Website ini telah berpindah, silahkan klik, untuk berpindah ke web baru.
Suara Islam Online | Bangkit dengan Kekuatan Al Quran - Bangkit dengan Kekuatan Al Quran Thursday, 15 S... | Dan, Yang, Mereka,

Bangkit dengan Kekuatan Al Quran

altKaum muslimin rahimakumullah,

Allah SWT berfirman: "Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al Quran) dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. Dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”  (QS. Al Jum’ah 2-3).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Az Zuhaily dalam Tafsir Al Wasith menerangkan bahwa dalam Surat Jumat ini Allah SWT telah mengutus kepada bangsa Arab yang mayoritasnya tidak punya budaya baca tulis seorang rasul dari kalangan mereka, yakni sama-sama buta huruf, untuk membacakan kepada mereka ayat-ayat Al Quran, mensucikan mereka dari syirik, mengembangkan kebajikan di antara mereka, dan mengajarkan kepada mereka  Al Quran, As Sunnah, dan pengetahuan Syariah. Al Kitab dalam ayat tersebut adalah wahyu yang dibacakan yaitu Al Quran dan “al Hikmah” dalam ayat tersebut adalah As Sunnah dan pengetahuan-pengetahuan syariah (ma’aalimus syari’ah), yaitu hukum-hukum ad diin dan Al Quran.

Penyebutan keadaan bangsa Arab dalam ayat tersebut merupakan nikmat buat mereka yang tadinya menolak risalah. Dan keberkahan tersebut mengembang kepada semua kelompok manusia, baik bangsa Rumawi maupun Persia, dan bangsa-bangsa lain dimana Allah SWT telah menyiapkan agama-Nya untuk diterima oleh bangsa-bangsa yang masuk Islam setelah para sahabat Nabi hingga hari kiamat dimana mereka tidak pernah ketemu dengan para sahabat waktu itu dan akan ketemu pada periode berikutnya. Kalimat akhariin dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa umat Islam itu terdiri dari bangsa Arab maupun non Arab.  

Inilah dalil yang menunjukkan keumuman misi kenabian dari Nabi Muhammad saw.Untuk seluruh umat manusia, untuk bangsa Arab dan bangsa-bangsa lainnya. Dan hal itu ditunjukkan dengan surat dakwah baginda Nabi saw. Kepada para raja dan pemimpin Persia, Rumawi, dan umat-umat lainnya yang isinya adalah mengajak mereka masuk Islam.  Di dalam Al Quran banyak sekali ayat-ayat yang menunjukkan bahwa risalah Nabi Muhammad saw. Adalah untuk seluruh umat manusia, bahkan untuk bangsa Jin seperti yang tercantum dalam surat Al Jin dan lainnya.  Allah SWT berfirman:

"Katakanlah (ya Muhammad) wahai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk kalian semua" (QS. Al A’raf 158).

Juga firman-Nya: Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al Quran kepada hamba-Nya (Muhammad saw.) agar menjadi pemberi peringatan atas manusia seluruh alam” (QS. Al Furqan 1). 

Kaum muslimin rahimakumullah,


Tiga langkah Rasulullah saw dalam membangkitkan bangsa yang umi hingga menjadi umat terbaik di antara umat manusia (khairu ummah) adalah:

Pertama, membacakan ayat-ayat AL Quran yang menarik perhatian manusia, yang merangsang kemampuan berfikir manusia dan menyentuh perasaan manusia sehingga bangkit. 

Kedua,
membersihkan manusia dari segala noda dan belenggu kemusyrikan sehingga manusia memurnikan manusia hanya beribadah kepada Allah SWT semata. 

Ketiga, mengajarkan kepada manusia Al Quran dan As Sunnah serta hokum-hukum syariat yang terkandung di dalam-Nya. Sejarah mencatat bahwa para sahabat Rasulullah saw adalah para pembaca dan penghafal Al Quran; mereka selalu mengiringi Rasulullah saw. kemana saja berada dan berdakwah; mendengarkan ayat-ayat Al Quran yang beliau baca dan terangkan hukum-hukum-Nya; selalu mempelajari hokum-hukum syariat kepada beliau saw. (tafaqquh fid diien). Manakala beliau saw. mengirimkan pasukan jihad (saraya), maka tidak semua dikirim ke medan tempur, tapi sebagian tinggal di Madinah mengiringi beliau dan mempelajari ilmu dien dari beliau saw. Serta mengajarkan kepada para mujahidin manakala mereka kembali dari medan jihad ke kota Madinah. Tentang ini Allah SWT berfirman:

"Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi ke medan perang.  Mengapa tidak diutus sebagain kelompok orang dari tiap kabilah untuk tetap tinggal (di Kota Madinah) untuk mendalami pengetahuan agama agar mereka bisa memberikan peringatan kepada kaumnya nanti bila kaumnya telah kembali pulang dari medan Jihad ke kota Madinah agar kaumnya dapat menjaga diri mereka"
(QS. At Taubah 122).  

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dengan kebangkitan bangsa Arab yang umi menjadi umat Islam yang senantiasa haus dengan petunjuk dan ilmu-ilmu agama dari Rasulullah saw., maka kaum muslimin generasi pertama di bawah kepemimpinan Rasulullah saw. mampu menegakkan syariat di seluruh wilayah Jazirah Arab dalam tempo 10 tahun. Dan lima tahun setelah wafatnya Baginda rasulullah saw., yakni pada tahun 15H kaum muslimin di bawah kepemimpinan Khalifah Umar bin Al Khaththab yang bangkit menegakkan dinul Islam mampu membebaskan seluruh wilayah Negara adidaya Persia dan memukul mundur adidaya Rumawi dari wilayah Syam hingga lari ke Constantinopel. Sehingga kekuasaan kota Madinah meliputi seluruh Jazirah Arab dan seluruh bekas wilayah dua adidaya pada waktu itu, yakni Rumawi dan Persia, dan kekuasaan itu terus meluas membebaskan seluruh bangsa manusia dari berbagai belenggu kemusyrikan dan kejahiliyahan peradaban mereka serta kezaliman penguasa mereka. Satu demi satu berbagai bangsa dan Negara bergabung dengan kekuatan adidaya baru yang menyinari dunia, kekuatan Islam.  

Oleh karena itu, jika umat Islam hari ini ingin bangkit kembali, maka tiga langkah Rasulullah saw mutlak untuk ditempuh secara bersama dan bersungguh-sungguh.
Wallahua’lam!

 

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   

Last Updated (Thursday, 15 September 2011 14:41)

 
PENCARIAN
Advert