Empat Kelompok Berkonspirasi Membubarkan FPI
Wawancara dengan Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab
Sebagai salah satu kekuatan massa umat Islam Indonesia, Front Pembela Islam (FPI) yang beranggotakan 7 juta orang dianggap paling berbahaya bagi musuh-musuh Islam.
Pasalnya, FPI dinilai paling keras dalam memberantas kemaksiyatan sebagai wujud dari pelaksanan amar makruf nahi mungkar di Indonesia. Maka tidaklah mengherankan jika mereka bersatu dan melakukan konspirasi dengan menghalalkan segala cara untuk membubarkan FPI.
Sejak tahun 2006, FPI berusaha diadu domba dan difitnah, agar pemerintah memiliki dalih untuk membubarkan FPI. FPI berusaha dibenturkan dengan Banser dan terakhir dengan Satgas PDIP. Namun perilaku jahat kelompok Liberalis itu selalu mengalami kegagalan. Terakhir pada peristiwa Banyuwangi (24/6) lalu, dimana FPI difitnah akan membubarkan sosialisasi kesehatan yang dilakukan tiga anggota DPR RI, namun nyatanya konsolidasi para eks tapol PKI.
Berikut ini wawancara dengan Ketua Umum DPP FPI, Habib Rizieq Syihab, seputar konspirasi jahat untuk membubarkan FPI. Jika sampai berhasil, maka akan menjadi langkah awal untuk membubarkan ormas-ormas Islam di Indonesia yang dinilai keras menentang kedholiman dan ketidakadilan.
Apakah ada konspirasi untuk membubarkan Front Pembela Islam (FPI) pasca peristiwa Banyuwangi atau sebelumnya ?
Sebetulnya konspirasi sejumlah pihak untuk pembubaran FPI sudah berlangsung sejak lama. Kita juga sudah mengidentifikasi pihak-pihak yang melakukan konspirasi untuk membubarkan FPI.
Pertama, kelompok mafia, yang memang selama ini FPI dianggap sebagai momok yang sangat menakutkan sekaligus menganggu bisnis haram mereka. Adapun yang saya maksud mafia disini, apakah mereka yang terlibat dalam sindikat narkoba, film-film porno, perjudian, pelacuran dan sebagainya. Ini semua sudah menjadi sindikat dan bukan kejahatan biasa, sementara FPI sejak lahir sangat concern dalam persoalan tersebut. FPI banyak mengungkap, menguak bahkan memejahijaukan mereka sehingga sudah jelas mana kelompok mafia ini menjadikan FPI sebagai musuh. Mereka mempunyai kepentingan untuk membubarkan FPI.
Kedua, yang masuk dalam konspirasi adalah kelompok liberal. Karena mereka melihat FPI secara fulgar melakukan konfrontasi terhadap gerakan-gerakan kaum liberal. Artinya FPI tidak lagi sembunyi-sembunyi bahkan perang pemikiran maupun perang di lapangan sekalipun. Karena kalau kita lihat peristiwa perjuangan RUU Pornografi dan Pornoaksi, bagaimana kelompok liberal memanfaatkan preman-preman untuk menyerang posko FPI di berbagai daerah. Jadi artinya mulai perang pemikiran sampai perang otot. Belakangan kita lihat banyak usaha kaum liberal yang kandas, apakah itu judicial review UU Pornografi, UU Penistaan Agama. Termasuk juga upaya mereka memanfaatkan Gus Dur untuk membatalkan TAP MPRS No XXV/MPRS/ 1966 soal PKI, tetapi kan usaha mereka kandas. Sebetulnya kandasnya mereka bukan hanya karena perjuangan FPI, tetapi semua ormas Islam. Cuma karena FPI dianggap terlalu fulgar, mungkin lebih meninjau atau mungkin konfrontasinya lebih terbuka, sehingga mereka melihat FPI sebagai musuh utama. Jadi kelompok liberal ini masuk dalam konspirasi tersebut.
