Manusia Berdosa, Tuhan Mati Menebus Dosa?, Menjawab Buku Penodaan Islam di Gramedia (1)
| Kristologi |
A. Ahmad Hizbullah MAG
[www.ahmad-hizbullah.com]
Buku “Sang Putra dan Sang Bapa; Kristen dan Islam” yang dijual bebas di toko buku Gramedia mengundang reaksi keras dari umat Islam karena sarat hujatan terhadap Islam. Beberapa hujatan dalam buku setebal 197 halaman yang diterjemahkan dari edisi Inggris “Christianity and Islam: The Son and The Moon” karya Curt Fletemier, Yusuf dan Tanti, misalnya:”Melecehkan Al-Qur'an dengan menyebut ayat-ayat Al-Qur'an tidak masuk akal (hlm 17); Al-Qur'an tidak cocok bagi Muslim yang berakal sehat dan berperikemanusiaan (hlm. 26); ayat-ayat Al-Qur'an tumpang tindih (hlm. 113); ada lima ayat Al-Qur'an yang disebut sebagai ayat-ayat setan (hlm. 138-139); Al-Qur'an berisi ayat-ayat kontradiktif/bertentangan satu sama lainnya (hlm 155); Al-Qur'an mengalami kesalahan penulisan (hlm 164), dll.
Menghujat Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW dengan menuding Allah bertindak ganjil dalam Al-Qur'an ketika bersumpah (hlm. 140); Nabi Muhammad adalah orang yang kurang pengetahuan (hlm. 142); Nabi Muhammad adalah manusia yang berdosa, sama seperti manusia yang lainnya (hlm. 177).
Menghina ibadah kaum Muslimin dengan menuduh semua ibadah umat Islam dalam rukun Islam meniru langsung kepada praktik penyembahan berhala (hlm 146); ibadah shalat umat Islam identik dengan praktik ritual penyembah dewa bulan (hlm. 148); ibadah puasa Ramadhan diajarkan Nabi Muhammad dengan meneruskan praktik keagamaan agama penyembah berhala (hlm. 148); ibadah haji adalah ritual yang berasal dari praktik penyembahan berhala (hlm. 146).
Tindakan Gramedia menjual buku yang memancing kerusuhan umat beragama itu memang keterlaluan. Pasalnya, buku tersebut tergolong buku gelap, karena penerbitnya tidak mencantumkan alamat jelas. Penerbit yang menamakan Sonrise Enterprise hanya mencantumkan email dan nomor kontak 08881613377 yang tidak bisa dihubungi karena sudah tidak aktif alias mati.
Maka tak heran jika Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. Slamet Effendi Yusuf mengecam Gramedia sebagai penjual buku sampah.
“Kami meminta agar toko buku itu (Gramedia) agar selektif, dan tidak memancing kemarahan umat Islam. Tentu, akan lebih baik agar toko buku itu menarik buku yang bisa merusak suasana dan mengganggu kerukunan antar umat beragama,” tegas Slamet. Menurutnya, buku penodaan yang dijual di Gramedia itu adalah garapan kelompok fundamentalis Kristen yang sangat berpotensi menimbulkan gejolak seperti yang terjadi di Temanggung beberapa bulan lalu.
Ironisnya, meski penuh dengan hujatan terhadap Islam, Al-Qur'an dan Nabi Muhammad, sang penulis berani mengklaim bukunya sebagai bentuk kasih-sayang terhadap umat Islam.
“Apakah pembaca yang budiman adalah seorang Muslim? Membaca buku ini mungkin merupakan cara terbaik untuk menguji iman Anda” (hlm 7 alinea ke-3).
“Jadi, kesimpulannya bahwa buku ini pertama dan terutama ditulis untuk orang Kristen... dan terakhir bagi orang Muslim yang berpikiran terbuka” (hlm 7 alinea ke-7).
“Buku ini sama sekali tidak ditulis dari hati yang benci atau tidak senang terhadap orang Muslim. Kami mengasihi orang-orang Muslim. Buku ini ditulis dengan ketulusan hati pengikut Kristus yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang tinggi.” (hlm 9 alinea ke-4).
Kata-kata ‘kasih’ dan ‘ketulusan’ yang keluar dari mulut evangelis Kristen itu patut diragukan seratus persen. Jika mereka tulus mengasihi umat Islam dengan buku tersebut, mengapa mereka tidak menulis nama dan alamat terang penerbit? Mengapa mereka justru memajang nomor telepon palsu?
