Website ini telah berpindah, silahkan klik, untuk berpindah ke web baru.
Suara Islam Online | Dengan Semangat Ramadhan, Bangkitkan Indonesia Bersyariah(Ringkasan Khutbah Idul Fitri 1432 H) - Dengan Se

Dengan Semangat Ramadhan, Bangkitkan Indonesia Bersyariah(Ringkasan Khutbah Idul Fitri 1432 H)

Allahu Akbar 9x
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilhamdu

Kaum muslimin rahimakumullah,

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah amensyariatkan shiyam dan qiyam Ramadhan dan memerintahkan kepada kita untuk bertakbir merayakan kemenangan kita dalam menghadapi berbagai ujian dalam latihan ibadah Ramadhan sebulan penuh. Allah SWT berfirman:

Hendaklah kamu menyempurnakan bilangan shiyam Ramadhan dan mengagungkan Allah atas petunjuknya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur (QS. Al Baqarah 185).

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilhamdu

Kaum muslimin rahimakumullah
,

Hakikatnya semua ibadat adalah metode yang ditetapkan Allah SWT sebagai cara berhubungan hamba Allah dengan-Nya. Sehingga bisa kita katakan bahwa saat kita beribadah berarti sedang on line dengan Allah Sang Maha Pencipta dan Pemelihara Seluruh Alam. Dan shiyam berarti kita melakukan online dengan Allah selama sekitar 13,5 jam dengan cara menahan diri (imsak) dari makan, minum, dan hubungan suami istri dan di malam harinya sholat tarawih, membaca Al Quran, shodaqoh, berdoa, dan lain-lain sepanjang malam, maka hakikatnya di bulan Ramadhan kita senantiasa online dalam melaksanakan misi ibadah kepada Allah SWT. Dia berfirman:

Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku (QS. Ad Dzariyat 56).

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilhamdu

Kaum muslimin rahimakumullah,


Baginda Raasulullah saw mengajarkan perlunya memelihara kesadaran bahwa kita sedang online dengan Alllah SWT dalam ibadah shiyam ini sebagaimana dalam suatu riwayat hadits:

Puasa adalah tameng, maka jangan berbuat rafats (berbicara atau berbuat yang mengarah kpd hubungan suami istri) dan jangan bertindak bodoh, dan jika ada yang mengajaknya  bertengkar atau mencelanya , maka hendaknya dia berkata: ‘aku sedang berpuasa!'...(Sahih Bukhari Juz 3/31)

Pernyataan ‘aku sedang berpuasa’ ini tidak hanya berlaku untuk penolakan terhadap ajakan bertengkar, tapi berlaku umum bagi setiap ajakan yang hendak membatalkan shiyam maupun pahala shiyam, yakni ajakan yang mengarah kepada kemakshiyatan kepada Allah SWT. Maka kalau seorang pimpro diminta untuk memberikan uang pelicin agar dananya turun, maka dia harus menjawab ‘aku sedang berpuasa’! Dan seorang pejabat yang hendak disuap oleh pihak asing agar menyerahkan konsesi atas suatu sumber daya alam yang menjadi wewenangnya maka dia harus menjawab ‘aku sedang berpuasa’! 

Jika kesadaran online dengan Allah SWT ini dimiliki oleh para pejabat kita, maka insyaallah tidak akan ada kasus-kasus mega korupsi semacam bail out Century, mafia pajak, mafia anggaran, mafia peradilan, Nazarudin, Andi Nurpati, penjualan asset-aset Negara kepada asing dll.  