Ketiga, kelompok Kristen radikal. Radikalisme ada di semua kelompok. Kelompok Kristen radikal mempunyai catatan tersendiri terhadap laskar-laskar Islam, mulai dari peristiwa Ambon hingga Poso. Dimana salah satu diantaranya adalah FPI. Ditambah lagi gerakan Kristen radikal ini yang mencoba mendirikan gereja-gereja liar di berbagai tempat. Jadi bukan geraja resmi yang mempunyai ijin resmi dan sesuai dengan peruntukannya, no problem. Markas FPI di Petamburan Jakarta Pusat ini sekitarnya ada 5 gereja, hubungannya dengan FPI saat ini baik-baik saja. Bahkan para pendetanya suka sowan kemari dan kita diskusi, no problem. Kenapa, karena gereja-gereja ini resmi punya ijin dan sesuai dengan peruntukannya. Sementara kalau ruko jadi gereja, kan lain cerita. Berarti peruntukannya untuk rumah tinggal dan toko, kok tiba-tiba berubah jadi gereja.
Sebetulnya penutupan gereja-gereja liar ini merupakan gerakan masyarakat, tetapi lagi-lagi FPI yang dituduh. Mungkin dalam gerakan tersebut ada warga FPI yang ikut bersama masyarakat. FPI kan sekarang dimana-mana ada, warganya juga dimana-mana ada. Tidak selalu perbuatan mereka mengatasnamakan organisasi FPI. Ada kalanya mereka bergerak atas nama organisasi tetapi ada kalanya atas nama masyarakat, jadi mereka tidak sendiri. Kalau mereka bersama masyarakat setempat, jangan salahkan FPI. Tetapi walau bagaimanapun juga, keterlibatan warga yang berafiliasi kepada FPI ini akhirnya membuat FPI terseret juga, Sehingga bagi kelompok Kristen radikal, FPI menjadi musuh utamanya. Jadi ada kelompok mafia yang merasa bisnis haramnya terganggu, ada kelompok liberal yang aqidah sesatnya juga terganggu dan ada kelompok Kristen radikal yang gerakan Kristenisasinya juga terganggu.
Keempat, adanya konspirasi politik. Kelompok-kelompok politik melihat banyak kepentingan politik mereka yang terganggu dengan gerakan-gerakan ormas Islam. Sekarang ada konspirasi, dimana kelompok politik ingin mengoalkan suatu UU, tiba-tiba UU ini berbenturan dengan Syariat Islam. Secara otomatis akan berhadapan dengan gerakan Islam dan salah satunya adalah FPI. Mungkin dimata mereka FPI dilihat terlalu fulgar melakukan konfrontasi, sehingga dianggap menganggu agenda politik mereka. Jadi konspirasi antara kelompok mafia, liberal, Kristen radikal dan politik. Mereka bersatu untuk menjadikan FPI sebagai musuh bersama.
Berarti mereka mencari momentum yang tepat untuk membubarkan FPI?
Akhirnya mereka mencoba mencari momentum untuk pembubaran FPI. Momentum apa saja yang mereka dapat, apakah momentum peristiwa Depok, dimana ada kontes waria yang dibubarkan warga yang didalamnya juga ada FPI. Bagaimana dengan peristiwa Bekasi, dimana ada patung yang dirubuhkan, walaupun sebetulnya yang merubuhkan patung adalah Walikota Bekasi, bukan FPI atas desakan masyarakat. Tetapi di media massa yang dituduh kan FPI.
Kenapa peristiwa Banyuwangi dianggap momentum, karena memang lebih dahsyat daripada Bekasi, Singkawang dan Depok. Persoalannya ada tiga anggota DPR RI yang katanya sedang melakuan kunjungan kerja. Artinya, kalau melibatkan anggota DPR RI berarti bersingungan dengan lembaga tinggi negara. Ini berarti bisa dikatakan subversib kalau membubarkan acara negara. Meraka lihat ini momentum penting untuk dibenturkan dengan berita FPI telah membubarkan kunjungan kerja anggota DPR RI dan FPI mengusir anggota DPR RI.