Selain itu, pada bagian lain disebutkan bahwa tujuan inti buku penodaan agama itu adalah untuk meneguhkan iman kristiani kepada Yesus Kristus. “Buku ini ditulis terutama bagi orang-orang Kristen, guna meneguhkan iman mereka kepada Yesus” (hlm 127 alinea 1).
Dengan demikian, jelaslah bahwa sang evangelis Kristen mengasihi umat Islam sekaligus mengokohkan iman kristiani dengan hujatan terhadap Islam, Allah SWT, Nabi Muhammad SAW dan Al-Qur'anul Karim. Mereka menyamakan makna KASIH dan HUJAT.
Jargon-jargon mengasihi umat Islam dari mulut para penginjil adalah kebohongan besar atas nama Yesus untuk misi Kristenisasi. Kebohongan untuk misi ini sesuai dengan ajaran Paulus: “Tetapi kalau kebohonganku menjajakan kebenaran Allah, bagaimana mungkin aku dihukum sebagai pendosa?” (Roma 3:7, Alkitab Arnoldus Ende-Flores 1969).
Para penginjil mengidolakan praktik kebohongan misi untuk meninggikan nama Yesus, padahal dalam Yohanes 8:44, Yesus mengecam para pendusta sebagai hamba iblis, bukan hamba Tuhan!!
(BOX)
Manusia yang Berdosa Kepada Tuhan, Kok Tuhan yang Mati Menebus Dosa?
Berbagai hujatan terhadap ajaran Islam dilakukan oleh Curt Fletemier, Yusuf dan Tanti untuk memaksakan doktrin kristiani tentang ketuhanan Yesus kepada umat Islam. Menurut tiga evangelis itu, sangat logis jika Tuhan menjelma menjadi Yesus untuk mati menebus dosa manusia, karena tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
“Manusia menjadi Tuhan itu mustahil, tetapi Tuhan menjadi manusia itu dapat terjadi. Tuhan Maha segalanya, dan oleh karena kasih-Nya yang besar Ia rela turun menjadi manusia, bahkan mati untuk menggantikan hukuman dosa” (hlm. 16).
Berulangkali, ketiga penulis ini mendoktrin umat Islam agar mau mengimani Yesus sebagai penjelmaan Tuhan yang mati untuk menebus dosa, antara lain ditekankan pada halaman 83 berikut:
“Tuhan telah memberikan jalan keluarnya bagi kita, yang perlu kita lakukan adalah mengakui bahwa kita berdosa, dan percaya pada pengurbanan Yesus. Bicaralah kepada-Nya dalam doa, dan terimalah Yesus sebagai Tuhan.”
Menurut mereka, sangat mungkin bila Tuhan menjelma menjadi manusia lalu mati untuk menebus dosa, karena Tuhan itu Maha Segala-galanya. Inilah rumusan teologi ‘otak-atik.’ Akal sehat dijungkirbalikkan untuk meyakini doktrin bahwa Yesus adalah manusia penjelmaan Tuhan yang mati tragis di tiang salib untuk menebus dosa manusia.
Teologi otak-atik evangelis ini sangat batil dan bertolak belakang 180 derajat dengan akidah Islam. Menurut akidah Islam, meski Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Qs. Al-Ma’idah 72), tapi jangan lupa, Allah juga memiliki sifat Maha Suci (Al-Quddus) dari sifat-sifat tercela (Qs Al-Hasyr 23; Al-Jumu'ah 1).
Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah SWT itu “laysa kamitslihi syay-un” (tidak ada sesuatu apapun yang menyerupai atau serupa dengan Allah).
“Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan Dia (Allah). Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Qs. Asy-Syura 11).
“Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia (Allah)” (Qs. al-Ikhlash 4).
Bila teologi otak-atik evangelis itu diterapkan, alangkah rusaknya keimanan dan logika manusia? Dengan kaidah bahwa Tuhan Maha Segala-galanya, maka dipahami bahwa tak mustahil Tuhan menjelma menjadi apa saja, termasuk menjadi manusia lalu mati menebus dosa.
Dengan logika yang sama-sama nakal, harus dipahami bahwa tidak mustahil dan bisa saja Tuhan menjelma menjadi kucing, anjing, babi, tokek, jangkrik, tikus, cicak, ular dan binatang menjijikkan lainnya. Bukankah kata evangelis, Tuhan Maha Segala-galanya? Dan tak ada larangan dalam Bibel bagi Tuhan untuk menjelma menjadi binatang?
