Hanung, Kau Keterlaluan: Pesantren dan Kiyai Begitu Kau Burukkan
Wawancara dengan tokoh sastrawan Taufik Ismail.
Tampaknya bangsa ini tidak kapok-kapok dengan sepak terjang kaum Komunis yang telah membunuh 100 juta manusia di 76 negara seluruh dunia selama 74 tahun kekuasaannya (1917-1991), atau 1,350 juta orang pertahun atau 3.702 orang perhari, sebagaimana disebutkan Taufiq Ismail dalam bukunya “Katastrofi Mendunia, Marxisma, Leninisma, Stalinisma, Maoisma dan Narkoba”.
Sementara di Indonesia kaum Komunis telah dua kali menggerakkan kudeta (1948 dan 1965) yang akhirnya gagal total.
Meski tindakannya selalu brutal dan menghalalkan segala cara, ternyata masih ada manusia Indonesia yang menjadi pengagum Komunisme bahkan berusaha memperjuangkannya melalui film-film yang selama ini dibuatnya, seperti yang dilakukan sutradara muda, Hanung Bramantyo, suami aktris Zaskia Adya Mecca, yang merupakan istri keduanya setelah ribut di Pengadilan Agama dengan istri pertama. Adapun film garapan Hanung yang sangat kental bau Komunisnya sekaligus Sepilis (Sekularis, Pluralis dan Liberalis) serta menghina Islam adalah Perempuan Berkalung Sorban (PBS). Saking kagumnya dengan Komunis, sampai-sampai ringtone hand phone Hanung bernada lagu khas Gerwani PKI, Genjer-Genjer. Hanung juga pernah membuat film yang sangat kental bau komunisnya, Lentera Merah, kalau diplesetkan menjadi Tentara Merah.
Film yang dibintangi aktris Revalina S Temat (Annisa) tersebut diambil dari Novel PBS karya Abidah El Khaleqy. Novel PBS sebelumnya mendapat penghargaan dari The Ford Foundation, sebuah NGO yang memperjuangkan faham Sepilis dan dikendalikan kaum Zionis Yahudi AS. Film tersebut mengisahkan kebobrokan pesantren dan kiyainya. Pesantren dan kiyainya dicitrakan kotor, sumber penyakit, sangat bengis, mudah main pukul, mengekang perempuan, mengekang hak berpendapat, menempatkan perempuan pada martabat yang rendah, suka main bakar buku-buku komunisme, suka main hukuman rajam secara serampangan dan sebagainya.
Dikisahkan, seorang santriwati yang juga putri kiyai pesantren, Annisa, dan tinggal di kompleks pesantren, frustasi karena ulah suaminya yang juga anak seorang kiyai yang sering melakukan kekerasan, akhirnya memutuskan untuk kembali dalam pelukan mantan pacarnya, Khudori, seorang alumnus sebuah perguruan tinggi di Kairo, Mesir. Bahkan Annisa yang sudah kebelet, mengajak Khudori untuk melakukan adegan ranjang di sebuah kandang kuda di pesantren tersebut, padahal kandang itu penuh dengan kotoran kuda. “Zinahi aku…Zinahi aku…!”, desak Annisa kepada Khudori sambil melepaskan jilbab dan pakaiannya satu persatu.
Ketika kedua insan lain jenis dan bukan suami istri tersebut sedang melakukan perzinahan, akhirnya datang rombongan santri dan suami Annisa mengerebeknya. Lalu keduanya mendapat hukuman rajam dengan dilempari batu oleh para santri. Lemparan batu baru berhenti setelah ibu Annisa berteriak sambil mengatakan, “ yang boleh melempar batu hanya orang yang tidak pernah melakukan dosa!”, padahal tidak ada orang yang tidak pernah melakukan dosa. Kata-kata dari ibu Annisa ini jelas mengutip dari cerita Kristen dari Kitab Injil, dimana dikisahkan seorang pelacur, Magdalena, dihukum rajam dengan dilempari batu. Kemudian datang Nabi Isa (Yesus) untuk menyelamatkannya dengan mengatakan, “yang boleh merajam hanya yang tidak punya dosa”. Jadi selain berbau Sepilis dan Komunis, film PBS juga beraroma Kristiani dan berusaha menghancurkan Islam lewat pintu budaya melalui film.
Jelas dengan menampilkan hukuman rajam yang sebenarnya tidak ada dalam novel aslinya, Karl “Hanung” Mark ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk membenci syariat Islam dan pesantren, sebab sejak dulu pesantren merupakan basis terkemuka dalam melawan gerakan PKI di Indonesia. Padahal itu hanya utopia dirinya sendiri, sebab selama ini belum pernah ada satupun pesantren di Indonesia yang melakukan hukuman rajam kepada santrinya yang melakukan perzinahan. Seolah-olah pesantren merupakan negara dalam negara dengan menegakkan hukumnya sendiri. Jelas ini merupakan distorsi terhadap hukum Islam dan upaya mengadu domba umat Islam dengan pemerintah. Dengan membuat film PBS, sesungguhnya Karl “Hanung” Mark telah melakukan anarkhisme psikis, yakni melakukan penyerangan secara psikis terhadap umat Islam dan pesantren sebagai salah satu simbol Islam di Indonesia. Karena dendam terhadap pesantren yang telah berjasa menghancurkan PKI, maka Hanung menyalurkan perlawanannya lewat film PBS. Hanung dengan sengaja telah menebar virus ganas Sepilis dalam film, tujuannya untuk menimbulkan citra buruk terhadap Islam dan umatnya sambil menebalkan kantong koceknya.