Peristiwa Banyuwangi mereka jadikan momentum untuk membubarkan FPI. Cuma mereka kecelek, mereka salah fakta, karena ternyata di Banyuwangi, subhanallah nasrullah. Tepatnya pada 25 April 2010 lalu, DPW FPI Banyuwangi dibekukan karena ada konflik internal diantara mereka yang terkait Pilkada. Kemudian sikap politik dari para pengurus FPI berbeda, yang membuat mereka ada sedikit konflik. Kemudian kita tugaskan Sekjen FPI untuk menyelesaikannya dan akhirnya disepakati supaya tidak ada fihak yang dimenangkan dan dikalahkan, maka dibekukan dulu. Berarti, kalau sudah dibekukan tidak boleh ada pergerakan apapun atas nama FPI. Tahu-tahu mereka mengkaitkannya dengan FPI, kan salah fakta dan mereka kecelek. Pada peristiwa ini kan tidak ada yang memakai seragam FPI. Jadi kesimpulannya, mereka salah fakta. Mereka sudah ramai-ramai ingin membubarkan FPI, ternyata salah fakta.
Begitu Munarman, Ustad Awit dan Ustad Khathath tampil di televisi, dengan debat terbuka dan kita ungkapkan fakta-faktanya, akhirnya mereka malu sendiri. Karena mereka malu, maka mereka lari ke berbagai peristiwa sebelumnya seperti insiden Monas. Sekarang semua film yang ditayangkan Metro TV, RCTI atau televisi swasta lainnya, itu peristiwa yang sudah diadili, sudah divonis dan pelakunya sudah dipenjara, artinya sudah inkracht dan sudah selesai. Tidak ada satu persoalan hukum yang diadili sampai dua kali. Kalau persoalan hukumnya telah selesai, kok televisi mengadili lagi. Pengadilan saja tidak berhak untuk mengadili lagi, apalagi televise. Jadi kesimpulannya, mereka kecelek.
Mengapa selama ini media massa terutama televisi dan koran selalu memojokkan FPI, bagaimana tanggapan Habib ?
Kalau media massa memojokkan FPI, memang ada beberapa asumsi. Pertama, kelompok-kelompok yang memusuhi FPI adalah kelompok beruang seperti kelompok mafia, liberal, Kristen radikal dan kelompok politik. Meraka bisa dengan mudah untuk memberi siaran televisi. Jadi ini hanya persoalan duit, siapa yang bisa bayar itu yang mereka beritakan dengan senang hati.
Saya kasih contoh, pada saat Ustad Awit tampil di salah satu televisi dengan menyerahkan salah satu film ceramah Ribka Tjiptaning di Banyuwangi, mereka kita tantang untuk berani setel ini karena isinya soal PKI, ternyata mereka tidak berani. Adapun yang disetel lagi ribut-ributnya. Tetapi ceramah Ribka soal PKI di Banyuwangi selama 20 menit, kok tidak berani mereka setel. Apa karena FPI tidak bayar, kalau disuruh bayar nanti dulu. Tadi itu asumsi pertama, tetapi indikasinya kan kuat siapa punya duit bisa menguasai media massa.
Kedua, jangan lupa, hampir semua stasiun televisi tidak ada yang luput dari protes FPI. Hampir semua televisi pernah didemo oleh FPI. Biasalah, mungkin mereka tersinggung karena pernah didemo FPI. Jadi mereka enggan untuk menyiarkan berita-berita yang menurut mereka dapat mengangkat citra FPI. Jadi sepertinya ada sakit hati dan dendam kepada FPI yang pernah mendemo mereka. FPI tidak peduli kalau mereka salah kita demo. Metro TV, SCTV, RCTI dan Indosiar pernah kita demo, bahkan TVRI pernah kita demo. Televisi mana yang tidak pernah kita demo. FPI tidak peduli memdemo televisi, yang penting kalau salah ya kita protes. FPI tidak peduli apakah beritanya akan dimuat atau tidak dimuat di televisi. Itu asumsi kedua, artinya indikasinya kan ada.