Sang evangelis berargumen bahwa “manusia menjadi Tuhan itu mustahil, tetapi Tuhan menjadi manusia itu dapat terjadi karena Tuhan Maha segalanya.” Dengan argumen yang sama dapat kita pinjam logika evangelis: “Tokek menjadi Tuhan itu mustahil, tetapi Tuhan menjadi tokek itu dapat terjadi karena Tuhan Maha segalanya.” Mana yang lebih mungkin, tokek menjadi Tuhan atau Tuhan menjadi tokek? Na’udzubillah min dzalik. Inilah logika rusak buatan evangelis.
Bibel tidak mengajarkan Asmaul-Husna, sehingga meyakini Tuhan Maha Segalanya dan bisa menjelma menjadi apa saja, misalnya: menjadi manusia yang duel dengan Yakub (Kejadian 32:28); menjadi burung merpati (Yohanes 1:32); seperti perempuan hamil yang mau melahirkan (Yesaya 42: 13-14); Tuhan kelihatan kaki-Nya (Keluaran 24:10); Tuhan kelihatan punggung-Nya (Keluaran 33:23); Tuhan lupa ketika marah (Ratapan 2:1); Tuhan mencukur kepala dan bulu paha (Yesaya 7:20); Tuhan mengaum (Yeremia 25:30); Tuhan bersiul (Zakharia 10:8); dll.
Keyakinan evangelis bahwa Tuhan menjelma menjadi manusia untuk mati disalib menebus dosa, menurut akidah Islam, lebih batil lagi. Jika manusia berbuat dosa, seharusnya manusia itu sendiri yang harus menyesal, bertobat, tidak mengulangi kesalahan, mohon ampun (istighfar) kepada Tuhan dan memperbaiki kesalahan dengan memperbanyak amal shalih.
Sungguh aneh jika manusia yang berbuat dosa kepada Tuhan, lalu Tuhan yang harus mati untuk menebus dan mengampuni dosa manusia? Aneh bin ajaib teologi otak-atik evangelis Curt Fletemier ini! []
-
|2011-08-09 14:24:07 Babah Liem - Gak heran, lah.
Gak heran, lah. Namanya juga agama jadi-jadian. Tiap tahun pun isinya berubah sesuai kehendak manusia. Tahun 1960-an babi, tahun 1980-an jadi babi hutan. Logikanya, tahun 1960-an orang, tahun 1980-an jadi orang hutan, dong? Jadi ini agama untuk orang hutan? Gak heran di barat agama ini ditinggalkan pemeluk2-nya. Karena tidak masuk akal.
-
Para misionaris selalu memutar balikkan fakta,Islam adalah agama yang rasional,justru agama nasrani ajarannya sangat tidak masuk akal.kita bisa melihat dengan kasat mata bahwa, karena kebenaran Islam sehingga tidak sedikit orang-orang kristen baik itu orang awam maupun tokoh- tokoh agama yaitu para pendeta dan intelektual kristen baik dalam negri maupun manca negara, mereka berbondong-bondong masuk agama yang mulia yaitu Islam. kesimpulannya, Orang kristen masuk islam karena kebenaran dan kecerdasannya,mereka itu orang-orang pintar gitu lho. sedangkan orang islam yang masuk kristen(murtad)yaitu orang-orang bodoh, lemah iman dan di bawah garis kemiskinan yang rela menjual aqidah demi sembako,seharusnya mereka harus berfikir.
-
|2011-08-10 01:53:48 udianzah - pembela islam
Pendusta akan mendapatkan balasannya, sebagaimana tewasnya sang pendeta pembakar Al-Quran, yang amat mengenaskan, tunggu giliranmu hai sang pendusta...!
-
Memang kerjanya Evangelist itu memutar balik kebenaran dengan menghalalkan segala cara, mereka tidak takut dosa. Padahal dalam islam jelas sekali ayat yang menyerukan "tidak ada paksaan dalam agama" dan ayat lain menekankan "agamamu adalah agamamu dan agamaku adalah agamaku". Artinya tidak usah mencampuri urusan agama lain apalagi kalau hanya beromong kosong dengan pengetahuan yang kosong. Tunggulah azab Allah tidak akan meleset !
-
|2011-08-13 03:57:58 Liem Ban Piet - Tuhan mati?
