Website ini telah berpindah, silahkan klik, untuk berpindah ke web baru.
Suara Islam Online | Anomali Menjelang Ramadhan 1432 H - Anomali Menjelang Ramadhan 1432 H Thursday, 21... | Yang, Dan, Denga

Anomali Menjelang Ramadhan 1432 H

altKH M Al Khaththath
Sekjen FUI


Dalam rapat FUI minggu lalu, Koordinator TPM Ahmad Michdan, SH menyampaikan bahwa kasus penyerbuan Pondok Pesantren Umar bin Khaththab (UBK), Bima, NTB, penuh dengan anomali. Pasalnya, pondok tersebut diserbu Densus 88 dengan alasan ada bom rakitan yang meledak, padahal tidak ada bom meledak.

Konon ada kompor gas meledak. Lalu mayat yang dikeluarkan dari pondok untuk dikubur malah direbut polisi. Lalu masyarakat marah menutup jalan sampai 10 km hingga polisi terpaksa mengembalikan mayat.  Anehnya, beberapa saksi melihat mayat itu bukan rusak oleh ledakan bom, tapi ada 7 lubang bekas peluru!  Nah peluru siapa?  

Polisi menyerbu PP UBK dengan dalih pondok itu jaringan teroris, jaringan Jamaah Anshorut Tuhid (JAT) karena ditemukan kaos dan rompi JAT katanya. Artinya, dengan operasi Densus 88 itu, setiap pondok yang di situ ada atribut JAT bisa digrebek, diacak-acak, dan ditangkap kyai atau santrinya dengan tuduhan sebagai teroris. Dan untuk memberikan pesan dan kesan yang kuat kepada publik, acara penangkapan dan penggerebekan dibuat heboh.  

Abrori, anak pimpinan ponpes UBK yang digrebek itu siap menyerahkan diri dengan syarat tidak dijemput mobil barakuda, tidak membawa brimob, atau densus 88, atau berseragam polisi. Apa yang dilakukan Abrori tidak jelas, tidak menimbulkan teror dan rasa takut di masyarakat. Anehnya, justru apa yang dilakukan polisi dengan seragam dan persenjataan lengkap densus dan apalagi dengan menggunakan mobil khusus barakuda, tentu sangat menakutkan masyarakat!   

Apa yang dilakukan polisi dengan dukungan media massa yang Islamophobia bukan hanya menimbulkan efek teror kepada masyarakat, malah menimbulkan fitnah. Opini media yang gencar menayangkan berita sepihak dari polisi telah memakan korban.   Lokasi fasilitas milik JAT di Mojokerto Jawa Timur telah dirusak oleh massa sebagai bentuk penolakan mereka terhadap JAT. Kelihatannya pemerintah atau ada unsur anti Islam (Islamophobia) di pemerintahan, termasuk dalam tubuh Densus 88 yang  ingin melakukan pembasmian (genocide) kepada para aktivis gerakan Islam.     

Upaya membubarkan gerakan-gerakan Islam sejak sukses aksi sejuta umat Islam mendukung RUU-APP 21 Mei 2006 dari Bunderan HI ke Gedung DPR yang berbuntut kasus Purwakarta dan gerakan menuntut pembubaran FPI-MMI-HTI terus dilakukan, baik terhadap FPI, HTI, dan kini JAT. Dulu Ustadz ABB adalah Amir MMI).  Berkali-kali FPI lolos dari upaya pembubaran dalam berbagai modus.  HTI yang digempur PBNU dengan tuduhan sebagai organisasi makar pasca KKI 2007 kini harus menghadapi seruan pembubaran dari PWNU Jawa Timur.  KH. Mutawakkil Alallah, Ketua PWNU Jawa Timur (10/7) menyerukan agar pemerintah membubarkan organisasi yang menganjurkan Khilafah. Anehnya, nama Mutawakkil Alallah adalah nama seorang Khalifah pada masa Abbasiyyah. Saya yakin orang tua beliau yang memberikan nama al Mutawakkil  Alallah kepada anaknya adalah tidak asing dengan Imam As Suyuthi yang menulis kitab Tarikhul Khulafa dan memasukkan nama Khalifah Al Mutawakkil Alallah pada halaman 320. 

