Website ini telah berpindah, silahkan klik, untuk berpindah ke web baru.
Suara Islam Online | Gerakan Baca Al Quran - Gerakan Baca Al Quran Thursday, 22 September 20... | Yang, Quran, Dan, Ini, Dengan

Gerakan Baca Al Quran

altKaum muslimin rahimakumullah,
 
Dalam tahun ajaran baru 2011/2012 ini, 70 persen dari sekitar 1000-an mahasiswa baru Universitas Ibnu Khaldun Bogor didapati tidak bisa membaca Al Quran.  Tentu ini berita sedih buat kita semua.  Innalillahi wainna ilaihi raajiun!
 
PR bagi para pejabat dan dosen universitas yang dirintis tokoh Masyumi, Almarhum KH. Soleh Iskandar, agar sekitar hampir 1000 mahasiswa yang tidak bisa baca Al Quran itu segera ditatar membaca kitab Suci Al Quran.   Dan ini sekaligus warning buat kita semua, jangan-jangan gejala tidak bisa membaca Al Quran itu telah meluas kepada para remaja dan pemuda kita, para pelajar dan mahasiswa kita. 
 
Sebab, trend yang ada selama ini, belajar iqra dilakukan ketika anak-anak belajar di TK Islam/Raudlatul Athfal, lalu mereka melanjutkan ke TPA hingga tamat SD.  Setelah masuk SMP umumnya anak-anak yang sudah puber sudah tidak mau lagi ke TPA.  Mereka memenuhi warnet-warnet dan sibuk di sana dengan game, facebook, twitter, dll.  Lebih-lebih lagi setelah hand phone bisa internetan dan Blackberry menjalar di kalangan remaja, maka TPA, madrasah, dan masjid cenderung menjadi sepi dari kaum remaja. Umumnya masjid dikunjungi oleh kalangan dewasa khususnya pensiunan. 
 
Inilah realitas anak-anak umat hari ini. Ini masalah serius. Pendangkalan aqidah yang terjadi akibat reformasi politik dan budaya yang kebablasan telah menjadikan para pelajar, mahasiswa, dan pemuda remaja kita telah kehilangan tradisi membaca Al Quran, kehilangan perhatian terhadap Al Quran, dan pada gilirannya kehilangan perhatian terhadap agama sebagai pedoman hidup. 
 
Kaum muslimin rahimakumullah,
 
Sebelum keadaannya semakin runyam, maka perlu diwujudkan suatu gerakan nasional Baca Al Quran, Gerakan Baca Al Quran (GBQ).   Menteri Agama, cq. Dirjen Bimas Islam yang paling bertanggung jawab terhadap hal ini, hendaknya mencanangkan GBQ itu menjadi program prioritas nasional.  Sebab, Al Quran adalah pedoman hidup mayoritas bangsa ini.  amun faktanya, diakui atau tidak, tradisi membaca Al Quran masih lemah.  Masih terbatas. Bahkan, sebagai gerakan masyarakat yang fenomenal, mungkin masih terbatas pada tadarusan tahunan di bulan  Ramadhan.  Itupun tidak diikuti oleh semua orang yang ikut solat trawih.  Kalau ada seratus sampai lima ratus jamaah sholat tarawih, mungkin yang melanjutkan dengan tadarus Al Quran hanya sekitar lima sampai sepuluh orang saja. Tentu ini sangat memprihatinkan. Lebih memprihatinkan lagi, umumnya masyarakat muslim yang membaca Al Quran juga tidak tahu arti dari ayat-ayat yang dibaca. Hanya sedikit yang langsung mengerti artinya. Juga sedikit yang mau bersusah-payah membaca terjemahannya. Lebih-lebih membaca atau mengkaji tafsirnya. Apalagi menggali (istinbath) hukum syariah yang tarkandung di dalamnya sebagai solusi problematika kehidupan. Ini tentu akibat dari persepsi umum yang salah terhadap kehidupan, dan persepsi umum yang salah terhadap Al Quran.
 