Sebagaimana dalam film Lentera Merah, dalam film PBS Karl “Hanung” Mark all-out mendukung Komunisme alias PKI isme. Terbukti dalam film PBS ada adegan pembakaran buku-buku karya Karl Mark dan sastrawan kiri Pramoedya Ananta Toer seperti Bumi Manusia, oleh para santri di lingkungan pesantren. Padahal dalam novel aslinya, jalan cerita tersebut tidak ada sama sekali. Bahkan buku-buku karangan Pramoedya seperti Bumi Manusia dan Anak Segala Bangsa sepertinya dijadikan bacaan wajib bagi Annisa dan para santri lainnya. Hal ini menunjukkan Hanung selain pengagum Karl Mark juga pengagum Pramoedya. Padahal banyak sastrawan sekaliber Pramoedya dan karya-karyanya malah lebih bermutu seperti Buya Hamka. Mengapa Hanung tidak menjadikan buku-buku Buya Hamba sebagai bacaan wajib bagi Annisa dan para santri lainnya, justru buku sastrawan yang pernah menghuni penjara di Pulau Buru itu dijadikan bacaan wajib.
Dengan demikian, sudah sangat jelas dalam film PBS terdapat motif ideologi Komunis yang dimaksudkan untuk memperjuangkan kembali tegaknya Komunisme di Indonesia meski dalam bentuk lain. Hanung mafhum betul bahwa satu-satunya jalan untuk mengembalikan ajaran Komunisme di Indonesia adalah mendiskreditkan ajaran Islam dan umatnya, dimana sasaran pertamanya adalah pondok pesantren yang selama ini menjadi basis kaum Nahdhiyyin dengan memojokkan para kiyai NU.
Adapun sasaran berikutnya adalah mendiskreditkan para pemimpin Islam di Muhammadiyah. Sebab kedua Ormas Islam ini mempunyai pengikut terbesar di Indonesia. Maka tidaklah mengherankan jika Hanung akan meluncurkan film KH Ahmad Dahlan “Sang Pencerah” tepat pada pelaksaan Muktamar Muhammadiyah ke 46 di Jogjakarta 2-8 Juli ini. Namun anehnya justru para pemimpin Muhammadiyah tidak curiga sama sekali akan sepak terjang Hanung selama ini yang selalu mendiskreditkan Islam dan para pemimpin Islam seperti dalam film PBS. Sekarang sudah terbukti, pemeran utama sebagai KH Ahmad Dahlan dalam film “Sang Pencerah” adalah Lukman Sardi, putra seorang komponis muslim dan pemain biola kawakan Idris Sardi namun sekarang telah murtad dari Islam dan menjadi Kristen. Bayangkan, seorang ulama besar pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan kok diperankan oleh seorang murtad, jelas ini suatu penghinaan terang-terangan terhadap Islam dan Muhammadiyah itu sendiri. Apa Ketua Umum dan 12 Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang terpilih dalam Muktamar nanti tidak malu ketika melihat pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dilecehkan dan direndahkan pribadi dan martabatnya oleh Karl “Hanung” Mark ?
Berikut ini wawancara Tabloid Suara Islam dengan sastrawan, budayawan dan penyair kawakan yang telah melahirkan banyak karya lagu Islami dari Bimbo serta putra seorang ulama besar dari Pekalongan KH Ghofar Ismail, Taufiq Ismail, seputar film Perempuan Berkalung Sorban (PBS).
Pak Taufiq, anda sudah menonton film Perempuan Berkalung Sorban ?
Saya sudah nonton PBS.
Bagaimana kesan Pak Taufiq ?
Belum pernah selama saya ini menonton film, berapa puluh tahun lamanya, berapa ratus judul banyaknya, kalau dihitung-hitung sejak masa kanak-kanak dulu, berapa ya, sejak 63, 64 tahun lebih yang silam, belum pernah saya merasa dihina dan dilecehkan seperti sesudah menonton film Hanung ini.
Lho, kok sampai begitu, ya Pak ? Dihina ?
Ya ! Di dalam film itu, semua pesantren dan semua Kiyai jelek. Situasi pesantren kumuh, Kiyai-kiyai dengan keluarga digambarkan buruk. Kelakuan tak terpuji. Terasa fikiran utama yang mendasari pembuat film ini adalah spirit mencari cacat, membuka noda, memberi tahu penonton, ini lho yang reyot-reyot, yang sakit-sakit, yang pincang-pincang dari ummat Islam, tontonlah. Begitu.
Apakah ini film pertama yang Pak Taufiq tonton, yang terkesan menghina Islam ?
Tentu saja bukan yang pertama. Banyak film yang melecehkan ummat Islam, langsung tidak langsung, kentara dan tidak kentara. Tapi film-film itu dibuat di negeri lain, oleh orang-orang bukan Islam, dan memang dengan niat culas. Nah, PBS ini dibuat di dalam negeri, oleh sutradara bangsa sendiri. Ternyata niatnya sama juga. Culas.
