Sambut Ramadhan: Pesan Ramadhan 1432 H
Naskah Khutbah Buletin Ad Dakwah Edisi 136 Tahun Ke-III
Kaum muslimin rahimakumullah,
Sebagaimana kita ketahui bersama, beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan dimana kita diwajibkan oleh Allah SWT untuk menjalankan ibadah shaum (puasa) sebulan penuh. Allah SWT berfirman: “(beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, …” (QS. Al Baqarah : 85).
Kaum muslimin rahimakumullah,
Rasulullah saw biasanya berpidato menyambut gembira datangnya bulan Ramadhan serta menerangkan keutamaan dan keistimewaan bulan ini. Ibnu Khuzaimah dalam kitab Sahihnya meriwayatkan suatu hadits bahwa Rasulullah saw pada hari terakhir bulan Sya'ban berkhutbah di hadapan kaum muslimin:
“Wahai manusia, sungguh kalian dinaungi satu bulan yang mulia lagi penuh berkah. Bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah menjadikan puasa di dalamnya sebagai amalan wajib. Shalat malamnya sebagai ibadah sunah. Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan satu kebajikan, maka sebanding dengan orang yang melaksanakan amalan wajib di bulan yang lain. Dan, barangsiapa yang melaksanakan kewajiban di dalamnya, maka hal itu seperti orang yang melaksanakan tujuh puluh kewajiban di pada bulan lain. Ia adalah bulan sabar, dan sabar itu balasannya adalah surga. Bulan dimana diberikan keluasaan, dan bulan ditambahkannya rizki orang-orang yang beriman. Barangsiapa memberikan makanan kepada seseorang yang shaum untuk berbuka, maka hal itu akan menjadi ampunan bagi dosa-dosanya dan menjadi pembebas dari api neraka, dan ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa itu tanpa dikurangi sedikit pun.
Para sahabat berkata: “Tidak semua kami mempunyai sesuatu untuk memberikan makan orang yang berpuasa.”
Nabi pun bersabda:
“Allah akan memberikan pahala ini kepada orang yang memberikan makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, meski berupa biji kurma atau seteguk air, atau seteguk susu. Bulan ini adalah bulan yang di permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan bagian akhirnya adalah pembebas dari api neraka. Barangsiapa meringankan tugas hamba sahaya di bulan Ramadhan, mala Allah akan mengampuninyam dan akan membebaskannya dari api neraka. Ada dua perkara yang akan menjadikan Tuhan kalian ridha, dan dua perkara lagi tidak bisa kalian hindarkan. Dua perkara yang menjadikan Tuhan kalian ridha adalah bersaksi, bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan memohon ampunan kepada-Nya. Sedangkan dua perkara yang tidak bisa kalian hindarkan adalah kalian harus meminta surga kepada Allah, dan berlindung kepada-Nya dari api neraka. Siapa saja yang memberi minum kepada orang yang berpuasa, maka Allah akan memberikan minum kepadanya dari telaga-Ku dengan sekali tegukan yang akan menjadikannya dahaga setelah itu, hingga dia masuk surga.” (Sahih Ibnu Khuzaimah Juz 7/115)
Kaum muslimin rahimakumullah,
Alangkah indahnya jika Presiden SBY sebagai kepala Negara kaum muslimin di Indonesia ini menyampaikan pidato seperti Rasulullah saw. Untuk itu, Forum Umat Islam (FUI) sebagai wadah silaturrahmi dan koordinasi para pimpinan Ormas Islam telah menulis surat tertanggal 19 Sya’ban 1432H/21 Juli 2011M kepada beliau dan memberikan himbauan kepada Kepala Negara sebagai berikut:
Pertama, sebagai kepala negara yang bertanggung jawab atas seluruh rakyat hendaknya Saudara memastikan bahwa seluruh umat Islam di wilayah NKRI melaksanakan ibadah puasa (shiyam) dengan baik dan benar serta semarak dalam melaksanakan shalat tarawih (qiyam Ramadhan).
