Mengisi Kekurangan Pengajaran di Sekolah
Ummu Hafizh
Ketua Departemen Wanita HDIÂ Â Â
Masyarakat kita umumnya memandang sekolah sebagai lembaga yang harus dilalui dalam proses pendidikan anak. Padahal system pendidikan kita memiliki banyak problem, seperti mandulnya kurikulum, minimnya anggaran, kurangnya kualitas dan tenaga kependidikan, mahalnya biaya pendidikan. Lebih dari itu, secara umum sekolah-sekolah kita mencetak manusia-manusia sekuler yang memisahkan agama dengan kehidupan.
Disadari atau tidak, pendidikan anak adalah kewajiban orang tua. Oleh karena itu, orangtua wajib mengisi kekurangan-kekurangan tersebut, dalam rangka menyempurnakan pendidikan anak yang merupakan amanah alias titipan Alloh SWT. Bagaimana dan apa yang harus dilakukan orang tua dalam mengisi kekurangan pengajaran anak di sekolah?
Tujuan Pendidikan Anak
Orangtua harus memiliki tujuan dalam mendidik anak.Tujuan pendidikan anak dalam Islam adalah menjadikan anak memiliki kepribadian yang Islami dan memiliki ketrampilan untuk menjalankan kehidupan. Kepribadian yang Islami merupakan hasil dari pembentukan pola pikir Islami dan sikap jiwa yang Islami.Â
Oleh karena itu, kita harus membentuk pola pikir anak yang Islami. Yakni bagaimana anak dapat memahami sesuatu berdasarkan aqidah Islam. Ketika anak menemukan fakta, dia dapat memberikan pendapat dan keputusan mengenai fakta tersebut berdasarkan aqidah Islam. Akhirnya anak dapat memutuskan untuk meresponnya dengan benar, menerima atau menolaknya. Â
Kita juga harus membentuk sikap jiwa anak yang Islami. Bagaimana cara anak memenuhi kebutuhan jasmaniah dan naluriahnya berdasarkan aqidah dan syariat Islam. Ketika ada dorongan kebutuhan jasmaniah dan naluriah dalam diri anak, dia mengkaitkannya dengan aqidah dan syariat Islam. Akhirnya dalam diri anak timbul dorongan untuk memenuhi kebutuhan jasmaniah dan naluriahnya sesuai dengan petunjuk syariat Islam.
Menumbuhkan dan Memperkuat Pola Pikir Anak yang Islami
Pola pikir Islami anak dapat kita tumbuhkan dengan memperbanyak informasi ke-Islaman. Anak kita rangsang untuk banyak mempelajari pengetahuan ke-Islaman (tsaqofah Islamiyah) seperti membaca Al Quran dan tafsirnya, kisah para Nabi dan shahabat, hadits Nabi, sejarah perjuangan Nabi Muhammad saw, fiqh, tauhid, akhlaq, ataukah berbagai khasanah ilmu-ilmu Islam termasuk di dalamnya bahasa Arab sebagai kunci pembuka ilmu-ilmu keislaman. Kemudian kita rangsang anak untuk selalu berusaha mengkaitkan tsaqofah Islam dengan fakta-fakta yang dialaminya sehari-hari. Jadi khasanah Ilmu-ilmu Islam digunakan untuk menilai fakta-fakta yang ditemukannya.
Jika pola pikir Islami anak kuat, maka anak akan selalu menggunakan pemahaman ke-Islamannya untuk merespon berbagai fakta yang dihadapinya. Anak juga tidak mudah terpengaruh oleh pola pikir yang tidak Islami, seperti kapitalisme ataupun komunisme.
Dalam hal ini bisa kita fahami firman Allah SWT:
Katakanlah apakah sama antara orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui, sesungguhnya yang mendapatkan pelajaran hanyalah orang-orang yang berfikir. (QS. Az Zumar 9).
Pola pikir Islami anak yang sudah tumbuh harus diperkuat dengan berbagai cara. Kita bisa membuat program untuk membiasakan anak agar selalu menambah berbagai pengetahuan dan informasi baik dengan membaca buku, menonton program-program edukatif, mengikuti berbagai kajian ke-Islaman, dll.
Buatlah program “melek” fakta actual dan selalu dikaitkan dengan berbagai informasi yang sudah dimiliki dan didasarkan pada aqidah Islam. Dengan cara selalu mengikuti perkembangan terkini dunia dalam berita, skala nasional maupun internasional. Baik melalui berita TV, radio, surat kabar.
Kita juga bisa membuat program dialog dan diskusi mengenai berbagai fakta actual dikaitkan dengan berbagai informasi berdasarkan aqidah Islam. Baik dalam acara di ruang makan/keluarga ataupun dengan membentuk komunitas tertentu.
Buatlah program dimana anak dapat menyampaikan ide secara lisan. Misalnya kita selalu menanyakan pendapatnya tentang berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari.
Juga buatlah program yang mendorong anak untuk terbiasa menulis, agar anak terdorong untuk membaca, meneliti dan berpikir. Mulailah dari hal sederhana misalnya membuat buku harian. Belikan buku harian yang menarik agar anak bersemangat untuk menulis. Atau membuat majalah dinding keluarga, atau majalah dinding komunitas tertentu. Atau memanfaatkan jejaring social yang ada untuk menyebarkan Islam melalui dunia maya.