Ketiga, ini yang paling kuat. Sesuai dengan dokumen Rand Corporation, disitu ditulis donasi-donasi AS dan sekutunya memang berupaya dengan segala kekuatan finansialnya untuk membeli media massa. Paling tidak, kalau tidak beli ya mereka kuasai. Itu memang ada dalam Rand Corporation, itu artinya terperinci betul. Adapun yang menarik disitu juga disebutkan, kalau ada perbuatan-perbuatan yang menaikkan citra yang dilakukan kelompok Islam manapun tidak boleh dimuat. Bukan hanya FPI, tetapi kelompok Islam manapun. Sebaliknya, kalau ada perbuatan-perbuatan yang sekiranya dapat menurunkan citra kelompok Islam, maka harus dimuat dan harus diulang-ulang.
Makanya jangan kaget, kita bisa lihat acara di Metro TV dan SCTV, peristiwa penyerangan tempat biliar yang dijadikan ajang judi oleh laskar FPI tahun 2002 atau sudah 8 tahun lalu. Tetapi film itu selalu diulang, kadang-kadang kalau diulang seperti peristiwa Banyuwangi filmnya selalu diulang. Berarti apa yang dilakukan SCTV dan Metro TV serta beberapa televisi lain sesuai dengan dokumen Rand Corporation. Bukan saya mencoba mengkait-kaitkan, tetapi faktanya memang begitu.
Apa isi dokumen Rand Corporation ?
Dalam dokumen itu juga disebutkan, kalau kelompok-kelompok Islam yang mereka anggap sebagai musuh, kalau menyebutkan identitas cukup nama saja, tidak perlu disebut titelnya seperti Prof Dr dan sebagainya. Kalau Kyai Haji dan Habib jangan disebut KH dan Habibnya. Kalau Ustad jangan disebut ustadnya, pokoknya disebut namanya saja. Tetapi sebaliknya, kalau kelompok yang mendukung mereka harus disebut dengan lengkap titelnya, seperti Prof, Dr, PhD, MA, MSc dan sebagainya, itu tertulis dalam dokumen Rand Corporation. Jadi dengan demikian, ini memang grand design mereka. Jadi tidak perlu kaget dan ini tidak akan menjadi yang terakhir. Besok pasti mereka akan mencari lagi momentum untuk membubarkan FPI, dan itu akan terus berlangsung sampai mereka berhasil membubarkan FPI. Kita harapkan sekarang gerakan Islam semakin merapatkan barisan dan memperkokoh ukhuwan Islamiyah, karena sebetulnya yang ditarget itu bukan hanya FPI saja tetapi semua gerakan Islam. Mungkin FPI dianggap sebagai pintu gerbangnya untuk dibobol terlebih dahulu.
Apa kerugian yang akan dialami bangsa Indonesia seandainya FPI sampai dibubarkan ?
Secara pribadi kalau FPI dibubarkan tidak ada masalah. Kalau hari ini Front Pembela Islam dibubarkan, maka besok akan saya bikin Front Pecinta Islam. Dengan singkatan yang sama, pengurus yang sama, gerakan yang sama dan wajah yang sama pula, kan UU tidak melarang. Jadi saya tidak pernah pusing dengan pembubaran. Nanti kalau Front Pecinta Islam juga dibubarkan, maka akan saya bentuk Front Penyelamat Islam. Jadi mengapa pusing-pusing, saya tidak pernah pusing mengenai pembubaran ini, tidur saya tetap nyenyak.
