Website ini telah berpindah, silahkan klik, untuk berpindah ke web baru.
Suara Islam Online | Rumah Tangga - Tuntaskan Tawuran Pelajar Saturday, 15 October... | Yang, Dan, Remaja, Dengan, Untuk

Tuntaskan Tawuran Pelajar

altUmmu Hafizh
Ketua Departemen Wanita HDI


Pelajar merupakan generasi harapan yang akan melakukan perubahan menuju masa depan yang lebih baik.  Namun fenomena maraknya tawuran pelajar mulai dari SMP, SMU bahkan sampai mahasiswa Perguruan Tinggi. justru memperlihatkan peningkatan kekerasan dan penurunan moral di kalangan remaja.  Hal ini bisa menjadi tanda-tanda menuju kehancuran suatu bangsa.

Tawuran pelajar menjadi fenomena sosio-kultural yang terkait dengan aspek kehidupan lainnya. Problem ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh guru, pelajar dan polisi, tetapi harus terpadu antara keluarga, sekolah dan masyarakat.

Fakta Tawuran Pelajar

Senjata yang digunakan semakin berbahaya.  Bukan cuma batu dan botol, tetapi ada batu bata, bambu dan kayu, gear motor atau sepeda yang diikat dengan tali, linggis, golok, clurit, pecut pari, penggaris besi, pedang samurai, obor, bom molotov, ikat pinggang berduri atau berkepala besi, besi panjang sampai pemukul golf.  Sehingga korbannya pun bukan hanya terluka tetapi banyak yang sampai tewas.

Penyebab tawuran sering tidak jelas.  Mungkin dianggap telah menjadi tradisi. Kadang hanya sekedar balas dendam atau pun unjuk kekuatan saja. Mulai dari masalah rebutan pacar, tersenggol di suatu acara, atau masalah sepele lainnya.  Namun demikian, tawuran melahirkan dendam berkepanjangan bagi para pelaku yang terlibat di dalamnya sehingga berlanjut terus pada tahun-tahun berikutnya. Jadi, sebenarnya tujuan utamanya hanyalah untuk menunjukkan jati diri dan eksistensinya.

Dari sisi pengembangan masyarakat tawuran menjadi sangat berbahaya karena apabila kaum muda terbiasa menyelesaikan permasalahan dengan kekerasan, maka pada saat dewasa ketika mereka sudah masuk sebagai bagian penting masyarakat, mereka akan cenderung menyelesaikan masalah yang ada dengan kekerasan juga

Fakta Masa Remaja

Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Remaja merasa bukan kanak-kanak tetapi belum mampu mengemban tugas sebagai orang dewasa. Masa remaja penuh dengan tekanan karena ketegangan emosi yang meningkat akibat perubahan fisik dan hormon Remaja berada di antara suasana ketergantungan dan ingin merdeka tidak mau diatur-atur, sehingga tingkah lakunya cenderung labil serta tidak mampu menyesuaikan diri secara sempurna terhadap lingkungannya. Mereka sedang berproses mencari jati diri, melalui aktivitas berkelompok dan menonjolkan keegoannya.

Kalau kelompok sudah terbentuk timbullah ikatan batin untuk menjaga harga diri kelompoknya. Jika kelompoknya diremehkan terbakarlah emosianal mereka. Mereka patuh pada norma kelompoknya yang sangat kuat dan biasanya bertentangan dengan norma masyarakat yang berlaku. Kesatuan dan persatuan kelompok dapat memaksa seseorang untuk ikut dalam kejahatan kelompok, supaya jangan disingkirkan dari kelompoknya. Disinilah letak bahayanya jika nilai yang dikembangkan dalam kelompok sebaya adalah negatif.

Faktor Yang Mempengaruhi Kepribadian Remaja

Secara tidak langsung media massa atau video game yang cukup banyak hanya mengandalkan budaya kekerasan, dengan mudah berakar dalam diri pelajar dan diwujudkan dalam bentuk tawuran.  Maka bimbingan orangtua dalam menyerap informasi media masa sangat penting.  Juga harus ada control dan pembatasan waktu menonton TV.

Remaja sekarang umumnya berasal dari keluarga yang relatif kecil, sehingga mereka tidak memiliki pengalaman berinteraksi dengan beragam pribadi dalam keluarga. Berbeda dengan keluarga generasi sebelumnya yang merupakan keluarga besar sehingga memungkinkan mereka bisa berinteraksi dengan beragam karakter. Pendidikan keluarga amat dominan dalam pembentukan pribadi hingga usia 12-13 tahun. Pengalaman yang miskin interaksi ini berpengaruh ketika remaja memasuki masa muda.  Mereka tidak mampu membina interaksi dan menyikapi masalah-masalah dalam interaksi sosial, sehingga berakhir dengan  tindakan yang tidak bijaksana seperti tawuran.