Bagaimana kita bisa tahu bahwa niatnya culas ?
Kalau niat Hanung baik, misalkan terhadap yang buruk-buruk itu dia mau mengeritik secara konstruktif, maka dia akan berikan perbandingan pesantren yang rapi indah, tidak kumuh dan dia tonjolkan tokoh Kiyai yang berwibawa, yang memancarkan sinar seperti lambang Muhammadiyah. Itu tak dilakukannya.
Pak Taufiq, bagaimana jalan cerita film Perempuan Berkalung Sorban itu, yang novel aslinya ditulis Abidah El Khaliqy ?
Wah, saya tidak mau jadi petugas humas Hanung itu, menjelas-jelaskan jalan cerita filmnya untuk pembaca. Buat apa? Itu bukan kerja saya. Anda sebagai wartawan, tuliskan sendiri ringkasan ceritanya. Itu tugas anda. Mengingatnya saja sudah muak saya.
Sudah sedemikian tidak nyamannya perasaan Pak Taufiq ?
Bukan saja tak nyaman. Muak. Mual. Anak muda ini mau menunjukkan dirinya kreatif, super-liberal, berfikiran luas, tapi dengan mendedahkan kekurangan-kekurangan dan cacat-cela ummat, yang dilakukannya dengan senang hati. Bahkan mengarang-ngarang hal yang tidak ada.
Misalnya bagaimana ?
Misalnya diada-adakannya adegan rajam. Di pesantren tidak ada hukuman rajam terhadap pelaku zina seperti fantasi dalam kepala Hanung itu. Kemudian tokoh Nyai, isteri Kiyai lewat dialog memberi komentar tentang hal itu dengan mengutip Injil tentang Maria Magdalena. Apa hubungannya itu? Kenapa harus diambil dari khazanah Kristen? Pengambilan khazanah Kristen bisa saja, tapi baru masuk akal kalau sebelumnya ada pendahuluan reasoning, ada pemaparan logikanya. Ini tidak ada. Mendadak saja, ujug-ujug, kata orang Pekalongan. Kentara betul Hanung mau tampak hebat, memperagakan luas horison pandangannya. Sok betul. Sombong.
Apakah di novel aslinya ada adegan rajam itu ?
Mboten wonten, Mas. Tidak ada. Di sini terjadi improvisasi sutradara. Dan ini improvisasi yang kurang ajar. Maaf keras betul kalimat saya. Maaf. Di bagian ini Hanung tidak minta permisi pada novelis Abidah El Khaliqy, tidak amit-amit. Dia main terjang saja. Dia tidak kenal etik.
Apakah penambahan jalan cerita atau improvisasi harus izin novelisnya ?
Tidak harus begitu. Tergantung bentuk kontrak juga. Tapi sebagai sesama seniman dalam kreasi karya bersama begini, paling tidak harus ada diskusi. Diskusi tersebut dalam hal ini tidak ada.
Tidak ada ? Bagaimana Pak Taufiq tahu ?
Saya pernah tanya Abidah. Mereka pernah ada diskusi tentang esensi cerita, mengenai feminisme, tentang kehidupan pesantren, tetapi mengenai rajam tidak ada. Lalu…
Lalu bagaimana, Pak Taufiq ?
Lalu dia tabrak saja, jebret, bikin adegan rajam. Lantas fantasi dusta berikutnya yang menyolok adalah adegan pembakaran buku di pesantren itu. Di novel Abidah tak ada adegan pembakaran buku. Abidah lebih logis dan tidak sok seperti Hanung.
Seingat saya pembakaran buku pengarang-pengarang anti komunis dilakukan PKI dan ormas-ormasnya di tahun 1964 atau 1965, betul Pak ?
Betul sekali. Nah, di pesantren itu, di kelompok santri, ada diskusi buku. Dibicarakan tentang pengarang yang tertindas, ditahan tanpa diadili, tapi tetap kreatif, tetap menulis buku. Yang dimaksud adalah Pramudya Ananta Tur. Diperlihatkan kulit buku novel Bumi Manusia, yang dilemparkan ke dalam unggun. Adegan ini dibikin-bikin, dan bodoh betul.
Maksudnya ?
Pertama, adegan ini dalam novel tak ada. Jadi ini keluar dari otak Hanung sendiri, tanpa permisi novelisnya. Kedua, kalau dia betul-betul anak Muhammadiyah, maka pengarang yang tertindas, ditahan tanpa diadili 2,5 tahun, tapi tetap kreatif, menulis buku, maka pengarang itu adalah Buya Hamka. Bukan Pramudya. Yang wajib disebut adalah Buya Hamka. Hanung ini, yang mengaku-ngaku anak Muhammadiyah, ternyata buta sejarah perjuangan tokoh besar Muhammadiyah ini. Karya luar biasa Buya Hamka tersebut adalah Tafsir Al Qur’an Al-Azhar, yang dirampungkannya dalam tahanan, selesai 30 juz, dikagumi seluruh dunia Islam.
Kalau begitu Hanung keliru besar, menokohkan Pram dalam hal ini ?