Upaya sistematis membubarkan JAT ini dimulai dengan modus penggerebekan kantor JAT di Pejaten Jakarta dan mengkaitkannya dengan kegiatan pelatihan militer di Aceh yang dipelopori mantan polisi Sofyan Tsauri kelihatannya ampuh. Masyarakat tidak banyak melakukan pembelaan kepada JAT. Ustadz ABB yang dilibatkan dengan pelatihan tersebut lantaran kesaksian Haris dan Ubaid akhirnya divonis 15 tahun. Sekalipun menurut pengacaranya Luthfie Hakim tidak ada bukti bawah Ust. ABB melakukan penghasutan yang menimbulkan terorisme sebagaimana keputusan hakim. Ketika Komisi III DPR-RI dan Komnas HAM tidak berdaya menghentikan sepak terjang densus 88, maka semakin leluasa mereka melakukakn stigma dan pembasmian gerakan Islam.  

Apalagi, Densus 88 dan BNPT mendapatkan amunisi dari MUI yang selama ini mendukung program deradikalisasi dengan apa yang disebut halaqah nasional pemberantasan terorisme. Memang aneh, pengeboman sudah sepi, aktivitas Laskar FPI mengobrak-abrik cafe juga sudah tidak pernah lagi pasca insiden Monas, tidak ada lagi demo besar-besaran yang membawa senjata seperti yang dilakukan Laskar Jihad di era Gusdur, tapi penangkapan teroris kok jalan terus.  Bahkan yang ada selalu korban aksi polisi yang dicap teroris.
Aktivitas deradikalisasi pun semakin kencang. Dan yang terbaru adalah dilibatkannya GP Ansor dalam upaya pemberantasan terorisme dengan membentuk Densus 99. 

Anehnya, launching Densus 99 di Harlah NU di Senayan (17/07) yang dihadiri presiden, yang  digelar dengan semangat melawan gerakan radikal, melawan gerakan pro kekerasan, kok malah dibuat dengan persembahan atraksi kekerasan pencak silat dan main pedang serta show of force parade barisan ala militer oleh Densus 99 GP Ansor.  

Kalau beberapa tahun lalu Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Sukarna mengumumkan kebijakan aneh akan mengawasi para penceramah di bulan Ramadhan, dengan berbagai anomali kali ini, ada apa yang bakal terjadi memasuki Ramadhan 1432H?   Wallahua’lam! Wallahul Musta’an!
  

 

Comments (3)
  • M. Gunawan  - Tanggapan atas anomali menjelang ramadhan 1432 H
    avatar
    Artikel "anomali menjelang ramadhan 1432 H" sebenarnya merupakan kondisi riel ummat islam saat ini(khususnya di Indonesia), selalu "ketinggalan" dan tidak solid.
    Masih banyak lagi kejadian, peristiwa atau kegiatan yang berlangsung saat ini yang sangat perlu ditangani oleh pemimpin ummat, tapi sayangnya terabaikan dan kalupun ada sifatnya sporadis dan insidentil.
    Kenapa tidak pernah dibuat inventarisasi permasalahan ummat, kemudian dikaji dan ditelaah secara profesional kemudian disosialisasikan secara berkesinambungan dan dievaluasi secara periodik.
    Contoh yang paling sangat terasa adalah masalah kemusyrikan yang "berpadupadan" dengan ibadah atau masalah poligami.
    Umpama diadakan survey pada 10 wanita yg berjilbab tentang poligami, 11 diantaranya pasti menolak.
  • Anonymous
    avatar

    poligami is a part of Islamic law,it can,t be gainsaid.
  • Babah Liem  - M. Gunawan
    avatar
    M. Gunawan: Umpama diadakan survey pada 10 wanita yg berjilbab tentang poligami, 11 diantaranya pasti menolak.

    Yang satu tuyul bernama M. Gunawan!
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   

Last Updated (Thursday, 21 July 2011 07:09)

 
PENCARIAN
Advert
TERKAIT