Jadi saya bicara pribadi, artinya yang ingin saya tekankan, ada FPI atau tidak ada FPI amar makruf nahi mungkar tetap wajib dijalankan. Ada FPI atau tidak ada FPI, perjuangan para kader FPI yang ada dimana saja tetap berjalan. Artinya, saya dan kawan-kawan yang ada di FPI tidak pernah menjadikan FPI sebagai tujuan perjuangan. Kita selalu mengingatkan, FPI cuma kendaraan. Jadi kalau kendaraan ini rusak ditengah jalau atau dibakar orang atau dicuri orang atau kendaraan terbalik dan tidak bisa dipakai lagi, kita ganti kendaraan yang lain. Kenapa susah-susah amat karena FPI bukan tujuan. Tujuan kita hanya mencari ridha Allah, tujuan kita liilai kalimatillah subhanahu wa taala. Jadi bukan tujuan kita mencitrakan FPI, membaguskan FPI, membesarkan FPI. Itu hanya proses perjuangan, tujuannya liilai kalimatillah subhanahu wa taala.
Itu yang secara pribadi saya melihat wacana pembubaran FPI, bahkan saya katakan bukan wacana lagi. Sebab ini sudah merupakan gerakan sistimatis yang dilakukan musuh-musuh Islam untuk membubarkan FPI. Tetapi memang kalau kita bicara secara umum buat masyarakat kasihan. Kalau ormas Islam bukan hanya FPI yang concern terhadap amar makruf nahi mungkar terhadap penegakan keadilan melawan kedholiman. Kalau yang seperti ini sampai dibubarkan, kasihan umat Islam itu sendiri. Artinya kekuatan mereka semakin lemah, kekuatan pembelaan mereka semakin surut. Bahkan kita khawatirkan begitu ada ormas Islam semacam FPI yang dibubarkan, jangan-jangan nanti ada masyarakat yang takut untuk berjuang. Itu yang kita khawatirkan. Artinya mereka nanti akan menjadikan proyek percontohan. Jangan keras-keras, nanti nasibnya akan seperti FPI. Nanti kita jadi takut melawan kedholiman, kemungkaran, mafia, bajingan dan takut melawan okum pejabat yang bejat akhlaknya, ini berbahaya. Jadi kalau ada pembubaran suatu ormas Islam, ini kan melemahkan semangat juang umat Islam Indonesia. Walaupun secara pribadi kita tidak akan kendor, walaupun dibubarkan sepuluh kalipun kita tetap akan berjuang. Tetapi umat yang awam kan tidak begitu fikirannya.
Jadi kalau FPI dibubarkan, berarti akan mengulang sejarah ketika Soekarno meminta Masyumi membubarkan diri atau dibubarkan tahun 1960 lalu ?
Kalau kita kembali kepada sejarah Sukarno, ini kan sejarah yang sangat oronis. Tatkala Masyumi dituduh terlibat dalam PRRI, ini kan tuduhan dan firtnah, Masyumi kemudian dibubarkan. Tetapi begitu PKI yang nyata-nyata berkhianat, Sukarno tidak membubarkannya. Ini fakta sejarah, ada apa ? Seharusnya Sukarno bersikap adil. Kalau Masyumi dibubarkan, PKI yang terlibat pemberontakan G30S seharusnya dibubarkan. Ini lebih berbahaya, tetapi nyatanya tidak dibubarkan Sukarno.
Sejak zaman kemerdekaan, terjadi pergulatan apakah itu ideologi, pertempuran fisik antara kelompok Islam dengan sekuler. Jadi kelompok sekuler ini memang selalu ingin menang sendiri. Jadi segala yang jelek dari sekuler mereka maklumi, tetapi apapun yang kelihatannya jelek dari kelompok Islam, kalaupun tidak jelek mereka jelek-jelekkan. Itu akan dijadikan mereka alasan untuk penghancuran.