Sangat keliru ! Tapi memang pada dasarnya dia kekiri-kirian, mode anak muda zaman kini, tidak sadar mengangkat diri sendiri jadi agen muda Palu Arit. Lagi-lagi Hanung rabun sastra: Pramudya tahun 50-an 60-an dalam karya-karyanya sinis terhadap orang sholat, benci kepada haji. Tokoh-tokoh haji dalam novel-novelnya buruk semua: mindring, kaya, bakhil, membungakan uang. Tapi di luar ini semua, menjelang meninggalnya, tanda-tanda menunjukkan Pramudya khusnul khatimah. Alhamdulillah. Mudah-mudahanlah Pram beroleh hidayah. Allah berbuat sekehendak-Nya.
Kembali kepada rasa tidak nyaman Pak Taufiq tadi…
Lebih dari tidak nyaman. Muak. Mual.
Silakan kalimat penutup, Pak.
Saya merasa dihina dan dilecehkan oleh film Perempuan Berkalung Sorban, disutradarai Hanung Bramantyo, yang menistakan lembaga pesantren dan tokoh Kyai, waratsatul anbiya, berlindung di balik topeng kebebasan kreasi dengan sejumlah improvisasi yang bodoh dalam semangat super-liberal. Para aktivis seni Marxis-Leninis-Stalinis-Maois saja di tahun 50-an 60-an tidak ada yang bisa membuat film pelecehan pesantren dan Kiyai seperti yang dilakukan Hanung di abad 21 ini. Kalau dia sudah beredar lima dasawarsa yang lalu, maka Hanung Bramantyo bagus diusulkan mendapat Bintang Joseph Stalin atau Anugerah Dipa Nusantara Aidit.***
-
|2010-06-29 11:20:03 ANU
SANGAT DI SAYANGKAN SIKAP HANUNG, TAPI PARA KYAI KITI TIDAK JUGA SE ISTIMEWA ZAMAN THN 50 AN PAK TUOPIK. KINI KYAH BYK MERUSAK ISLAM, MUNKIN KRN HANUNG LAHIR KEMAREN SORE WAJAR YG TERBACA KYAI ZAMAN SEKARANG. SANGAT DI SAYAKAN MEDIA INI MENGOBAR KEBENCIAN LAGI DAN PAK TOPIK ORANG TAHON 50AN MAU SAJA.
-
|2010-06-29 11:31:35 ANU
wartawan Media ini ada ada saja. model wawancaranya kurang bermutu, Iklan di bayar agen tertentu ya??? kasak masalah isi nover berubah diwawancarakan gak mutu! satu lagi pembakaran buku di pesatren biasa saja bila kyai lihat buku berbahaya, jd siapa yg gak tahu ttg pesatren, jgn2 mbah topik gak pernah nyantri ya? hahahahaha, mbah topik beri komentar anantatur dapa hidayah, komentarnya sembarangan saja. komentar ini yg berbahaya yang menjadikan orang semakin tertarik membaba novel2 anantatur yg memang luar biasa enak dan indahnya tidak terasa terbawa arus tulisan nya. karuan saja wawancara ini.. media online Islam gak punya isu lagi ya yg mau di kritik ??? bgai mana tulisan anda ttg Gaza dll gak punya lanjutan. lihat tuh HARIAN REPUBLIKA LEBIH BERKWALITAS DAN TERAGENDA, MEMDIDIK LAGI. . media yg bau mana islam ini bikin pusing saja!!! manset wartawan zaman dulu harus di ap date!!
-
|2010-06-30 16:45:08 iwan
pikiran anu betul, seperti gak ingat aja kita berita kyai DUSDUR, obok2 ajaran Gusti Allah. JD KYAI ADA YG MERUSAK ISLAM SELAIN KYAI PUJI sopo maneh?? oya pesantren larang buku aniaraw/ stensil pornoh kalau ke temu wes di bakar karo kyai eeee. jd buku bacaan berbauk PKI juga dibakar kalau santine mboco. iku pondok sing benar. biasa aja guru bakare buku santi si bandel. aku dulu sering bukuku dibakar karo guruku...hihihihihih
-
|2010-06-30 17:55:32 abu icanimovic - Bagus Pak
Film kaya gitu disebut karya?
Karya dari syetan iya..
Pak Taufik teruslah berkarya.
www.abuicanimovic.blogspot.com
-
film itu memprofokasi umat islam...buktinya anu sama iwan saja sudah terprofokasi...mereka yang membuat film hebat yah menanamkan permusuhan kepada umat islam....maju tersu para penda'wah islam..yang tengah berhianat terhadap islam terang terangan membuka topengnya...biarlah saja Allah yang menghukumnya..Allahuakbar...
-
Komunisme dan Liberalisme hanya cocok dinegara tak beragama. Indonesia negara beragama. Ganyang habis dan bersihkan antek2 liberal dan komunis di Indonesia atau sejarah buruk akan terulang !!
-
|2010-07-03 08:04:51 Anonymous - re:
ANU wrote:SANGAT DI SAYANGKAN SIKAP HANUNG, TAPI PARA KYAI KITI TIDAK JUGA SE ISTIMEWA ZAMAN THN 50 AN PAK TUOPIK. KINI KYAH BYK MERUSAK ISLAM, MUNKIN KRN HANUNG LAHIR KEMAREN SORE WAJAR YG TERBACA KYAI ZAMAN SEKARANG. SANGAT DI SAYAKAN MEDIA INI MENGOBAR KEBENCIAN LAGI DAN PAK TOPIK ORANG TAHON 50AN MAU SAJA.