Kaum muslimin rahimakumullah,
 
Al Quran adalah pedoman hidup manusia (hudan linnaas, QS. Al Baqarah 185), dan lebih khusus lagi petunjuk hidup bagi orang-orang yang bertaqwa (hudan lil muttaqiin, Qs. Al Baqarah 2).  Bagaimana mungkin Al Quran dijadikan petunjuk kalau tidak pernah dibaca dan dipelajari? Bukankah Allah SWT memerintahkan kita untuk membacanya, sebagaimana firman-Nya:

“dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan”. 
(QS. Al Muzammil 4)
 
Bukankah kita dituntut untuk mengerti apa yang Allah firmankan dalam Al Quran sebagaimana Allah SWT menurunkan Al Quran kepada bangsa Arab yang berbahasa Arab dengan bahasa Arab agar difahami?  Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. (QS. Yusuf 2).
 
Bukankah kita harus mempelajari Al Quran agar memahami makna dan hukum-hukum syariat Allah SWT yang dikandung ayat-ayatnya?. Dan bukankah Allah SWT telah menegaskan bahwa Al Quran itu mudah bagi mereka yang mau mempelajarinya?. Dia SWT berfirman:

dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS. Al Qamar 17,22,32,40).
 
Kaum muslimin rahimakumullah,

 
Urgensi dan kemaslahatan umat Islam Indonesia hari ini adalah menjadikan Al Quran sebagai bacaan wajib setiap individu umat, agar masing-masing individu umat menjadi orang yang bertaqwa, yang takut kepada peringatan dan adzab Allah, dengan petunjuk ayat-ayat Al Quran yang selalu mereka baca setiap hari, siang-malam, baik ayat-ayat tentang halal haram, tentang kenikmatan surga maupun tentang berbagai azab neraka yang mengerikan!. Agar umat ini memahami bahwa hidup yang sebenar-benarnya adalah kehidupan akhirat, dan bahwa dunia hanyalah bagaikan tempat singgah untuk mengambil perbekalan, agar hidup bahagia di akhirat kelak. Agar masing-masing individu umat ini faham bahwa hidup di dunia ini hanyalah beribadah kepada Allah SWT, baik ibadah khusus seperti sholat, shaum, zakat, haji, baca Al Quran, maupun ibadah yang bersifat umum seperti menuntut ilmu pengetahuan, memiliki ketrampilan hidup dan menguasai teknologi kehidupan, mencari nafkah untuk menghidupi anak istri serta keluarga yang menjadi tanggungannya,  berbakti kepada kedua orang tua, membantu mereka yang membutuhkan, memberikan makan kepada orang-orang yang lapar, memberikan pakaian kepada orang-orang yang telanjang, dan memenuhi kebutuhan hidup orang yang membutuhkan, dll.

Dengan membaca Al Quran, para penguasa akan memahami bahwa mereka wajib menjaga keseimbangan ekonomi di masayarakat (QS. Al Hasyr 7), agar tidak terjadi jurang yang lebar dan dalam antara si kaya dengan si miskin.   Mereka wajib mengerahkan pasukan kaum muslimin menjaga perbatasan negeri-negeri mereka dari serangan kaum kuffar (QS. Ali Imran 100), memerangi kaum kuffar yang menyerang kaum muslimin (QS. Al Baqarah 190-191), memutuskan hokum secara adil walau kepada musuh (QS. Al Maidah 8), dan memutuskan segala perkara perselisihan di masayarakat, baik muslim maupun non muslim, dengan hokum syariat yang diturunkan Allah SWT (QS. Al Maidah 49), tidak melakukan tindakan mengkorupsi harta umat untuk kepentingan pribadi (QS. Ali Imran 161), dan tidak tergoda oleh suap yang ditawarkan  kaum kaya untuk memenangkan perkara mereka untuk memakan harta orang secara batil (QS. Al Baqarah 188), dll. Dengan membaca Al Quran, para ulama dan tokoh masyarakat serta komunitas umat Islam bisa melakukan tradisi umat dalam dakwah dan amar makruf nahi mungkar (QS. Ali Imran 104, 110) sehingga menyelamatkan manusia dari fitnah yang bisa jadi musibah umum, tidak  hanya menimpa mereka yang jahat (QS. Al Anfal 25). 

Di sinilah pentingnya gerakan membaca Al Quran, dengan bacaan yang benar, dengan mendengarkan bacaan Al Quran secara khusyu’, dan dengan mempelajari makna kandungan ayat-ayatnya, baik kandungan kisah-kisah untuk diambil pelajaran (ibrah) yang ada di dalamnya maupun kandungan hokum-hukum syariah untuk mengatur kehidupan. Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu…”
(QS. Al Anfal 24).
 

Baarakallahu lii walakum…

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
 
PENCARIAN
Advert