Sekarang kalau kita bicara soal pembubaran, kita lihat alasannya. Apa alasan mereka ingin membubarkan FPI, karena FPI melakukan sejumlah kekerasan. Saya tidak ingin membela diri. Katakanlah benar FPI melakuan kekerasan, itupun kekerasan harus kita diskusikan dulu. Apa betul itu kekerasan, apa betul itu kekerasan struktural yang dilakukan secara organisatoris atau bagaimana. Itu masih perlu diskusi dan pembuktian dulu, andaikata FPI dituduh keras dan musti dibubarkan. Pertanyaan kita, bagaimana dengan berbagai kekerasan yang dilakukan partai politik. Berbagai pilkada di daerah sejak reformasi hingga sekarang ini selalu diwarnai kekerasan. Ada pembunuhan, pembakaran gedung pemerintana, pembakaran mobil, pembakaran pom bensin, luar biasa. Itu yang tidak pernah dilakukan FPI. FPI tidak pernah bakar gedung pemerintah, FPI tidak pernah membunuh Ketua DPRD, ini kan massa partai.
Kalau FPI dibubarkan, Parpol harus juga dibubarkan ?
Jadi kalau massa FPI melakukan kekerasan FPI nya harus dibubarkan, maka logikanya kalau massa partai melakuan kekerasan, maka partainya harus juga dibubarkan. Sekarang massa PDIP, PKB dan Demokrat melakukan kekerasan. Kalau begitu PDIP, PKB dan Demokrat harus dibubarkan. Ini kalau kita memakai logika pembubaran. Jadi tidaklah adil jika ada massa FPI melakukan kekerasan maka FPI dibubarkan. Tetapi kalau massa partai yang melakukan kekerasan, partainya tidak dibubarkan, enak betul ! Memang yang punya negara ini partai ! Kekerasan yang dilakukan massa partai lebih dahsyat, lebih keras bahkan biadab. Masak Ketua DPRD Sumatera Utara sampai dibunuh di dalam Gedung DPRD. Pembakaran gedung kabupaten seperti di Tuban dan pembakaran mobil di Mojokerto. Apa ada aksi FPI semacam itu. Apa ada massa FPI seperti itu. FPI paling-paling memakai pentungan. Adapun yang dirusak cuma kaca biliar dan tidak lebih dari itu. Ini kalau kita bicara fakta. Kalau pemerintah ingin membubarkan FPI, maka PDIP, PKB, Demokrat dan Golkar juga dibubarkan, jadi sama-sama bubar, termasuk negara ini juga bubar.
Selama ini kelompok liberal ingin membenturkan FPI dengan massa Gus Dur dan sekarang PDIP, tetapi usaha mereka selalu gagal ?
Kelompok liberal ini tidak mempunyai massa, tidak mempunyai grass-roots. Mereka antek Barat dan hanya mampu membuat LSM-LSM komprador. Mereka dibantu dengan bantuan asing, ini mereka sendiri yang mengakuinya. Kalau kita ingin bicara jujur, FPI ingin dibubarkan karena melangar UU No. 8 Tahun 1985 tentang Keormasan. Sekarang salah satu larangan dalam UU Keormasan adalah menerima bantua luar negeri atau asing. LSM yang dibuat kelompok liberal, semuanya menerima bantuan asing. Bubarkan meraka dulu, FPI sudah siap untuk dibubarkan. Jadi kita bubar-bubaran, mereka ini tidak bercermin. Jadi kalau ada pepatah mengatakan kuman disebarang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak. Kesalahan FPI yang kecil jauh mereka lihat, tetapi kesalahan mereka yang besar dalam diri mereka sendiri, tidak mereka lihat.
Kelompok liberal memang tidak punya massa. Masyarakat mana yang mau jadi antek asing. Serendah-rendahnya pendidikan, pemikiran, status sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia, secara umum mereka masih mempunyai ras cinta tanah air, cinta bangsa dan negara. Mereka tidak mau menjual negaranya untuk orang asing. Sehingga kelompok liberal tidak mendapatkan tempat di tengah masyarakat dan mereka tidak mempunyai kekuatan grass-roots. Adapun yang mempunyai kekuatan grass-roots di Indopnesia seperti NU dan Muhammadiyah. Kalau partai politik seperti PDIP yang mengakar ke bawah.
