Umat Harus Bersiap Pasca SBY
KH M Al Khaththath
Sekjen FUI
Setelah peristiwa pelarian Nazaruddin hingga ke Kolombia, perbincangan berbagai kelompok untuk menilai keadaan pemerintahan SBY semakin intens. Ada kekuatan politik warisan Orba konon sudah menyatakan siap mengganti SBY, baik tahun 2014 maupun 2012. Ancang-ancang serupa tampak dilakukan kelompok soska alias liberal dengan partai SRI. Kelompok asuhan Rahman Tolleng yang mendominasi AKKBB pendukung aliran sesat Ahmadiyah itu kabarnya menjagokan Sri Mulyani untuk presiden 2014, walau Mantan Menkeu yang diselamatkan Bank Dunia saat ramai-ramainya terlibat kasus Century itu sebenarnya tidak layak jual. Ada kelompok Rizal Ramli yang sudah sekian lama berkonsolidasi dan konon sudah menargetkan bahwa harus ada perubahan setelah lebaran tahun ini. da juga yang sedang menunggu di pinggir jalan kalau-kalau SBY tersungkur di tengah jalan, dan dia tinggal ngambil alih tongkat kepala negara. Semua sedang menghitung...menunggu siapa yang berani mengasongkan kaki untuk men-tackle SBY yang sedang menggiring bola!
Beberapa bulan lalu dalam kesempatan bertemu di MUI sudah saya sampaikan kepada Ketua MUI KH. Makruf Amien agar kita mempersiapkan langkah-langkah strategis pasca SBY. Sebab bagaimana pun juga cepat atau lambat SBY bakal lengser. Kelompok lain sudah bersiap-siap. Tidak ada salahnya kalau kelompok Islam juga bersiap-siap, sebab negeri ini mayoritas muslim. Tidak ada salahnya negeri ini dipimpin oleh sosok muslim yang benar-benar mewakili aspirasi Islam dan umat Islam. Namun kelihatannya beliau melihatnya masih jauh. Beliau mengatakan bahwa lebih baik umat Islam mencari sosok yang tidak berasal dari kalangan Islam, tapi masih punya iman, dan baik kepada umat Islam. Kira-kira seperti SBY-lah. Beliau berkilah kalau dari kalangan Kyai seperti beliau, pasti akan ditolak oleh mereka. Mungkin yang beliau maksud Amerika dan antek-anteknya di sini. Dalam hati saya berkata: persetan dengan Amrik! Toh ini negeri dan negara kita, umat Islam!
Belakangan saya mendengar bahwa di kalangan MUI ada pembicaraan agar umat Islam jangan sampai menjadi kuda troya. Dalam sebuah diskusi kecil para ulama dan aktivis Islam di Jakarta baru-baru ini saya katakan : Kenapa umat Islam harus jadi kuda troya? Kenapa nggak jadi pasukan yang menunggangi kuda troya saja? Sepanjang sejarah republik ini, dalam perbagai perubahan Umat Islam ini selalu menjadi orang pinggiran, padahal sebelum kaum kafir penjajah menindas negeri ini beratus-ratus tahun, umat Islam berdaulat atas negeri ini. Para Sultan dari Aceh di ujung barat pulau Sumatera sampai Tidore di Maluku yang kekuasaannya meliputi Kabupaten Mimika di Papua yang kini di”kuasai” perusahaan AS Freeport Mc.Moran itu, dulu mereka menerapkan pemerintahan kesultanan, pemerintahan Islam! Ini adalah fakta sejarah yang tidak bisa dianggap sepi!
Menjelang pilpres 2009 lalu saya bersama KH. Abdul Rasyid AS dan Saudara Mursalin mewakili FUI bertandang ke Kantor DPP PKS di Jalan Warung Buncit, menyampaikan hasil musyawarah umat Islam di Pondok Gede yang merekomendasikan agar umat Islam punya capres Islam. Dua nama, yakni KH. Makruf Amien dan Dr. Hidayat Nur Wahid, kami sodorkan kepada Akhi Tifatul Sembiring agar didaftarkan oleh PKS bersama PPP, PBB, PAN dan PKB sebagai capres dari umat Islam. Dan FUI sebagai gerakan di luar parlemen siap mensukseskannya. Namun sayang usulan itu tidak di-follow up. Padahal FUI bersama ormas-ormas Islam siap meramaikan kampanye capres Islam untuk tegaknya syariat Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara formal.
Mudah-mudahan kawan-kawan di partai-partai Islam dan berbasis massa Islam masih memiliki cita-cita untuk tegaknya syariat Islam secara formal di bumi pertiwi ini sebagai hak konstitusional kita. Ini penting saya sampaikan agar tidak dituduhkan lagi oleh BNPT dan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab bahwa syariat Islam itu cita-cita dan tujuan aktual para teroris!
Oleh karenanya, ketika sudah banyak orang yang menunggu di pinggir jalan hari ini, umat harus bersiap mengantisipasi keadaan pasca SBY. Harus ada kesiapan dari kelompok Islam untuk menerima kepemimpinan negara ini. Pasca mega kasus korupsi yang bertubi-tubi dari Century Gate sampai Nazaruddin Gate, umat sebagai mayoritas penduduk yang merupakan pemilik saham terbesar atas bangsa dan negara tercinta ini hendaknya insyaf dan bertobat dari sistem politik dan pemerintahan sekuler liberal yang sudah terbukti bobrok dan korup.
Umat harus siap menerima hak mengatur kehidupan bangsa dan negara sebagai asas proporsional. Bangsa dan negara ini sudah waktunya dipimpin oleh ulama yang bertaqwa, ikhlas, dan mumpuni dalam ilmu syariat untuk menjalankan pemerintahan NKRI dengan berpedoman kepada syariat Allah SWT, pencipta manusia, dan pembuat hukum bagi kesejahteraan hidup manusia demi mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak. Orang-orang seperti KH., Makruf Amien, Habib Muhammad Rizieq Syihab, bahkan KH. Abu Bakar Ba’asyir pun layak menjadi presiden menggantikan SBY, baik tahun 2014 maupun 2012! Wallahua’lam!