Upaya Mengatasi Tawuran

Keluarga, sekolah dan lingkungan harus bersinergi untuk membimbing pembentukan kepribadian remaja Disinilah pentingnya peranana keluarga, sekolah dan lingkungan untuk membimbing pembentukan kepribadian remaja yang positif sehingga energy mereka tersalurkan untuk berprestasi di berbagai kegiatan positif. Remaja mengisi waktu luang dengan kegiatan bermanfaat, seperti  kursus, olahraga, kegiatan ekstrakulikuler, dll.

Orangtua harus memberikan cukup perhatian dan kasih sayang, penanaman kedisiplin dan kemandirian,  mengembangkan harga diri anak, menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi,  menciptakan suasana  hangat dan bersahabat yang membuat anak rindu untuk pulang ke rumah, meluangkan waktu untuk kebersamaan, orang tua menjadi teladan untuk tidak berperilaku agresif seperti: memukul, menghina dan mencemooh, menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari – hari, membatasi jam nonton TV dan bermain video game, menciptakan suasana keterbukaan untuk melatih keterampilan social anak.

 Sekolah mengembangkan secara seimbang potensi beragama, berpikir dan berestetika.  Memiliki ruang untuk kegiatan olahraga sebagai wadah penyaluran agresivitas remaja.  Sekolah yang siswanya terlibat tawuran perlu menjalin komunikasi dan koordinasi yang terpadu dengan mengadakan acara-acara bersama aparat kepolisian harus menempatkan petugas di daerah rawan dan melakukan razia terhadap siswa yang membawa senjata tajam, serta menghukum berat siswa yang terbukti tawuran.

Pembentukan Kepribadian Remaja Islam

Orangtua mempunyai tugas untuk membentuk kepribadian Islam dalam diri anak-anaknya. Orangtua harus berusaha membimbing anak-anaknya agar dapat memasuki usia remaja yang biasanya sudah balligh dalam keadaan mampu melaksanakan kewajiban syariat.

Pembentukan kepribadian Islam harus memperhatikan 2 aspek kepribadian, yaitu aspek pola pikir dan sikap jiwa.  Pola pikir akan mempengaruhi sikap jiwa remaja yang dapat terlihat dalam bentuk perilaku.  Remaja Islam harus memiliki pola pikir yang Islami, yaitu pemahaman tentang berbagai hal dengan landasan aqidah Islam.  Dia juga harus memiliki sikap jiwa yang berlandaskan aqidah Islam, yaitu dorongan-dorongan dalam jiwanya yang membuatnya cenderung untuk selalu berbuat sesuai dengan syariat Islam.

Remaja Islam harus banyak belajar Islam, baik dengan cara membaca buku, mengikuti kajian ke-Islaman, berdiskusi mencari solusi Islam..  Dia tahu bahwa ketika dia sudah memasuki usia balligh maka akalnya sudah sempurna, sehingga dia sudah mampu untuk menjalankan kewajiban syariat.  Dia memahami bahwa tujuan hidupnya hanya untuk beribadah kepada Alloh SWT.  Dia harus tahu bahwa sebagai muslim harus dapat menyelesaian masalah dalam berbagai aspek kehidupan menurut Islam.  Dia tahu betul bahwa sesama  muslim itu bersaudara meskipun berbeda kelompok, sekolah, suku, dll.  Dia tahu bahwa menyakiti saudaranya harus dibalas dengan hukuman setimpal (hokum qishosh), kecuali jika dimaafkan dia harus membayar tebusan (diyat) yang sudah ada ukurannya dalam fiqh.  Misalnya merusakkan 1 gigi harus dibayar dengan 5 ekor unta.  Kalau sampai membunuh, harus dibalas dengan dibunuh atau membayar tebusan 100 ekor unta.  Remaja Islam harus tahu adanya kewajiban berdakwah untuk memperjuangkan kemuliaan. Dia harus belajar Islam untuk disebarkan ke seluruh umat manusia.
 
Remaja Islam harus terus memperkuat sikap jiwanya agar dapat menundukkan hawa nafsu yang cenderung mengikuti godaan setan untuk melakukan perbuatan yang tercela.  Dia selalu terdorong untuk berbuat sesuai dengan petunjuk Al qur’an dan As sunnah.  Latihan memperkuat sikap jiwa Islami yang dilakukannya selama sebulan penuh di bulan ramadhan terus dipelihara selama hidupnya.  Seperti membaca dan menghafal  Al qur’an, sholat berjamaah, sholat malam dan sholat sunnah lainnya, berpuasa sunnah, sabar, jujur, mengikuti kepanityaan kegiatan ke-Islaman, banyak berzikir dan berdoa, berkumpul dengan orang-orang yang sholeh, dll.

Remaja yang memiliki kepribadian Islam yang kuat akan dapat menolak setiap godaan dan ajakan untuk melakukan perbuatan yang melanggar perintah Alloh SWT termasuk tawuran.
 

 
More Articles...
PENCARIAN
Advert