Website ini telah berpindah, silahkan klik, untuk berpindah ke web baru.
Suara Islam Online | Rasulullah Saw, Uswatun Hasanah - Rasulullah Saw, Uswatun Hasanah Wednesday, 16 M... | Dan, Yang, Saw, A

Rasulullah Saw, Uswatun Hasanah

altNaskah Khutbah Ad Dakwah No. 146 Tahun Ke-III

Kaum muslimin rahimakumullah,   

Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzab 21)

Imam Jalalain dalam tafsirnya mengatakan bahwa Rasulullah Saw adalah panutan dalam berperang dan bertahan di medan perang. Kemudian Ibnu Abbas r.a dalam tafsirnya bahwa dalam diri Rasulullah Saw terdapat sunnah hasanah dan menjadi panutan yang baik dengan berperang bersama beliau dalam Perang Khandaq (Perang Ahzab). Itu bagi orang yang mengharapkan karamah dari Allah dan pahala dariNya.  Juga dikatakan bagi orang yang takut kepada Allah dan takut kepada azab akhirat dan yang senantiasa berdzikir dengan lisan maupun hati. Lalu dalam ayat berikutnya Allah SWT menyebut sifat orang-orang mukmin yang mukhlis. 

Allah SWT berfirman :  

Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka Berkata: "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang Telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya), Supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu Karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerima Taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab 22-24)

Ibnu Abbas menerangkan tatkala orang-orang mukmin yang mukhlis melihat pasukan Ahzab, yakni pasukan kaum kafir Makkah pimpinan Abu Sofyan dkk. Mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan oleh Allah dan rasul-nya bahwa akan datang beberapa hari lagi.” Rasulullah Saw sebelumnya sudah menjanjikan bahwa akan datang 9 atau 10 hari mendatang. Dan pasukan Ahzab yang mereka lihat itu justru malah menambah keyakinan mereka terhadap firman Allah dan sabda Rasulullah Saw.  Dan juga ketundukan kepada perintah Allah dan Rasul-Nya. Di antara umat Islam ada yang sudah memenuhi kepada apa yang mereka janjikan kepada Allah. Maka di antara mereka ada yang gugur seperti Hamzah bin Abdul Muthallib paman Nabi Saw dan para sahabatnya.  Dan di antara mereka masih ada yang menunggu memenuhi janji untuk mati.

Kaum muslimin rahimakumullah,   

Dengan sifat-sifat orang mukmin yang dalam berperang meneladani Rasulullah Saw. maka Allah memberikan pertolongan kepada kaum mukminin dalam melawan pasukan Ahzab dengan mengirim angin dan para malaikat. Dan Allah Maha Kuat untuk menolong orang-orang mukmin dan Maha Perkasa menyiksa orang-orang kafir. Dan Dia menurunkan orang-orang ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan dia memesukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan sesudah golongan-golongan yang bersekutu itu kocar-kacir, Maka Allah memerintahkan nabi untuk menghancurkan Bani Quraizhah (ahli Kitab) dan menghalau mereka dari benteng-benteng mereka. Kemudian seluruh laki-laki yang ikut berperang dibunuh, perempuan dan anak-anak ditawan. Sebelum orang-orang Kafir tidak takut kepada Rasulullah Saw. dan para sahabatnya bahkan mereka memerangi beliau Saw. dan para sahabatnya. 

Dalam Tafsir Sam’ani diterangkan bahwa firman Allah SWT menyebut bahwa Rasulullah Saw. adalah uswah hasanah, artinya qudwah hasanah, artinya panutan yang baik. Agar umat Islam menolong dan bersabar atas musibah sebagaimana yang dilakukan Rasulullah Saw dimana beliau di dalam perang Uhud mengalami luka-luka dan paman beliau Hamzah bin Abdul Muthallib terbunuh. Namun Rasulullah Saw bersabar. Disinilah kaum muslimin wajib meneladani kesabaran dan ketegaran beliau Saw dalam menghadapi situasi yang paling buruk dalam peperangan. 