SAYA JUGA TERLAHIR KEMAREN SORE,TAPI SAYA SENANG ATAS ULASAN PA TAUPIK.SAYA SETUJU ATAS ULASAN BELIAU,SUPAYA KITA TAU MANA ORANG YG PEDULI PADA ISLAM DAN MANA HANYA SEBATAS TOPENG /KTP
-
|2010-07-08 10:35:55 Fadly - Setuju ama Pak Taufik.
Ane Setuju dengan Pak Taufik, walau pun blm Nonton & Gak akan Pernah Nonton FIlm PBS ini. Miris bgt membaca keterangan & Kebenaran dari Pak Taufik ttg Penggambaran ajaran Islam yg di Tuangkan KeFIlm Ini Oleh Seorang yg Mengaku Beragama Islam tapi Malah menyerang Islam. Nung Koreksi diri tuh, kyknya ada yg salah ttg pemahaman agama lu. Hilangkan SIfat TaKaBuR yg akan menghalangi Hidayah 4JJl..!!
-
|2010-09-21 01:36:52 onge sinaiya
Jangan membiasakan diri menggunakan 4JJI karena itu karena banyak multi tafsir yg negatif...silahkan googling untuk mencari artikel2nya
-
|2010-07-09 08:36:30 Djati - Terlalu banyak musuh Islam
Teruskan pak Taufik, sebagai orang sepuh wajib mengingatkan karena liciknya musuh2 islam hingga banyak sekali yg tidak pernah menyadari tapi malah mendukungnya. ANU itu pasti bagian dari yang harus kita waspadai sepertinya. Sepak terjangnya di duniamaya saya sudah hafal.
-
|2010-07-09 09:47:17 wafa - adili hanung!!!!
bener banget...!! saya juga ga bakal mau nonton film2 yang disutradarai Hanung komunis!!!
saya fikir semenjak naiknya namanya sebagai sutradara AAC dlu, dia adalah orang yang cukup agamis...tapi langsung saya benci ketika muncul cuplikan PBS di TV...apa2an niy film?? ga mutu.. dan sangat tak mendidik!!!!
harus ada tindakan tegas kita terhadap Hanung!!!
-
|2010-07-09 19:21:37 Yosep - Kehidupan Ini Adalah Pengulangan Sejarah
Kehidupan ini tidak lain adalah pengulangan dari sejarah masa lalu. Tidak heran kalau di zaman ini banyak orang yang mengaku mengerti (seolah-olah mengerti), tapi justru ucapan dan tindakannya tidak mencerminkan seorang teladan.
Kini banyak tontonan atau pun tulisan yang justru isinya tidak berbobot dan bahkan menunjukkan suatu kebodohan, semua itu tidak lepas dari rencana kaum yang tidak menyukai Islam. Tapi saya yakin orang Islam yang sebenarnya tidak akan terpengaruh/terpropokasi oleh hal-hal murahan. Allah menjaga Islam. Allahu Akbar.
-
kalau saya mungkin beda dengan yang lain. saya justru merasa PBS sbagai film dakwah yang menarik. penuh kritik tentang ajaran islam (kolot) dan dibikin dengan sangat sempurna. dia memotret islam apa adanya, buat bahan renungan perbaikan, agar islam bisa tampil cantik. kalau kita disanjung melulu, kapan kita maju ?
-
|2010-09-19 20:34:29 andy - Ambil Hikmahnya..
Film termasuk media yg cepat mempengaruhi cara berfikir masyarakat. Buatlah film yang mendidik dan sebaliknya.
-
|2010-09-20 16:19:22 prihandini
ulasan PBS nya berlebihan ah, Khudari itu pakdhenya koq bukan pacarnya. Waktu di kandang juga mereka ga sampai berzina, Annisa juga ga sampai buka pakaiannya satu persatu.
-
|2010-09-22 13:49:27 elfan - Penghinaan terhadap Islam.
Kini, disalah satu stasiun tv swasta sudah ditayangkan sinetron komedi ISLAM KTP, tapi kok Pak Taufik Ismail tidak protes ya???
Masak nama identitas suatua agama, yakni ISLAM ditambah dengan KTP. Apa benar ada Islam KTP? apa iya ada Islam Liberal dsb. Kalaulah mereka menggunakan Muslim KTP ya itu wajar adanya.
-
|2010-09-22 19:02:21 tobat_ap_susah_nya_sich_nung - bah =))
sotoy si hanung... kapan di pesantren mengadili kasus zina??? sampe di rajam sgala... wkwkwk
dasar hanung pendusta besar... haram duit penghasilan kau pak... XD wkwkw =))
-
|2010-09-23 10:29:35 Hamba ALLAH
@elfan
yang dimaksud dalam film itu adalah kehidupan orang-orang yang beragama Islam, namun meninggalkan ajaran2 Islam..
seperti tidak solat, sombong, dll
Lain halnya dengan JIL dan Islam2 yang lain, mereka2 itu menafsirkan Islam sesuai kehendaknya saja
-
dah lama saya gemes pengen ngomentari film busuk ini (PBS)sama dengan pak Taufik Ismail saya mual jijik n saya pribadi pengen mukul si Hanung
sorry klo emosi habis syetan banget sih tuh manusia.
