rise. Kabarnya seoang antek dan komprador pribumi mendapat fee besar karena kemenangan Exon ini dan membeli rumah di Menteng. Kali ini yang berkunjung bukan sekadar Menlu AS, tapi presiden AS sendiri. Konsesi-konsesi yang eksploitatif niscaya siap diteken presiden SBY, yang memang amat “Mencintai” AS dan menempatkan AS sebagai Negara Kedua baginya.
Agenda lain yang sudah niscaya adalah tekanan AS ke Indonesia agar ikut bersama membendung pengaruh China, dan Russia. Derap ekonomi China yang telah melibas Asia, dan dunia tentu dicari kiat-kiat pembendungnya. Sejumlah kebijakan pertahanan RI yang telah membeli Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan) ke Russia juga dijadikan tarik-ulur karena dalih RI telah diembargo AS sendiri sehingga RI kesulitan suku cadang pesawat terbang.
Pembahasan kontra terorisme juga mendapat porsi cukup besar. Indonesia dengan Densus 88 yang notabene dibentuk dan dibiayai AS akan dipuji-puji amat efektif memberantas teroris. Menjelang kedatangan Obama pun telah dipersembahkan pembantaian yang efektif kepada tokoh teroris yang paling dicari : Dulmatin alias alias Yahya Ibrahim.
Yang paling membuat sakit hati umat Islam dan kaum yang mau berpikir, dengan kedatangan presiden Obama, adalah “celoteh” kaum komprador, antek AS dan penjual bangsa. Menjelang , selama dan sesudah kunjungan Obama, kelompok Komprador ini begitu sibuk tampil dalam bebagai opini melalui media massa, memberikan puja-puji yang berlebihan terhadap Obama dan Amerika. Sebenarnya sikap “membebek” seperti ini justru berangkat dari perasaan inferiority compleks yang akut.
Mereka umumnya terdiri generasi urban, yang sebelumnya berasal dari pedesaan yang miskin tiba-tiba berubah status kini menempati klas elite perkotaan, yang membuat mereka silau dan menikmati kenyamanan yang tak pernah dirasakan sebelumnya. Untuk menebus kenyamanan ini mereka rela berbuat apapun dengan cara apapun. Juga dengan cara mengabdi kepentingan siapapun. Inilah jatidiri para komprador dan antek asing yang banyak berkeliaraan di kota-kota di Indonesia. Mereka eksis dalam wadah berbagai LSM, media cetak, bahkan bergelantungan di “ketiak” penguasa yang memang mengabdi pada kepentingan asing atas dasar liberalisme dan globalisme.Masa depan negeri Muslim seperti Indonesia saat ini digerogoti para komprador ini. Mereka pantas diperangi untuk mencegah pengaruhnya yang makin meluas.
Last Updated (Thursday, 18 March 2010 12:43)