Kaum muslimin rahimakumullah, 

Kewajiban meneladani dan mengikuti perintah Rasulullah Saw bagi seorang muslim adalah perintah Allah SWT sebagaimana firman-Nya:

…apa yang diberikan (diperintahkan) Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. (QS. Al Hasyr 7)

Juga merupakan manifestasi dari kecintaan kita kepada Allah SWT.  Dia SWT berfirman:

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran 31).
 
Meneladani Rasulullah Saw tentunya tidak terbatas dalam peperangan seperti yang diceritakan dalam konteks ayat di atas. Tapi  meneladani dan mengikuti rasulullah Saw adalah berlaku umum untuk apa-apa yang diajarkan oleh baginda Rasulullah Saw sebagaimana disebutkan dalam QS. Al Hasyr di atas. Dalam melaksanakan sholat, beliau bersabda: “Sholatlah kalian sebagaimana aku sholat”. Dalam melaksanakan haji, Rasulullah Saw bersabda: “Ambillah manasik haji kalian dariku”. Dalam masalah nikah Rasulullah Saw bersabda: “Nikah adalah sunnahku, siapa saja yang membenci sunnahku maka dia tidak termasuk golonganku”. 

Namun dalam masalah poligami Rasulullah Saw membatasi kepada para sahabat dan kaum muslimin untuk memiliki istri maksimal empat orang wanita saja.  Dalam tafsir Mahasinut Ta’wil dikutip riwayat yang dikeluarkan oleh As Syafi’i, Ibnu Syaibah, Ahmad, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad Daruquthni, dan Al Baihaqi, dari Ibnu Umar r.a bahwa Ghailan bin Salamah Ats Tsaqafiy masuk Islam sedang beliau memiliki 10 orang istri. Maka Rasulullah Saw bersabda kepadanya: “Pilihlah dari mereka empat orang dan ceraikan yang lain”.  Sedangkan beliau Saw sendiri pernah memiliki istri dalam satu waktu Sembilan atau sebelas orang. Dalam hal ini para ulama sepakat bahwa hal itu merupakan kekhususan Beliau Saw yang tidak boleh diteladani.

Kaum muslimin rahimakumullah, 

Suatu ketika baginda Rasulullah Saw mempertanyakan kenapa harus mengawinkan kurma, beliau mengatakan bahwa kalau Allah menghendaki maka kurma itu tetap berbuah walau tidak dikawinkan.  Akhirnya orang Anshar yang mengawinkan kurma itu menghentikan kegiatannya.  Namun pada saat panen ternyata tanamannya tidak berhasil, maka dia melaporkan hal itu kepada Rasulullah Saw. Beliau Saw mengatakan: “Anda lebih tahu tentang urusan dunia kalian!” Ini artinya dalam malah tekonologi Rasulullah Saw menyerahkan kepada kita untuk belajar dari siapa pun dan berkreasi kapan dan dimanapun. Tentu saja teknologi sebatas memperbanyak sarana hidup demi kenyamanan manusia. Bukan teknologi yang mengobok-obok manusia sendiri semacam rencana cloning untuk manusia.

Kaum muslimin rahimakumullah, 

Namun harus diperhatikan bahwa, sistem hidup baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, tetap harus mengacu dan meneladani Baginda Rasulullah Saw. Termasuk dalam hal ini adalah masalah pengelolaan kekayaan alam dimana Rasulullah Saw menyatakan bahwa: “Manusia (kaum muslimin) berserikat dalam kepemilikan air, padang rumput, dan api”. Artinya, barang-barang tersebut milik umum seluruh rakyat, bukan milik negara atau pemerintah.

Negara tidak berhak menguasai, memberikan kepada swasta, apalagi kepada asing. Namun negara atau pemerintah diamanati untuk mengelolanya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dengan pengawasan rakyat secara transparan.
  
Baarakallahuli walakum.

 

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
 
PENCARIAN
Advert