-
|2010-09-23 14:32:29 brandal lokajaya - hati-hati dalam berkomentar
Anu:media online Islam gak punya isu lagi ya yg mau di kritik ???
Berhati-hatilah dalam berkomentar...
Lebih bijak dan alim serta santun...
-
|2010-09-25 23:54:25 ndut
Alhamdulillah saya belum menonton film ini...alhamdulillahnya lagi saya urung terus menonton film sang pencerah...
-
Betul tuh Pak Taufik...
saya aja nonton pada CD pertamanya aja udah gak suka...
keliatan banged menyudutkan islam..
-
betul Tuh Pak Taufik..
saya aja pertama nonton pada CD pertmanya aja udah gak asyik, kliatan banged menyudutkan Islam..
Semangat Pak..
-
|2010-09-26 01:11:19 Kezzam - Hanung, ning-nang-ning-klung...
Hanung... hanung... Males banget denger nama bocah yg satu ini.
Sekedar saran saja nih, buat yg ngebaca artikel ini. Coba di cross-check dulu dgn Bpk Taufik Ismail, apakah benar beliau pernah diwawancara oleh media SUARA ISLAM mengenai masalah ini, lengkap dgn isi transkrip pembicaraan yg spt tertulis diatas. Bukan apa2, tp ini utk mencegah kita memakan fitnah keji segelintir orang.
Terus terang saya bkn penggemar film si Hanung ning-nang-ning-klung ini, tapi justifikasi saya selalu berdasar pada bukti otentik, bukan pembicaraan orang selewat saja yg berpotensi tendensius dan mengarah ke fitnah.
-
|2010-10-05 07:29:08 ahmad abdurrohman
sy yg pernah jadi santri mangkel banget pas liat cdnya. kurang ajar sekali ni orang lecehkan ulama dan dunia pesantren.
pas ada yg tanya sdh liat Sang Pencerah? kujawab aku tdk suka sama hanung. enaknya hanung memang dipecel.
-
Sebagai Jurnalis, harusnya tulisan ini ditulis dengan "nada" NETRAL.
Membaca tulisan ini saya merasakan betapa bencinya penulis pada sosok Hanung Brmantyo.
Saya pribadi tidak mendukung beliau, bahkan mengkritik film Perempuan Berkalung Sorban yang memang kelewat "liberal".
...."sutradara muda, Hanung Bramantyo, suami aktris Zaskia Adya Mecca, yang merupakan istri keduanya setelah ribut di Pengadilan Agama dengan istri pertama"...
Apakah tidak ada bahasa yang lebih halus dari Kata "Ribut". Sudahkah penulis mengkonfirmasi atau hanya melihat tayangan infotainment?
..."Lukman Sardi, putra seorang komponis muslim dan pemain biola kawakan Idris Sardi namun sekarang telah murtad dari Islam dan menjadi Kristen"...
Bahkan di media lain pun tidak jelas Apakah Lukman Sardi benar2 pengikut nasrani. Mengapa Penulis dengan gampangnya Men'Judge' seperti itu
.. "Dan Janganlah Kebencian membuat Kamu tidak Adil terhadap sesuatu"
-
|2010-10-06 21:00:40 opit al faani - jgn su'udzon
beginilah org islam ndak akan maju2, mbok ya musyawarah, tdk saling menghardik & melecehkan, Islam menghendaki untuk menegakkan masyarakatnya dengan penuh kejernihan hati dan rasa percaya yang timbal balik; bukan penuh ragu dan bimbang, menuduh dan bersangka-sangka,
Untuk itu, maka datanglah ayat al-Quran membawakan keempat sikap yang diharamkan ini, demi melindungi kehormatan orang lain. Maka berfirmanlah Allah:
"Hai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak menyangka, karena sesungguhnya sebagian sangkaan itu berdosa." (al-Hujurat: 12)
Sangkaan yang berdosa, yaitu sangkaan yang buruk.
Oleh karena itu tidak halal seorang muslim berburuk sangka terhadap saudaranya, tanpa suatu alasan dan bukti yang jelas. Sebab manusia secara umum pada asalnya bersih. Oleh karena itu prasangka-prasangka tidak layak diketengahkan dalam arena kebersihan ini justru untuk menuduh. Sabda Nabi:
"Hati-hatilah kamu terhadap prasangka, karena sesungguhnya prasangka itu sedusta-dusta omongan.&...
-
|2010-10-06 21:01:35 opit al faani
Islam menghendaki untuk menegakkan masyarakatnya dengan penuh kejernihan hati dan rasa percaya yang timbal balik; bukan penuh ragu dan bimbang, menuduh dan bersangka-sangka,
Untuk itu, maka datanglah ayat al-Quran membawakan keempat sikap yang diharamkan ini, demi melindungi kehormatan orang lain. Maka berfirmanlah Allah:
"Hai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak menyangka, karena sesungguhnya sebagian sangkaan itu berdosa." (al-Hujurat: 12)
Sangkaan yang berdosa, yaitu sangkaan yang buruk.
