Thogut, Ka'ab dan Obama
Seorang perwira tinggi Polri dengan antusias menyampaikan pengalaman dakwahnya di depan para ustadz dan pengurus masjid-masjid di bilangan Jakarta Timur. Pati yang klimis ini menyampaikan bahwa berkat kedekatan kepada Allah serta disiplin sholat berjamaah itu dirinya diberi kemenangan oleh Allah dalam mengalahkan musuh.
Di Poso beliau bersama rekan-rekannya berhasil menumpas para teroris. Beliau juga merasa gerah dengan mereka. “Masak para teroris itu mengatakan bahwa kami adalah polisi thaghut?. Padahal kami polisi beriman dan rajin sholat berjamaah,” katanya.
Thaghut adalah istilah dalam bahasa Arab yang juga digunakan dalam sejumlah ayat Al Quran. Secara bahasa thaghut berasal dari kata thagha yang artinya melampui batas. Thughyan artinya kezaliman, thaghiyah artinya yang sewenang-wenang dan thaaghut artinya sesuatu yang disembah selain Allah. Allah SWT menggunakan kalimat thaghut dalam firman-Nya:
"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. .. "(QS. An Nisa 60).
Menurut tafsir Jalalain, thaghut artinya banyak berbuat kezaliman, dan dia adalah Ka’ab bin Al Asyraf. Ka’ab adalah pembesar Yahudi yang suka membuat syair-syair yang menyanjung-nyanjung (merayu-rayu) para wanita muslimah. Menyakiti hati kaum muslimin. Rasulullah saw. meminta kepada para sahabat siapa yang akan mengesekusi Ka’ab?. Maka Muhammad bin Maslamah bersedia melakukannya hingga tewaslah Ka’ab sang thaghut itu (lihat Sirah Ibnu Hisyam, Juz 2/54).
Jadi thaghut adalah penguasa yang melampuai batas dan yang menyerang Islam dan umat Islam.
Obama adalah kepala negara AS yang menjajah Irak dan Afghanistan. Pasca kemerdekaan negara-negara jajahan colonial Eropa, AS mengambil alih dengan modus penjajahan baru, yakni dengan bantuan keuangan melalui Marshall Plan, menggantikan system penjajahan fisik.
Watak eksploitatif dari imperialisme AS dan sekutu baratnya tidak akan pernah hilang selama mereka masih mengadopsi ideology kapitalisme. Dan untuk itu, bila diperlukan penggunaaan kekuatan fisik, maka mereka akan tempuh, seperti serangan yang dilancarkan ke Irak dan Afghanistan. Bush mengatakan AS akan melakukan pre-emtive strike, dengan mandat atau tanpa mandat PBB. Perang yang tadinya disebut perang salib pun diubah menjadi war on terrorism.
Melalui perang itu AS memaksakan demokrasi di Irak dan Afghanistan. Perang yang dilancarkan AS di Irak telah menewaskan 1 juta kaum muslimin di Irak dan ratusan ribu kaum muslimin di Afghanistan. Sekalipun alasan perang yakni senjata pemusnah massal tidak ditemukan dan Saddam Husein sudah lama dieksekusi, AS belum juga menarik tuntas pasukannya di Irak. Obama masih menyisakan 55 ribu pasukan di Irak. Obama yang pernah sekolah di Menteng menambah jumlah pasukan AS di Afghanistan untuk memerangi Taliban. Ditambah 30 ribu pasukan baru hingga total jadi 140 ribu. Plus 15 ribu pasukan NATO. Baru-baru ini pasukan AS melakukan serangan terbesar di Helmand Afghan Selatan dan sedang menyiapkan perang terhadap kota Kandahar, basis pasukan mujahidin Thaliban.
Obama telah membunuhi kaum muslimin. Jauh lebih besar bentuk permusuhannya dibandingkan dengan leluhurnya Ka’ab bin Al Asyraf. Kalau Ka’ab disebut thaghut, apalagi Obama!
Obama akan datang ke Indonesia dengan sedemikian mudah karena SBY mengatakan AS adalah the my second country. Dan sejak berdirinya republic ini penguasa telah mencantolkan nasib bangsa muslim terbesar ini kepada AS. Utang Orla. Utang Orba. Utang rezim reformasi terus membengkak. Dalam bidang intelijen perintisan intelijen kita dilatih oleh AS. Para perwira pun mendapat program International Military Education and Training (IMET). Wakil Menlu AS Robert Zoellick (7/5/2005) mengatakan."Salah satu contoh keberhasilan IMET adalah pria yang saat ini sudah menjadi presiden,"
Bahkan pasca bom Bali dibentuk densus 88 dengan dananya bantuan AS. Maka kalau ada yang menengarai bahwa Densus menjadi operator program war on terorisme adalah hal yang lumrah. Menyinggung kasus Poso dan Ambon memang memprihatinkan. Umat Islam diserang oleh kaum non muslim di negeri yang mayoritas muslim ini. Ribuan umat Islam wafat dan terusir dari kampung halamannya. Ketika umat Islam membela diri, mereka tiba-tiba dapat cap teroris.
