Surat Untuk Obama
Alhamdulillah, memanfaatkan momentum kunjungan Obama ke Jakarta 9-10 November lalu, Forum Umat Islam (FUI) sehari sebelumnya mendatangi Kedubes AS untuk menyampaikan Surat Terbuka kepada presiden AS berkulit hitam tersebut.
Surat yang diawali dengan kalimat basmalah dan salam khusus seperti yang dicontohkan Rasulullah saw. dalam surat beliau saw. kepada Kaisar Rumawi Heraclius, yakni: Salam ’ala man ittaba’al huda (Semoga keselamatan diberikan kepada siapa saja yang mengikuti petunjuk Allah).
Dalam surat tersebut FUI mengapresiasi kebijakan Obama mengijinkan pembangunan Masjid di Cordoba House dekat Ground Zero, Manhattan, New York. Kebaikan tersebut mengingatkan kepada Raja Najasyi yang melindungi kaum muslimin yang hijrah dari Makkah ke Habasyah untuk melindungi agama mereka.
Meski begitu FUI mengkritisi kebijakan Obama mengirim pasukan tambahan 30 ribu pasukan AS kepada 140 ribu pasukan gabungan AS dan NATO di Afghanistan tahun lalu untuk memerangi kaum muslimin. Kebijakan itu sangat menyakitkan seluruh umat Islam.
Oleh karena itu, jika benar Obama punya agenda menjalin kemitraan dengan bangsa-bangsa dan negara-negara muslim termasuk Indonesia, maka semestinya Obama menarik pasukan dari Afghanistan, meminta maaf, dan memberikan ganti rugi kepada umat Islam yang jadi korban perang sebagai tebusan (diyat) 1000 dinar atau 100 ekor onta untuk per nyawa.
Hal yang sama juga harus diberikan kepada rakyat Irak yang menjadi korban serangan brutal pasukan AS yang telah menewaskan lebih dari 1 juta rakyat Irak dan mengakibatkan puluhan juta lainnya luka-luka serta kehilangan harta benda dan tempat tinggal.
Oleh karenanya, FUI menuntut pemerintahan Obama menarik seluruh pasukan AS dari Afghanistan, Irak, dan negeri-negeri Islam lainnya. Juga meminta maaf atas serangan tersebut, khususnya kepada korban dan ahli waris korban serangan pasukan AS di negeri-negeri tersebut. Selain itu juga memberikan ganti rugi kepada korban dan ahli waris korban kejahatan perang AS di negeri-negeri tersebut dengan ganti rugi yang layak. Yang sudah mendesak adalah agar pemerintah AS menutup penjara-penjara sadis di Guantanamo di Cuba, Bagram di Afghanistan, dan Abu Ghraib di Irak dan membebaskan para tahanan politik dan apa yang mereka sebut sebagai teroris. FUI juga menuntut pemerintahan Obama untuk mengadili para penguasa penjara yang telah melakukan pelecehan terhadap Al Quran dan tahanan serta menghukum berat mereka. Juga menghentikan bantuan program penanganan teroris di dunia Islam, termasuk densus 88 di Indonesia, yang telah terbukti melakukan pelanggaran HAM berat kepada umat Islam. FUI pun menuntut pemerintahan AS dan kaki tangannya di dunia Islam, termasuk di Indonesia, menghentikan campur tangan seperti kasus OPM dan RMS yang bakal menyusul Timtim.
Kedatangan Obama antara lain adalah untuk mengakuisisi Blok D Natuna. Tentu FUI menolaknya. Kita tidak rela atas ekspolitasi kekayaan alam negeri ini oleh Exxon Mobile dan perusahaan AS lainnya. Sebab, hakikatnya adalah penjajahan seperti yang dulu dilakukan VOC Belanda. Islam mengajarkan kepada kita bahwa kekayaan alam adalah milik bersama umat (al milkiyah al ‘aammah), bukan milik perorangan ataupun negara yang bisa diserahkan kepada swasta atau asing. Sayang umat banyak dibius oleh kata-kata Obama yang di-blow up media: « sate », « nasi goreng », « pulang kampung nih » sehingga tidak paham bahwa Obama datang membawa bencana, yakni akuisisi kekayaan umat di Natuna yang diperkirakan sebesar…triliun.
FUI juga mengajak Obama masuk Islam dengan surat seperti surat Rasulullah saw. kepada kaisar Heraclius : “ Semoga kesalamatan bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk Allah SWT. Sesungguhnya kami menyeru Anda untuk masuk Islam. Masuklah ke dalam Islam, niscaya Anda selamat. Dan Allah SWT akan memberikan kepada Anda pahala dua kali. Jika Anda menolak, maka Anda akan menanggung dosa seluruh pengikut Anda di Amerika sana. Dan kami bacakan firman Allah SWT untuk anda:
"Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". jika mereka berpaling Maka Katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. Ali Imran 64).
Semoga dengan surat terbuka tersebut Obama lebih memahami bagaimana pikiran dan perasaan umat Islam Indonesia. Juga semoga pemerintah Indonesia, khususnya kementerian luar negeri bisa memahami kebijakan Islam dalam QS. Al Mumtahanah 8-9 sebagai landasan dalam membangun hubungan luar negeri. Dan semoga umat Islam lebih faham akan hak yang harus diambil dan diperjuangkan! Wallahua’lam!
Muhammad Al Khaththath
Last Updated (Monday, 15 November 2010 14:17)