Kaum muslimin rahimakumullah,

Keterpurukan Negara kita sejak Republik ini diproklamasikan hingga zaman reformasi yang semakin amburadul ini sebab utamanya adalah karena tidak adanya kesadaran para pejabat kita baik dalam bidang eksekutif, legislative, maupun yudikatif bahwa dalam menjalankan kehidupan sehari-hari ini pada hakikatnya kita sedang beribadah kepada Allah SWT. Mereka hanya peduli bagaimana menguasai harta kekayaan untuk mempertahankan kekuasaan dan meraih kekuasaan untuk mengeruk harta keayaan, sehingga akhirnya membuat laju tingkat korupsi menjadi-jadi hingga Negara kita ini dinobatkan oleh PERC yang berbasis di Hongkong sebagai Negara terkorup di Asia Pasifik sejak tahun 2009 hingga hari ini.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilhamdu

Kaum muslimin rahimakumullah,


Di hari kemenangan ini, mudah-mudahan kita dikaruniai Allah buah dari ibadah shiyam dan qiyam Ramadhan, yakni sifat taqwa dalam diri kita. Dan sifat taqwa itu akan kontinu dalam diri kita manakala kita berhasil membangun system kesadaran selalu online  dengan Allah SWT. Untuk mewujudkan itu secara sistematis, maka hendaknya ditempuh jalan sebagai berikut:

Menghidupkan berbagai amaliyah ibadat yang biasa dimakmurkan di bulan Ramadhan, yakni shiyam dengan shiyam 6 hari di bulan Syawal, shiyam Senin Kamis, dan shiyam pada hari putih, yakni tanggal 13-15 setiap bulan hijriyyah. Selain itu ibadah sholat malam yang biasa kita lakukan harus dihidupkan, juga dzikir malam dan istighfar di akhir malam, membaca Al Quran dan memperbanyak shodaqoh. 

Menghidupkan sikap taqwa dalam berbagai aktivitas hidup, laksana menempuh jalan yang naik ke puncak gunung yang berkelok-kelok dan kanan kirinya ada jurang, sehingga kita harus waspada jangan sampai kecebur jurang dengan senantiasa memperhatikan pembatas jalan di tepi jurang dan berbagai tanda lalu lintas. Jurang Allah SWT yang paling berbahaya dan memnyebabkan derita tiada tara dan tiada akhir adalah jurang neraka jahannam yang disediakan bagi orang-orang yang melampaui batas hukum-hukum Allah (huduudullah). 

Batas-batas dari hukum Allah SWT adalah batas yang mendindingi antara jalan kita mendaki menuju jannah dan ridlo Allah SWT dengan jurang neraka jahannam. Oleh karenanya, makrifat tentang hokum-hukum Allah SWT dalam seluruh aspek kehidupan mutlak kita ketahui.  Sebab, sumber malapetaka hari ini adalah ketika orang sudah berfikir bahwa agama hanya sebatas ibadah ritual belaka, seperti solat, shiyam, zakat, haji, sehingga di luar itu dianggap hanya urusan dunia yang tidak ada hubungan dengan akhirat.   
 
Hidupnya iman dalam diri umat, adanya kesadaran selalu on line dengan Allah SWT, akan menjadi control diri yang sangat ampuh. 

Selain ketiga hal mendasar di atas, juga tidak kalah pentingnya adalah penegakan hukum syariat Allah dalam berbagai aspek kehidupan yang berdimensi dunia akhirat akan membantu membentuk sistem kontrol dalam diri masyarakat. Sebab hukum syariat Allah SWT tentang moral akhlak, sosial budaya, ekonomi, tentang politik pemerintahan, politik luar negeri, dan pertahanan dan keamanan, yang dijalankan dengan  tegas oleh pemerintah, dijalankan oleh umat dengan sikap taqwa, dan dijaga oleh amar makruf nahi mungkar oleh masyarakat, akan mewujudkan suasana yang kondusif bagi kemajuan bangsa dan munculnya masyarakat dan bangsa yang bersih dan bermartabat. 

Oleh karena itu, harus ada upaya dan perjuangan umat Islam, dengan tetap menghidupkan semangat ibadah shiyam dan qiyam Ramadhan, untuk membangkitkan bangsa dan Negara yang terpuruk ini agar menjadi bangsa yang maju, mandiri, dan bermartabat dengan menjadikan syariah sebagai hokum Negara yang positif dalam konstitusi maupun perundang-undangan. Insyaallah semua itu akan mewujudkan masyarakat bertaqwa yang akan mengundang keberkahan dari Allah SWT sebagaimana firman-Nya (QS. Al A’raf 96).

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilhamdu



 

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
 
PENCARIAN
Advert