Website ini telah berpindah, silahkan klik, untuk berpindah ke web baru.
Suara Islam Online | Umat Islam Indonesia (UII) Bangkitlah - Umat Islam Indonesia (UII) Bangkitlah Saturday,... | Yang, Dan, Is

Umat Islam Indonesia (UII) Bangkitlah

altKH M Al Khaththath
Sekjen FUI


Tiada henti-hentinya umat Islam Inodnesia (UII) diuji oleh Allah SWT.  Setelah dijajah VOC yang telah mengalahkan para sultan di seluruh kerajaan Islam di Nusantara dan kemudian dilanjutkan pemerintah Hindia Belanda, Inggris di masa Raffles dan Perancis dimasa Daendels,  ternyata setelah merdeka hak-hak UII atas negeri ini dikebiri.

Mulanya UII yang mengajukan proposal agar setelah merdeka negara ini didasarkan kepada ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam. Artinya, negara menjalankan syariat Islam yang sebagai hukum negara yang mengikat seluruh warga negara, baik muslim maupun non muslim.  Namun dalam perdebatan BPUPKI hal itu ditentang keras oleh kalangan  nasionalis, khususnya orang-orang non muslim.  Setelah disetujui kompromi dalam panitia 9 yang memodifikasi kalimat dalam preambule rancangan konstitusi itu sebagai: negara berdasarkan ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat bagi pemeluknya.  Teks inilah yang kemudian terkenal dengan sebutan Piagam Jakarta (Jakarta Charter).  Teks  yang oleh Bung Karno disebut sebagai gentlemen agreement itulah  yang berlaku pada saat proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. Keesokan harinya ada tujuh kata dari pembukaan UUD 1945 itu yang dihapus, yakni kata : dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
 
Sejak itulah, dari rezim orde lama hingga orde reformasi Islam dan umat Islam selalu dalam posisi diserang dan dipojokkan.  Islam dan umat Islam digunakan jika diperlukan, misalnya untuk  untuk menumpas PKI. Aspirasi Islam diharamkan.  Berbagai pola dan modus operandi dibuat untuk itu. Antara lain, dengan membuat kelompok-kelompok yang menyimpang dari islam dan aliran sesat atau aliran lain yang berpotensi melahirkan konflik untuk digunakan sewaktu-waktu dalam rangka menangkal  gerakan-gerakan UII  yang ingin menghadirkan kehidupan Islam bagi bangsa dan negara ini.  

Sebut saja, setelah UII kehabisan energi setelah digunakan tenaganya untuk membantu rezim orde baru menghabisi gerakan PKI, UII dihadapkan dengan gerakan Islam Jamaah, yang semula bernama Darul Hadits, lalu menjadi Islam Jamaah, lalu berubah menjadi Lemkari, dan terakhir berubah menjadi LDII yang konon kini sedang menunggu pengesahan dari MUI.  Belum selesai dengan itu, muncul pula masalah Ahmadiyah yang dipadu dengan gerakan liberalisasi agama.  Muncul banyak aliran semacam Lia Eden, Al Qiyadah, Surga Eden, Millah Ibrahim dll disamping gerakan Kristenisasi yang semakin agressif.  Selain itu ada masalah yang terus muncul sejak Bom Bali 1, yakni munculnya bom baru dan penangkapan bahkan penembakan terduga teroris.

Adanya berbagai gerakan yang potensial menimbulkan konflik diarahkan untuk pembentukan opini yang memojokkan bahwa gerakan Islam itu ekstrim, radikal, dan anarkis. Kita pun mencatat adanya upaya pengalihan isu social politik yang seharusnya menjadi perhatian umat untuk dikaji dan diberikan solusi Islami.  Bahkan terakhir, ketika ramai-ramai masalah korupsi dan PSSI muncul masalah NII yang sampai heboh hingga 1 bulan lamanya. 