Kelompok liberal melihat FPI sebagai ancaman dan FPI mempunyai kekuatan grass-roots kebawah. Bagaimana cara untuk menghadapi FPI, mereka berusaha untuk menunganggi NU tetapi tidka berhasil. Karena waktu itu Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi, beliau dikenal orang baik, cerdas dan tidak bisa ditunggangi oleh Ulil dan kawan-kawan. Karena itu ketika tersiar kabar di beberapa daerah terjadi konflik antara massa FPI dengan NU, KH Hasyim Muzadi langsung klarifikasi. Itu ternyata bukan NU, tetapi massa preman yang dibayar suatu kelompok dan dipakaikan baju NU. Akhirnya kebongkar semua dan mereka cuma ingin mengadu domba.
Dikabarkan ada seorang tokoh yang kirim Banser palsu ke Pengadilan, tetapi ternyata itu preman yang diberi baju Banser. Padahala Banser sendiri tidak tahu menahu. Berbagai cara kotor seperti ini dilakukan kelompok liberal. Karena Gus Dur sudah meninggal dunia dan mereka menunganggi NU sudah tidak ada pintunya, maka sekarang mereka mencoba menunganggi PDIP. Kebetulan ada kasus Banyuwangi PDIP sedang marah, maka masuk Ulil ngipasin PDIP. Kebetulan Ulil pengurus Partai Demokrat. Maka kita sampaikan informasi itu ke PDIP, apa anda mau ditunganggi sama Partai Demokrat dan diadu dengan FPI, sehingga PDIP jadi mawas diri. (Abdul Halim)
-
|2010-07-12 15:24:17 DODDYZERO - BAHAYA MEDIA MASSA
DI DALAM BUKU YANG BERJUDUL " THE SECRET OF DAJJAL " DI HALAMAN 75, DI SEBUTKAN " RATA-RATA DI SETIAP NEGARA, HANYA BERKISAR 25% PERUSAHAAN MEDIA YANG BERDIRI SENDIRI. SEDANGKA, SISANYA 75%, MERUPAKAN GABUNGAN DARI JARINGAN MEDIA INTERNASIONAL YANG DIKUASAI RAJA-RAJA MEDIA ZIONIS" JADI JGN HERAN KALAU MUATAN ISI PEMBERITAN MEDIA2 KALAU YG MENYANGKUT PEMBERITAAN KEKERASAAN YG DILAKUKAN UMAT ISLAM SELALU BERLEBIHAN, DAN SELALU TIDAK SESUAI DENGAN FAKTA. KARENA TIDAK LAIN KALAU MEDIA MASSA TELAH DIBIAYAI PIHAK BARAT
-
|2010-07-12 21:06:17 eko
yoi
berdasarkan protokol zionisme nomor 12 yg berbunyi Control of the Press
media masa itu adalah bagian dari global konspirasi
http://churchoftrueisrael.com/protocols/prtcl_12.html
ato protokol zionisme lengkapnya
http://churchoftrueisrael.com/protocols/
-
|2010-07-12 20:48:02 Abi Mujahidah - Konspirasi kelompok DAJJAL
Wahai umat Islam..mari bersama-sama kita hadang kekuatan DAJJAL yang ingin membubarkan FPI..
Hei..Ulil, Tamrin Tomagola, Ribka Tjiptaning, AKKBB, JIL dan semua pemuja paham SEPILIS...
KAlian yang jelas2 membela kesesatan berani.. apalagi kami umat Islam, pasti lebih berani syahid untuk membela Kebenaran Islam... Allohu Akbar...
