Merancang BimBel SD
Erma Pawitasari, M.Ed
Kandidat Doktor Universitas Ibnu Khaldun Bogor
Direktur Eksekutif Andalusia Education Center & Management Services (AIEMS)
Assalamu'alaikum wr wb. Salam ukhuwah, Bu Erma. Nama saya Bima. Saya sedang merencanakan suatu bimbingan belajar untuk SD di sekitar lingkungan saya. Mohon sarannya. Terima kasih ya, Bu.
Bima
HP. +62815953****
Wa’alaykum salam wr wb,
Bapak Bima yang dirahmati Allah. Semoga niat Bapak untuk mendirikan bimbingan belajar ini mendapatkan keridloan Allah SWT.
Kita perlu sama-sama mengingat bahwa apa-apa yang hendak kita kerjakan sesungguhnya adalah upaya untuk memperbanyak amal ibadah kepada Allah. Demikian pula dalam hal bimbingan belajar ini. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni:
1. Akidah yang benar
Bimbel Islam harus mengajarkan akidah Islam yang benar, serta memberikan kebiasaan yang benar. Akidah dimulai dengan memberikan pemahaman yang tepat mengenai makna syahadat dan kewajiban untuk terikat dengan hukum (syariah) Islam. Pembekalan ini bisa dilakukan dalam berbagai wasilah, seperti pesantren kilat Ramadhan, kajian bulanan, mingguan, atau kajian harian semacam kultum yang diberikan sebelum kelas ditutup. Kajian ada yang diperuntukkan bagi murid, guru, maupun orang tua murid. Penguatan akidah Islam juga hendaknya diberikan selama proses belajar, yakni pada setiap kesempatan yang memungkinkan seperti tatkala ada murid laki-laki yang menggoda murid perempuan maka Ibu/Bapak mentor perlu mengingatkan adanya hukum pergaulan dan mengingatkan peserta didik akan adanya pengawasan dari Allah setiap saat.
2. Motivasi belajar
Bimbingan belajar Islam harus unik. Selama ini, bimbel kebanyakan hanya menjadi sarana berlatih soal, maka bimbel Islam harus berperan lebih jauh yakni mampu memberikan motivasi belajar, menumbuhkan kecintaan kepada ilmu, dan menggunakan metode belajar yang menyenangkan. Caranya adalah dengan pengajaran ilmu yang tidak abstrak, dikaitkan dengan kehidupan nyata, dikaitkan pula dengan materi akidah Islam, dan menggunakan alat peraga jika memungkinkan. Alat peraga tidak perlu mahal, bisa dibuat dari bahan-bahan bekas dari sekitar kita, selama bisa menjelaskan konsep secara lebih gamblang. Konsep perkalian misalnya, jangan hanya mengajarkan langkah-langkah menyelesaikan perkalian tetapi konsep (makna)nya sendiri harus dibuat jelas dan benar bagi anak-anak. Belajar Bahasa Inggris bisa dilakukan melalui permainan, nyanyian dan tarian. Insya Allah anak-anak usia SD akan lebih menikmati kegiatan di bimbel jika bimbelnya asyik dan menyenangkan.
3. Memilih pengajar yang bisa mendidik
Pemilihan pengajar sangat menentukan proses belajar sebab sesungguhnya semua ilmu maupun metode mengajar berpulang kepada pengajarnya. Jika dia ikhlas, bersungguh-sungguh, mencintai murid-muridnya, dan bisa menjadi teladan maka insya Allah proses belajar mengajar akan berlangsung dengan sukses dan menyenangkan. Untuk meningkatkan kualitas pengajar, sebaiknya Bapak mengadakan pengajian atau training mengajar secara rutin.
4. Menyediakan fasilitas ibadah yang terbaik
Hampir semua bimbel menyediakan mushola tetapi kebersihan dan kewangiannya jarang diperhatikan. Saran saya, posisikan mushola di ruang utama sehingga bisa menjadi jantung tata ruang bimbel. Hal ini insya Allah akan mempermudah pengawasan agar kondisi mushola selalu terjaga kebersihan dan kewangiannya, termasuk alat-alat ibadahnya seperti sajadah dan mukena.
5. Menyediakan fasilitas pendukung yang terbaik
Fasilitas bimbel secara keseluruhan haruslah islami walaupun sederhana. Islami artinya memberikan fasilitas layanan yang terbaik, mulai dari karyawan yang ramah, ruangan dan lingkungan yang bersih, tempat sampah yang mudah dijangkau, tanda-tanda petunjuk arah/ruang yang mudah dipahami,
6. Membuat sistem yang Islami
Sistem yang islami meliputi penataan waktu belajar agar tidak mengganggu kewajiban sholat, bahkan jika memungkinkan menjadikan sholat berjamaah sebagai salah satu agenda kegiatan rutin. Mewajibkan guru dan karyawan serta mengajak murid dan para orang tua untuk menutup aurat juga merupakan hal yang perlu diperhatikan. Selain itu, penataan kelas agar anak-anak laki-laki dan perempuan tidak terbiasa bercampur baur juga penting dilakukan.
7. Membiasakan akhlak terpuji
Anak-anak harus senantiasa diingatkan untuk mengucapkan salam, menjalin ukhuwah, saling menjenguk apabila ada yang sakit, serta menghormati guru dan karyawan.
Demikianlah beberapa hal yang bisa saya sampaikan. Semoga bisa menambah ide-ide kreatif dan islami bagi bimbel Bapak Bima.