Kedua, untuk itu hendaknya Saudara memberikan dorongan dan dukungan nyata kepada umat Islam dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan (Tarhib Ramadhan) dengan membesarkan syiarnya melalui acara tarhib Ramadhan secara kenegaraan dari pusat hingga ke daerah dengan menyampaikan pesan-pesan motivasi ibadah di bulan Ramadhan sebagaimana diriwayatkan bahwa Rasulullah saw menyampaikan pidato menyambut datangnya bulan Ramadhan.
Ketiga, hendaknya Saudara memberikan dorongan dan dukungan nyata kepada umat islam bagi pelaksanaan ibadah shiyam dan qiyam Ramadhan itu, seperti memberikan dukungan kepada penyelenggaraan kuliah dan penerangan tentang ibadah Ramadhan yang benar sesuai tuntunan syariat Islam, baik melalui penyelenggaraan program-program penerangan melalui tatap muka langsung para muballigh dan ulama maupun melalui media massa cetak dan elektronik. Termasuk dalam dukungan nyata bagi pemuliaan ibadah Ramadhan adalah pemberian insentif kepada para imam yang dipilih dari para qurra’ wal huffazh untuk mengimami shalat tarawih dengan tilawah yang bagus sehingga menambah kekhusyu’an di dalam shalat qiyam Ramadhan.
Keempat, hendaknya Saudara menjamin agar umat Islam bisa beribadah shiyam dan qiyam secara tuma’ninah dan penuh hikmat dengan cara menghentikan segala perkara yang dimungkinkan akan mengganggu pelaksanaan ibadah shiyam dan qiyam Ramadhan, seperti menutup secara total seluruh tempat hiburan yang berbau kemakshiyatan, melarang penjualan makanan dan minuman secara terbuka di siang hari, melarang serta memberikan sanksi ta’zir kepada kaum muslim yang tidak melaksanakan puasa tanpa udzur syar’i maupun pihak-pihak yang mendorong atau memaksa umat muslim tidak melaksanakan ibadah shiyam Ramadhan.
Kelima, hendaknya Saudara memberikan dukungan kepada umat Islam agar sukses dalam ibadah shiyam dan qiyam di bulan Ramadhan dengan mengurangi jam kerja, menerapkan libur sekolah pada bulan Ramadhan atau menggantinya dengan pesantren Ramadhan untuk anak sekolah, dan melarang tayangan-tayangan TV yang tidak mendidik serta menodai makna menghidupkan malam Ramadhan.
Keenam, hendaknya Saudara menghentikan kegiatan penangkapan-penangkapan terhadap anak bangsa atas nama pemberantasan terorisme oleh polisi/Densus 88 yang cenderung justru menimbulkan teror baru dan mendiskreditkan umat Islam dan institusi umat Islam serta memicu rasa curiga dan adu domba di antara umat Islam sebagaimana yang terjadi pada operasi kepada PP Umar bin Khaththab di Bima NTB yang memicu perusakan fasilitas milik Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) di Mojokerto baru-baru ini. Serta munculnya Densus 99 oleh GP Ansor pada Harlah NU yang memamerkan kekerasan sipil (tayangan dengan menggunakan senjata tajam dan barisan seperti militer) atas nama pemberantasan terorisme yang bisa memicu konflik horisontal.
Ketujuh, hendaknya dalam mengambil kebijakan sesuai masukan-masukan kami di atas Saudara segera mengeluarkan Keppres tentang Pemuliaan Bulan Ramadhan dan menuntaskan masalah-masalah yang masih tertunda seperti perlunya segera dikeluarkan Keppres Pembubaran Ahmadiyah.
Semoga dengan memberikan respon positif kepada surat tersebut, kepala negara kita mengambil langkah negarawan yang mengikuti uswah hasanah pemimpin utama nomor satu di dunia Baginda Rasulullah saw dan akan menjadi kebaikan buat semua umat.
Baarakallahu lii walakum...