Menumbuhkan dan Memperkuat Sikap Jiwa Anak yang Islami
Islam sebagai agama yang sempurna, telah memberikan solusi untuk memenuhi semua kebutuhan manusia. Berbagai hukum dalam syariat Islam memberikan jalan keluar terbaik agar manusia dapat memenuhi semua kebutuhannya dengan selamat. Hukum Islam dapat digali dari al Qur’an dan hadits Nabi saw.
Untuk menumbuhkan sikap jiwa anak yang Islami, kita harus menumbuhkan keterikatan anak terhadap syariat Islam. Caranya dengan menguatkan cinta dan keterikatan anak kepada Alloh dan Rasul-Nya melalui berbagai kabar gembira yang dijanjikan di surga dengan segala kenikmatannya, dan peringatan-Nya berupa ancaman siksa yang mengerikan di neraka. Sehingga, anak ketika memenuhi berbagai kebutuhan jasmaniah dan naluriahnya selalu mengingat janji dan ancaman Alloh berupa surga dan neraka.
Sikap jiwa anak yang Islami harus terus diperkuat dengan cara banyak memikirkan berbagai janji dan ancaman Alloh, memperbanyak ibadah sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah saw., memperbanyak tadarrus-tafakkur-tadabbur al Qur’an, sering membaca dan mengingat sejarah perjuangan baginda Rasulullah saw dan para sahabat dalam menyebarkan ajaran Islam, menghayati pengorbanan, kesabaran dan penderitaan para pejuang Islam. Dalam hal ini Rasulullah saw. Bersabda:
“Didiklah anak-anak anda dengan tiga perkara: cinta kepada nabi kalian, cinta kepada keluarga nabi kalian, dan tilawah (membaca) Al Quran” (Al hadits).
Buatlah program khatam qur’an dan hafalan qur’an. Buatlah program control ibadah harian anak baik wajib maupun sunnah. Buat program control akhlaqul karimah anak; jujur, amanah, istiqomah, sabar, berani karena benar, zuhud terhadap dunia, murah hati, rela berkorban untuk Alloh dan rasul-Nya, dermawan dll. Buat program dakwah di lingkungan sekitar rumah, lingkungan sekolah anak, ataupun lingkungan kota.
Hakekat Pribadi Muslim Sejati
Anak yang telah memiliki kepribadian Islam akan ridho dan ikhlas dalam menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhkan larangan-larangan-Nya. Lebih meningkat lagi, anak akan berusaha untuk mengemban dakwah Islam sebagai bukti kecintaannya kepada Alloh dan rasul-Nya. Anak berusaha menyeru teman-temannya untuk menjalankan Islam.Â
Alloh berfirman:Â “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu adalah mereka yang ketika disebutkan nama Alloh bergetar kalbu-kalbu mereka, jika dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya keimanan mereka semakin bertambah, dan hanya kepada Tuhan mereka (Alloh) mereka bertawakkal” (QS Al Anfal: 2).
  Â
Ketrampilan Hidup
Sekolah tidak menjamin semua siswa memiliki ketrampilan hidup. Oleh karena itu, kita harus mendorong mereka agar memiliki berbagai ketrampilan untuk memberikan kemudahan ketika anak menjalani kehidupannya dewasa kelak. Buat program mengenal berbagai macam profesi dan pekerjaannya, mulai dari lingkungan terdekat, sampai berbagai jenis pekerjaan yang ada di dunia. Sehingga anak mempunyai wawasan yang luas tentang berbagai alternative pekerjaan yang dapat dilakukan oleh orang dewasa.Â
Dorong anak untuk dapat menguasai suatu ketrampilan yang diminatinya apakah itu keahlian teknik computer, teknologi informasi (IT), teknik menjual barang, teknik menyablon dan percetakan, seni membuat kerajinan tangan (handy craft) seperti membuat aneka lampu dengan kayu berukir, memelihara tanaman hias dan bertani, budi daya ikan lele, dan lain-lain sebagai bekal kehidupan sehari-hari. Memiliki keahlian dalam suatu bidang kehidupan adalah suatu kewajiban secara syar’i. Di dalam sebuah hadits dikatakan bahwa Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya Allah mewajibkan keahlian dalam melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya (ihsan)…” (Al Hadits).
Khatimah
Semoga Alloh memberi karunia kepada kita berupa anak-anak yang sedap dipandang mata (qurrota a’yun), karena mereka mudah untuk dididik menjadi pribadi muslim sejati, Semoga Alloh memberikan kekuatan kepada kita para orangtua, agar mampu mendidik anak-anak kita dengan segala daya upaya yang kita miliki sehingga mereka menjadi para pejuang Islam yang berada di garis depan barisan umat Islam dan menjadi manusia yang paling bermanfaat buat manusia. Amin Ya Robbal ‘Alamin.Â
Last Updated (Thursday, 09 June 2011 06:54)