Oleh karena itu tidak halal seorang muslim berburuk sangka terhadap saudaranya, tanpa suatu alasan dan bukti yang jelas. Sebab manusia secara umum pada asalnya bersih. Oleh karena itu prasangka-prasangka tidak layak diketengahkan dalam arena kebersihan ini justru untuk menuduh. Sabda Nabi:
"Hati-hatilah kamu terhadap prasangka, karena sesungguhnya prasangka itu sedusta-dusta omongan." (Riwayat Bukhari)
Manusia karena kelemahan sifat kemanusiaannya, tidak dapat menerima pr...
-
|2010-10-10 02:34:12 mizziy
Nuhun pisan kango Pak Taufik Ismail kana informasina. Jazakalloh. Abdi percanten kana tulisan di luhur kumargi abdi percanten kana akhlaq sareng integritas Pak Taufik nu parantos kauji sajarah.
(terima kasih Pak Taufik Ismail buat informasinya. Jazakalloh. Saya percaya isi tulisan di atas, karena saya percaya akhlak dan integritas Pak Taufik yang sudah terbukti dalam sejarah)
-
|2010-10-21 19:57:46 cecep
Assalamu 'alaikum
Saya percaya sama Pal Taufik Ismail dan terkutuklah Hanung semoga kau dilempar ke jurang neraka terdalam....
-
|2010-11-05 15:28:26 chaerudin
ini kah wjh islam?? yg anti kritik?? mrs plng benar?? mrs surga milik mrk?.. hanung sy tak knl anda, tp sy mnonton film anda, mnrt sy film yg anda buat mencerahkn, anda lah sang pencerah..!! 6 thn sy hdp d dunia pesantrn mbuat sy tau n mngerti wjh pesantren, jgn hiraukn mrk yg apatis, itu adlh org2 brakal kerdil n tak punya rasa empati...!! mrk tak ta tp sok tau, tak mngerti tp sok ngerti...!!
-
|2010-11-11 15:06:11 momod
Justru ini wawancara yang sangat bermutu. kalau ada yang bilang wawancara dengan Bapak Taufik ini tidak bermutu, jelas dia (yang mengatakan tidak bermutu itu) kurang membaca dan tidak bisa menilai sebuah wacana. SAYA SANGAT SUKA SEKALI DENGAN KARYA-KARYA TAUFIK ISMAIL INI. YANG PALING SAYA SUKA ADALAH PUISINYA BERJUDUL "TIRANI".
SAYA SETUJU DENGAN PANDANGAN PAK TAUFIK ISMAIL.
-
|2010-11-12 16:55:22 pembela Muslim
Untung aku ngga suka filmnya hanung, paling bajakan nontonnya. Udah ah mo ngebajak lagi........
-
|2010-12-17 18:28:32 JESUS BUGIL
Di Indonesia mencari orang menjelekan agama islam udah biasa, tapi buat saudara Hanung berani gak anda membuat film Kebusukan agama kristen di Indonesia.Saya tunggu tapi saya yakin anda tidak berani takut sama Uncle Tom ya.Tapi buat saudara haung tunggu saja karya saya pula yang kan mengungkap kebusukan2 pihak kristen. Anda tak pantas mengaku warga Muhamadiyah.
-
|2010-12-21 21:05:44 anti penjajah - nggak sreg nontonya
saya juga nonton film itu nggak sreg di hati, kurang menyejukkan,sebagai film islam, kenapa ya.......
-
Seorang Muslim Asli harus berhadapan dengan musuh lima yakni atheis/kominis,yahudi dan nasoro,teman kita sendiri/munafik,hawa nafsu yang menjurus kepada kedurhakaan,setan.diantara lima musuh tadi yang paling berbahaya yakni saudara kita yang mengaku islam padahal menghancurkannya dari dalam secara halus,kalo yang lainya berbahaya juga tapi gerakan dan secara prilakunya mudah kita lihat maka hendaknya kita Waspadalah!waspadalah!......
-
|2011-01-28 12:28:46 Fadly
Semoga Karl "Hanung" Mark DILAKNAT ALLAH SWT dunia akhirat kalau tidak bertobat.
Biarlah dia mendapat bagiannya di akhirat. Upaya yang dapat kita lakukan yaitu memberitahukan kpd teman2 kita, saudara2 kita betapa pro-komunis nya Karl "Hanung" Mark ini.
JANGAN TONTON FILM2 KOMUNISNYA ITU..!!!
ALLAHU AKBAR. ALLAHU AKBAR.
-
|2011-02-12 13:44:15 Azzam - buka cakrawala
Maaf, saya setuju dengan uraian Bp. Taufik. apa yang beliau sampaikan memang bekitu adanya. saya awam akan hal ini, saat pertama kali muncul penggalan Flm ini. saya cukup kaget dan anehnya banyak orang tertarik. dari cuplikan film tadi sudah cukup membuat ku berfikir, buat film islami apa merusak islam. saya sempat nonton filmnya dirumah dan makin menambah apa yang dari awal aku rasakan. jelek abis. ku bukan santri tapi ku tinggal dan dibesarkan dilingkungan santri tapi besar dalam pendidikan Muhammadiyah. kedua ormas ini mestinya waspada akan serangan dari orang2 yg tidak menyukai kedua ormas ini bersatu. semoga Allah membuka hasanah dan wawasan kita, sehingga tidak mudah terbawa pemikir dan perusak Islam. Allah Akbar.