Kalau tuhan mereka mati, agama mereka juga ikut mati, dong. Terus tuh jemaatnya gak ada yang mati. Yang memerintahkan malaikat mencabut nyawa manusia khan Tuhan. Yang memerintah mati, berarti jemaatnya gak ada yang dicabut nyawanya. Terus gak ada kiamat, gak ada pengadilan terakhir untuk menentukan masuk neraka apa masuk sorga. Khan semua jemaat masuk sorga, entah itu pemerkosa, pembunuh, maling, koruptor, tukang jambret, penodong, dsbnya. Neraka kosong, hanya dihuni oleh tuhan mereka yang menebus dosa mereka (jumahnya miliaran lho). Surga mereka penuh sesak jadi sumpek dan panas. Neraka mereka kosong sehingga nyaman. tuhan mereka bener2 pinter. Yang goblog jemaatnya, dikibulin abis-abisan. haha
-
|2011-08-15 11:20:06 Yans
Kebiasaan salibis,dg slogan kasih dan tulus nyatanya culas, licik dan pengecut. Penerbit dan penjual bisa memancing provokasi, sudah ditarik dari peredaran belom buku ini.
-
|2011-08-17 08:14:43 butul tuh - takkan ridho
hidayah memang mahal>>>sampaika[panpun yahudi dan nasrani idak akan ridho dgn islam...seandainnya mereka tau bhw yessuss itu diankat melalui konsili nicea(muktamar nicea)oleh kaisar konstantin dgn pendeta yg hanya stuju(karena bnyk yg g se7)pd 325M...maka mereka akan terguncang,,,bhw yessus adalah benar2 nabi isa ssuai keyakinan islam>>>>tp para gereja menyembunyikan fakta ini
-
|2011-08-26 14:30:35 Arif Abdillah - Mujahidin
Seiman dan seakidah yaitu Islam. jangan sampai kita terprovokasi oleh laknatullah karena kalo kita terprovokasi maka kita umat Islam bercerai-berai. Orang Kristen laknatullah itu menggunakan segala macam cara yang terjelek melebihi setan dia lakukan untuk memalingkan keyakinan kita. Orang kristen itu adalah bukti nyata orang tidak jujur karena dari kitabnya tidak kuat melaksanakan injil sebenarnya maka dia rubah dengan perjanjian baru. Pembohong karena mebohongi jemaatnya dan orang lain dan sebaginya bentuk kejahatan yang ada dalam hati dan diri mereka.
-
|2011-09-02 08:09:10 cantik selalu - jangan uji kesabaran kami....
Islam hanya untuk kaum yg berfikir,,,,dan tak ada hak makhluk manapun di alam semesta ini menguji keimanan ataupun keislaman seorang muslim,,,kecuali Allah,SWT....itu bukan uju keimanan,,itu mancing2 amarah,,,untuk kehidupan muslim bsa bersabar,,,tp aqidah dihina dan dilecehkan??,,sama artinya perang....
-
|2011-09-02 08:15:31 fanela - penodaan agama
Kalo yesus adalah tuhan kenapa pas dikejar kejar maci manggil2 ely ely yg brati tuhan... ah org2 yg menulis buku itu cuma kurang positif dan tidak ada hati tenang....
semoga orang2 yg menulis buku itu diampuni oleh Allah... karna Allah maha besar Allah THe King Of Truth...
-
|2011-09-02 08:46:51 jarzit
BIARLAH KBENCIAN MEREKA TERHADAP ISLAM AKAN JADI MALAPETAKA KELAK DI NERAKA...SEMOGA SAJA MEREKA MENDAPATKAN HIDAYAH....
