Website ini telah berpindah, silahkan klik, untuk berpindah ke web baru.
Suara Islam Online | Dari Ambon Ke Solo: Waspadai Upaya Adu Domba ! - Dari Ambon Ke Solo: Waspadai Upaya Adu Domba !... | Dan,

Dari Ambon Ke Solo: Waspadai Upaya Adu Domba !

Kaum muslimin rahimakumullah,

Tepat hari Ahad 11 September 2011 terjadilah kerusuhan di Ambon. Kerusuhan yang dipicu peristiwa terbunuhnya tukang ojek muslim bernama Darwin Saiman di perkampungan kristen Gunung Nona itu telah menimbulkan korban di pihak muslim sebanyak lima orang wafat terbunuh, 42 orang luka tembak, dan 62 orang luka berat.   Disamping itu ada sekitar 160 rumah kaum muslim dibakar, 38 rumah rusak berat, dan satu masjid dibakar, yakni masjid Jami Al Mukhlisin. Sebanyak 2242 warga muslim yang kehilangan tempat tinggal atau lokasinya rawan mengungsi di masjid Al Fatah dan sejumlah lokasi SDN. Lebih dari seribu aparat Brimob telah didatangkan dari Makassar, Jawa Timur dan Kalimantan untuk menjaga keamanan dan mencegah agar tidak terulang bentrok. Namun sejauh ini, walau pemerintah terkesan menekan media agar mengatakan situasi keamanan di Ambon sudah kondusif, situasi boleh dikatakan masih tegang, dan bentrokan sewaktu-waktu bisa terjadi seperti yang terjadi pada Jumat (23/09) lalu.

Tepat dua minggu setelah meletusnya kerusuhan Ambon, terjadilah ledakan bom bunuh diri di gereja GBIS Solo (Ahad, 25 /09). Ada sejumlah orang luka-luka dan korban tewas diduga pelaku pengebom.  

Berbeda dengan kasus kerusuhan Ambon yang direspon dengan adem ayem, kasus pengeboman gereja telah membuat pers hingar bingar mengutuk pengeboman dan para pejabat pemerintah, bahkan presiden SBY sendiri dengan sigap membuat konferensi pers dan mengutuk pelaku pengeboman, yang baik tersirat maupun tersurat kutukan itu dialamatkan kepada umat Islam, khususnya mereka yang dicap sebagai kaum radikal. Bahkan presiden menunjukkan empatinya yang begitu mendalam kepada korban pengeboman gereja, dengan menyatakan bahwa pemerintah akan menanggung segala pembiayaan pengobatan para korban. Suatu empati yang tidak diberikan sama sekali kepada ribuan pengungsi muslim di Ambon sana yang diliputi rasa takut yang merasa terancam setiap saat setelah rumah mereka rusak dan ludes terbakar. Tentu saja empati yang tidak  adil tersebut membuat tanda tanya besar (?)!

Kaum muslimin rahimakumullah,

Para pengamat menilai ada benang merah antara kasus kerusuhan Ambon dan kasus pengeboman Solo, yakni suatu peristiwa yang tampak sengaja dibuat untuk mengadu domba rakyat muslim dan kristen, alias bentrok antar agama, yang  mengalihkan  isu di Jakarta yang sangat memojokkan pihak-pihak yang berkuasa, yakni isu korupsi, terutama setelah pengakuan politisi muda bendahara umum partai berkuasa, Nazaruddin, kasus surat palsu yang terjadi di KPU yang mengancam 40 persen kursi DPR sebagai tidak sah, kasus bail out Century, kasus mafia pajak, dll. Analisa ini tampaknya juga sudah dirasakan oleh kebanyakan orang awam, karena sangat terang benderangnya kasus korupsi dan ketidakseriusan penguasa dalam memerangi korupsi.   Dugaan semakin kuat bahwa ada maksud pengalihan isu di balik kasus bom Solo terutama setelah Habib Rizieq Syihab, Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) bersama sejumlah ulama dan habaib dan sejumlah tokoh politik dan ekonomi di negeri ini serta para pemuda dan mahasiswa serta aktivis anti korupsi  mendeklarasikan Laskar Anti Korupsi dan seruan “jihad melawan korupsi”  di depan gedung KPK Kamis lalu (22/09). Oleh karenanya, kasus Solo maupun Ambon tidak boleh menyurutkan perjuangan membersihkan negara kita ini dari kejahatan korupsi yang telah mensandera kekayaan rakyat bertriliyun-tiriliyun! Bila negara kita bersih dari praktik-praktik korupsi dan kong kalikong dengan perusahaan-perusahaan asing yang telah merampok kekayaan alam kita, insyaallah negara ini mampu menjamin pendidikan dan kesehatan yang layak bagi seluruh rakyat tanpa mereka harus mengeluarkan biaya sepeser pun!

Kaum muslimin rahinmakumullah,

Kemungkinan permainan intel asing dalam rekayasa adu domba rakyat di negeri ini juga tidak boleh diabaikan. Pernyataan Jenderal Ryamizard Ryacudu, pejabat  KSAD waktu itu bahwa ada sekitar 60 ribu intel asing beroperasi di Indonesia, juga tidak boleh dilupakan. Mantan Direktur BIN, Dr. AC Manulang melihat kemungkinan peranan intel asing itu. Manulang yang beragama Nasrani mengatakan bahwa selama ini dilakukan penyesatan opini melalui media bahwa seolah-olah pelaku pengeboman adalah para aktivis Islam. Ini jelas keliru sekali, katanya. Padahal pelakunya sudah disiapkan. Kenapa intel asing dibiarkan? Seharusnya intel Indonesia melakukan kegiatan contra inteligent (Metro TV, 26/09). Dengan analisa Manullang, jelas bahwa tuduhan bahwa pengeboman dilakukan oleh kaum Islam, khususnya para pejuang yang dicap fundamentalis dan radikalis adalah salah alamat, atau suatu fitnah yang disengaja!  Hasbunallah wani’mal wakil!

Kaum muslimin rahimakumullah,

Mengingat berbagai situasi yang semakin tidak menentu tersebut, sudah seharusnya umat Islam merapatkan barisan, dan membentuk kesadaran dan kewaspadaan umum, bahwa umat Islam kapan saja bisa menjadi sasaran fitnah dan sasaran serangan oleh pihak-pihak tertentu yang anti Islam (Islamophobia) di mana saja di seluruh wilayah NKRI. Maka semua tokoh dan pimpinan umat Islam hendaknya melakukan komunikasi dan koordinasi agar bisa dibentuk pertahanan internal umat Islam, agar bisa mengatasi segala ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan terhadap umat Islam dan institusi-institusi milik umat Islam. Dan komunikasi para pimpinan umat Islam dengan aparat keamanan baik Polri maupun TNI hendaknya ditingkatkan supaya segala ancaman dan ganguan apapun bisa dicegah dan diatasi secara dini. Bukankah Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama! (QS. An Nisa 71),

Baarkallahu lii walakum




 

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
 
PENCARIAN
Advert