Mudah-mudahan pati Polri yang perlente itu akan memformat ulang pemahaman dan persepsi beliau tentang Islam, umat Islam, imperialisme, dan terorisme. Wallahua’lam!
-
|2010-03-25 01:15:41 Guest
artikel yang terlalu bias, ada dua kesalahan mendasar di artikel itu:
1. "Pasca kemerdekaan negara-negara jajahan colonial Eropa, AS mengambil alih dengan modus penjajahan baru, yakni dengan bantuan keuangan melalui Marshall Plan, menggantikan system penjajahan fisik. "
SALAH BESAR...
Marshall Plan itu bantuan dana dari amerika serikat bagi negera2 yg mengalami kerusakan pada perang dunia ke-2. program itu dijalankan sampe tahun 1951. Amerika ikut perang dunia dua juga boleh dibilang gak sengaja, bisa dikatakan kepincut insiden Pearl Harbour, dimana amerika pada saat itu sedang mengalami great depression, kemiskinan dimana2, dan "terpaksa" ikut perang.
2. biasnya pada kapitalisme. ya betul setelah perang dunia ke-2 selesai memang amerika membantu mereka, dan amerika pula lah yang memperkenalkan kapitalisme, tapi justru kapitalisme itulah yg menyelamatkan mereka. contoh terbaiknya :
jerman setelah perang berakhir dibagi menjadi dua jerman barat dan jerma...
-
|2010-03-25 01:16:21 Guest
jerman setelah perang berakhir dibagi menjadi dua jerman barat dan jerman timur, dengan jerman barat dikuasai sekutu dan jerman timur dikausai soviet.
Jerman Barat setelah menjalankan Marshall Plan dan mneyuntikan kapitalisme, Jerman dalam sepuluh tahun mengalami apa yang disebut "Economic Miracle", dan akhirnya menjadi salah satu negara yg ekonomi nya terbesar...
ini membuktikan apa? bahwa kita perlu kapitalisme. Kapitalisme meengakui "privat property" yang dengan itu pemilik modalnya diberi kebebasan untuk melakukan "bisnis" sesuai dengan keinginan orang itu [bisa karena uang, kekuasaan ato karena hanya ingin membantu orang), Kapitalisme juga lah yg percaya pada free market, dimana kompetisi menjadi "pecut" orang agar lebih kreatif dan maju.
Sekarang kalo anda bilang kapitalisme itu sampah, anda mau kalo anda gak boleh berdagang? anda mau semua property anda dijadikan milik negara? lha kalo gak ada kapitalisme, gak akan ada pedagang , ga...
-
|2010-03-25 01:16:50 Guest
gak akan ada usaha, gak akan ada media massa, karena ujung kutub dari kapitalisme adalah sosialisme.
Sekarang anda mungkin akan bilang ekonomi syariah satu2nya jalan, ya betul itu bagus, tapi masalahnya anda gak pernah mencoba memahami kapitalisme dan sosialisme yang sesungguhnya karena di dalam ekonomi syariah juga ada sebagian kapitalisme (pengakuan kepemilikan dll) dan juga sosialisme (kontrol negara pada free trade itu sendiri dll)...jadi saya gak mengerti darimana segala bias dan kebencian berlebihan dari kapitalisme ini muncul.
Saya gak peduli sbetulnya tentang bias atau enggaknya artikel ini tapi paling enggak kalo cari info yg bener dong mas...GET YOUR FACTS STRAIGHT!
-
|2010-03-25 10:54:21 Anonymous
Meskipun dalam ekonomi syariah terdapat part kapitalis ataupun sosialis, sistem ini tidak full 100% mengacu kepada salah satu dari keduanya. Sistem ini bertujuan memeratakan perekonomian kpd masyarakatnya. sehingga peran pemerintah sebagai regulator pemerataan kehidupan berekonomi berjalan dengan baik. this absolutely can`t be found in any pure capitalist nation(eg. USA) or socialist one(North Korea). Kebebasan berdagang - melakukan aktivitas perekonomian oleh swasta tetap harus dikontrol penuh oleh pemerintah, otherwise this freedom will lead into injustice and unfair competition within the society. Remember human are born with different blessing, ada yang pintar ada yang kurang, ada yang kaya dan less fortunate. without economic law yang tepat, this mankind might just act like an animal in utilizing their mind to get their own benefit. The strong mind one will eat the weaker one.
-
|2010-03-25 12:48:25 Anonymous
@atas saya: iya2 betul setuju, memang tidak pernah mengacu 100% secara penuh, tetapi dalam beberapa hal ada ide yg saling di "share". iya setuju kapitalisme dan sosialisme murni tidak akan pernah berhasil. Capitalists are animals thats why they must be leashed.. dan itulah kenapa mereka harus dibatasi, kebebasan yang bener2 bebas juga salah, harus ada peran pemerintah.. disitulah konsep mengenai sistem ekonomi walfare/ social democracy, karena jujur aja kita perlu kapitalisme tapi kita perlu juga batas (sosialisme)..
Last Updated (Monday, 22 March 2010 11:26)