-
|2011-02-14 22:09:33 arief
jgn heran,bila film dan media,lain,yg merusak,keluhuran ahlaq,,dan bertentangan dengan dienul islam akan terus ada di negara ini,,,
mengapa,
karena majlis ulama indonesia tidak di berikan mandat yg luas,seperti,mandat yg di berikan pada KPK , MK atau komponen hukum yg lain,yg dapat mengambil tindakan hukum
negara ini mayoritas islam sangat bijaksana bila ada komponen hukum yg melindungi agama islam dan umat islam itu sendiri,
agar kelak tidak terjadi lagi,ada org yg mengaku nabi dan rosul,,,atau agama sesat yg menyatakan islam,tetapi yg di ajarkan penuh kesesatan,,,dan bertolak belakang dari agama islam itu sendiri,,,dan juga media busuk,,yg merusak ahlaq dan moral anak dan cucu kita
ini lah PR kita sebagai umat islam di negara tercinta ini,,,,,,,,tolong renungkan
-
|2011-02-28 11:22:39 syetan dari syetan
gimana mo maju bangsa ini, klo buat film aja yg ditonjolkan sisi buruknya,,,
Tapi klo mo ikut aku jd syetan ya,,buat aja film yg menceritakan kejelekan seseorng (umat islam.
Pasti dijamin ikut aku dech...neraka jahanam
-
|2011-02-28 18:21:29 kalung setan
Yang belain Hanung dan geram sama P'Taufiq cuma "PENGGILA FILM (BIOSKOP)", tidak lebih.
-
|2011-03-03 09:44:49 rembulan bersinar - hati dengan orang yang mengaku ilam tyapi hatinya
saya menghargai semua pendapat yang dikemukan oleh orang orang baik yang setuju maupun yang tidak setuju dengn pak taupik ismail, bagi yang setuju jelas anda telah berpikir dengn hatinurani telah mempu membedakan mana hak dan mana yang batil. Bagi yang tidak sepaham dengan pak taupiik ismail sebaiknya banyak berdzikir agar hati nurani anda tidak ditutupi oleh kegelapan sehingga bisikan setan memenuhi hati anda....
-
|2011-03-13 20:26:02 yayas - hmm
"Lukman Sardi, putra seorang komponis muslim dan pemain biola kawakan Idris Sardi namun sekarang telah murtad dari Islam dan menjadi Kristen. Bayangkan, seorang ulama besar pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan kok diperankan oleh seorang murtad"
..yang murtad kan bapaknya,, bukan anaknya (pemeran Ahmad Dahlan). kok kesannya mengeneralisir sekali..
-
|2011-03-14 07:39:24 abduh
@yayas : Ya elah kirain lo ngerti...lukman sardi nya yg murtad.... die tuh kawin ama orang kafir...jadi deh die murtad...bukan idris sardi nya....coba baca lagi tuh kalimatnya... jgn sampe bodo dipiara...
-
|2011-03-22 15:46:05 omysriyumiawatiridwan
Pak Taufik....terimakasih banyak penjelasan,komentar, ulasan akan menjadi sebuah renungan,ilmu utk saya, anak2saya kedepan untuk menjadi selektif dalam membaca atau menonton tulisan,flm yang slalu mencerminkan kehidupan muslim......padahal..ternyata pembodohan.....
-
|2011-04-15 10:48:54 loting
jangan sembarangan nyebtut orang murtad. mana buktinya? jangan asbun. saya heran, kenapa media islam itu sukanya arogan dalam menulis.
-
|2011-04-15 19:59:48 Muslim - Anda buta dan tuli?
loting, rupanya anda sudah buta, tuli pula. hati pun ikut tertutup! lalu dg asbun toha anda menulis media Islam itu sukanya arogan dalam menulis! Duh, kacian deh kamu!
-
HANYA ORANG YANG PEDULI DENGAN ISLAM YANG SETUJU DENGAN PENDAPAT PAK TAUFIK.
SI KAFIR HANUNG SELALU BERTENTANGAN DENGAN ISLAM,
-
|2011-05-08 19:45:01 Anonymous
film sampah yang hanya pantas ditonton oleh orang-orang komunis, liberalis, dan orang-orang bloon
-
Setuju dengan ini sekarang bukan film luar negeri aja yang menjelek-jelekan islam, film dari bangsa sendiri juga ikut-ikutan mau jadi apa negara ini...
-
|2011-06-05 01:25:19 JESUS TOLOL DISALIB
Hanya orang-orang yang ingin menghancurkan Islam-lah, yang mendukung karya Hanung "sang sutraParah".
sadarlah, jika engkau merasa Islam masih dihati kau!!
-
|2011-08-24 22:17:14 Anonymous
semoga hanung diberi petunjuk yang benar,,,amin. ngerii,ngeriii, kemajuan islam sekarang ini. PENGHINA islam lebih banyak di sanjung dan dianggap benar. Ingat dunia cuma sebentar, sebentar aja, kehidupan nanti diakhirat itu yang abadi. Maaf ini bukan paham yang kolot mas Hanung tapi Firman TUHAN ALLAH, SWT.
Last Updated (Monday, 28 June 2010 16:47)