-
|2011-09-02 08:57:28 elma
umat Islam tidak perlu resah dengan ulah para misionaris itu. mereka sudah kehabisan akal untuk membuktikan kebenaran agamanya yang semakin terkikis oleh perkembangan jaman, agama yang tidak masuk akal dan tidak sesuai dg perkembangan ilmu pengetahuan masa kini. betapa mereka iri dengan kehebatan kitabsuci Al Qur'an yang sudah terbukti kebenarannya dengan penelitian ilmiah dan teknologi canggih. jadi mereka melakukan cara-cara rendah dengan mengolok-olok spt anak kecil yg tdk berdaya
Sebagai umat Islam yang memahami 2 pokok pedoman hidupnya yaitu Al Qur'an & Hadits pasti akan lebih kokoh keimanannya karena kebenaran-kebenaran yang ditunjukkan Allah Ta'ala dan tidak terpengaruh sedikitpun oleh propaganda mereka yang sesat. InsyaAllah
-
|2011-09-02 09:29:45 sobarudin
begitulah sikap tindak mereka sejak masa Rosulloh, selalu berupaya memecah belah umat Islam, Ya Alloh Ya Robbana Ya Rohman Ya Rohim,,,, mantapkanlah iman dan Islam kami, teguhkanlah hati kami dalam taat dan taqwa hanya kepada Mu Ya Robb,,, amin ya Robbal'alamiin
-
|2011-09-02 09:38:15 vio - pakai rasional dong
Wow..ternyata sekrg dajalnya sudah ketahuan siapa..jadi wahai saudaraku semuslim lihat dgn jeli..skrg dajal sudah menampakkan diri dgn keluarnya buku laknat ini..adl antek2 nya dajal..ingat misi dajal dlm hal ini mereka tidk suka manusia menyembah Allah semata makanya mereka menyebrkan berita bohong utk mengoyahkan iman kita, memutarbalikan fakta, rasional dong yg ada di hari kiamat dosa di tanggung masg2 mana ada Tuhan rela mati demi menebus dosa manusia itu sih akal2an penzina, dan pendosa aja biar leluasa bertindak bejat. Nanti lama2 manusia kyak binatang gak aturan yg jelas. Justru Al Quran turun utk meninggikan derajt manusia eh malah si bibel palsu krgn manusia utk merubah moral dr yg beradab jd tidak beradab naujubihiminzalik..
-
|2011-09-02 10:00:25 ewa
Mereka hanyalah itu orng2 yg bodoh (mencoba merusak akidah umat islam ),,yesus di salip,,untuk penebus dosa,..masa tuhan bs di gantung,...kasihan bnget Ϋªª. ...(◦'⌣'◦)• Org bodoh yg tdk berfikir...
-
|2011-09-02 10:07:53 djoe al islami - gramedia
Sy sebagai muslim ga rela Tuhan dan Rosulku di hujat oleh orang kafir yg goblok paus wong Tuhan kok mati, utk toko gramedia diakan memang sarana dakwah orang kafir kl berulah lg mending kita bakar aja sekalian gramedia group krn utk jihad memang perlu pengorbanan tp kl pemerintah hanya diam saja...
-
|2011-09-02 11:15:21 Anonymous
pendeta itu tau islam agama benar, pendeta ketakutan tidak punya jemaat yang bisa ngasih uang untuk gerejanya...
-
|2011-09-02 12:00:35 surya
mereka-mereka umat nasrani pun juga penyembah berhala seperti nenek moyangnya, serta menduakan tuhannya.secara logika waras kita sebagai muslim kalau TUHAN telah menebus dosa mereka, BUAT APA LAGI MEREKA BERBUAT BAIK? DAN KENAPA MEREKA TAK BERBUAT JAHAT SAJA. toh Tuhan telah menebus dosa mereka.
-
|2011-09-02 15:41:01 ayang - penebus dosa
Seorang ayah yang baik hati memiliki anak yang sangat berkualitas, pandai, rajin, kreatif, baik hati, rela berkorban untuk sesama.Suatu hari dia bertemu dengan penjahat yang ketakutan akan ditangkap polisi dan akan dipenjara. Si ayah yang baik hati ini ingin menolong penjahat ini, berkata: "jangan kuatir, kesalahanmu akan ditanggung oleh anakku. Dia yang akan dihukum mati demi membebaskanmu".Si ayah ini baik hati atau bodoh ??????????
-
|2011-09-04 22:11:47 ahmad-mujahidin
itulah orang-orang kafir,orang-orang munafik menghalalkan segala cara untuk menghancurkan umat islam ini.. "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” [Al Baqarah:10]
“Kecelakaan besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa” [Al Jaatsiyah:7]
-
|2011-09-05 10:37:49 djoko prih siswanto - janji Allah SWT pasti datng dantepay
agamamu agamamu, agamaku agamaku...kita umat muslim tidak usah bimbang dan ragu percayalah surga dan neraka ditanggung sendiri-sendiri...janji Allah SWT pasti datang dan ditepati
-
|2011-09-05 15:01:02 Bondet
Yesus ... ???
mosok tuhan ber-"alat vital", kalo gitu ayo gede-gedean ukuran "alat vital",
pasti bisa gedean punya ciptaanya (manusia) daripada punya tuhan
lucu ...
-
|2011-09-07 03:22:29 ali - tutup gramedia......
adili yang punya gramedia....berani kali dia jual buku provokator....