FUI sebagai forum silaturrahmi dan sinergi berbagai ormas dan lembaga Islam yang merasakan betapa pentingnya persatuan umat  terpaksa harus siap dan sigap setiap saat untuk menghadapi munculnya isu dan peristiwa yang tiba-tiba memojokkan Islam dan umat Islam. Dan tentu saja tidak jarang munculnya isu dan peristiwa tersebut bikin kita terkaget-kaget karena harus ikut menanggung beban moral untuk menghadapinya dan menyelesaikannya.   

Jadi FUI dalam posisi defensive dan reaksioner karena terlalu sering dan banyaknya isu dan peristiwa yang menyangkut kemaslahatan umat yang datang dengan tiba-tiba.  

Sebagai orang mukmin yang percaya kepada Allah SWT dan hari akhirat, kita tidak pesimis. Dengan berbagai ujian dan hujatan kepada Islam dan gerakan Islam, UII semakin dewasa dan sadar tentang apa yang sebenarnya terjadi.  Hasil survey PEW Research Center bahwa 90% masyarakat Indonesia menyetujui politik Islam.  Selain itu juga ada survey nasional yang tidak diumumkan bahwa dukungan untuk pembubaran Ahmadiyah didukung mayoritas mutlak umat dan dukungan signifikan  terhadap ormas yang dicap anarkis. Ini semua tentu menggembirakan kita. 

Oleh karena itu, UII harus segera mengagendakan bersatu dengan ikatan ukhuwwah Islamiyyah (raabithah al ukhuwwah al Islamiyyah), melakukan kerja bareng untuk mencetak kader generasi penerus yang memiliki kualitas kepribadian Islam yang unggulan, memiliki visi politik Islami dan wawasan dan pemahaman syariah dalam aspek-aspek kekinian yang mumpuni, serta mempersiapkan gerakan pemikiran dan cultural Islami (al harakah al fikriyyah wa tsaqafiyah Islamiyyah) yang kuat sehingga umat Islam benar-benar bangkit dan memimpin peradaban. 

 Al Quran, As Sunnah, dan berbagai Kitab warisan khazanah Islamiyyah adalah kekayaan pemikiran (ats tsarwah fikriyyah) yang sangat besar.  Dengannya UII bisa kembali tampil memimpin dunia, menjadikan kalimat Allah paling tinggi, ya’lu wala yu’la ‘alaih!
 
Bukankah Allah SWT berfirman: “Dialah yang Telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai”. 

Bangkitlah wahai UII!  Allahu Akbar! 3x.

Comments (3)
  • Ahadi Fitroh
    avatar
    Allahu Akbar 3x... bersatulah wahai kaum muslimiin... dengan merapatkan barisan dalam ukhuwah islamiah dan mengkuatkan dalam satu akidah "Ashshadu'alaa ilaahaillallah...waashshaduannaa Muhammadar Rosulullah" Allahu Akbar 3x !!!!!!!
  • Rasyid Emilly
    avatar
    Populasi umat yang cukup banyak dan luas wilayah yang cukup luas, memang diperlukan satu kepemimpinnan, satu wadah untuk melindungi kepentingan umat dan menjaga Agama Islam. Untuk itu, tidak bisa diserahkan pada pemerintah, karena Indonesia adalah milik bersama. Wadah itu juga untuk menjaga keutuhan NKRI, agar jangan dijual oleh pengkhianat bangsa.
  • sukma  - Umat Islam Indonesia Butuh Pemimpin dari Langit
    avatar
    Bagaimana umat Islam akan bisa bersatu, jika aktivis yang ingin mempersatukan umat malah sering membuat manuper membingungkan yang malah cendrung memecah belah umat.

    Ingat Dewan Revolusi Islam karya Al Khathath, apakah itu alat untuk mempersatu umat?

    Setelah gagal dengan FUI-nya, Al Khathath mulai dengan ide baru, yaitu UII, alias Umat Islam Indonesia.

    Coba kita lihat, apakah ide ini juga akan berhasil?

Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
 
PENCARIAN
Advert
TERKAIT