-
|2010-07-13 10:04:35 lahm - Jelas sudah
Rekan -rekan yang ingin lebih tahu atau mau mengenal sosok habib Rizieq Syihab silahkan datang kepetamburan II markas FPI.
-
|2010-07-13 10:31:16 TB.Ade SMZ - maju terus
ini adalah suatu ujian buat umat islam tapi islam akan tetap ada dah tidak mungkin dihancurkan perjuang menegakan kebenaran memang akan menemuai banyak rintangan tapi percayalah kebenaran akan selalu menang dan alah akan slalu bersama kita amin maju terus bib
-
|2010-07-13 11:18:13 Hari - Coba di upload Rekaman pidato si Ribka
Aslm.
Kalo media massa gak mau menyiarkan, ada baiknya di upload saja itu rekaman suara si ribka, biar semua orang tahu.
kekalahan FPI hanyalah pada penyebaran informasi yang masif dan cepat, jadi sebagian besar masyarakat indonesia yg reaksioner ini akan menelan mentah-mentah informasi pertama yang mereka dapatkan.....
insya Allah dengan ada internet sekarang hal tsb bisa di atasi.....
ayo FPI buat laskar2x di dunia maya...
-
|2010-07-13 11:42:44 muhammad syahroji
Hanya Islam, yang menggunakan Iman dan Logika saat menyampaikan sesuatu. Musuh fpi menggunakan otak syetan untuk segala urussan
-
|2010-07-13 16:39:24 prohabib - untuk lahm - Jelas sudah
sekedar membetulkan alamat petamburan III
semoga Allah SWT selalu memberi perlindungannya kepada para pembela agamanya
-
|2010-07-13 19:31:23 juli - sumayya
"Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri... Kobarkanlah semangat para Mukminin (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang kafir itu. Alloh amat besar kekuatan dan amat keras siksaanya"[Qs. An-nisa' :84] ...... "Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Alloh" [Qs. Al-anfal :39]......
pingin deh jd jundulloh gabung diFPI tp ana perempuan,,, truz klo didaerah cengkareng ada misionaris lapornya kemana yiah???????,,,
ditempat ana kerja ada misionaris dan ana inventori control surat2 yg masuk ana tau dan pernah salah satunya surat misionaris.... mohon bantuannya...... Jazakallloh semuanya......
Met berjuang FPI tenang aja masyarakat sekarang banyak yg sudah pinter memilah-milih mana yg benar sesuai dgn syariat islam....
go truz nahi mungkar...... ALLOHU AKBAR
-
|2010-07-13 20:19:59 ilham bin - Ada yang menghina
Tolong didebat ya untuk agama kita:
http://www.faithfreedom.org/the-challenge/the-challenge/
-
|2010-07-14 20:27:17 paijo
InsyaAllah, kalo niatnya baik dan ikhlas karena Allah SWT pasti akan dimudahkan jalan olehNya. amin.
-
|2010-07-15 11:47:17 larasati
Assalamu'alaikum
Mana rekaman pidato Ribka? klo stasiun tv ga mau menyiarkan, ya udah. kenapa ga di upload aja? kan ada internet.... ^_^
-
|2010-07-18 06:28:02 M. Sejuki - Bencong Yang Sebenarnya
Biasanya yg ngomongin orang bencong, dialah bencong yg sebenarnya. Tul gak @boolll? Hehehe...
-
|2010-07-18 06:45:32 Putri Buana - Soal temperament
Habib tuh kali enggak sabaran aja, padahal Islam kan artinya selamat dan damai, jadi gimana FPI dikatakan bela Islam, Front Perusak Islam lebih masuk akal untuk nama FPI.. coba donk mikir... kalo habib eh apa sih bedanya kok dia disebut bahib? Kan semua manusia dan makhluk hidup juga habib (dicinta oleh Allah) dah ayo bangkitkan logikamu jangan kebawa jaringan kasar2an melulu, ayo bangun Indonesia, buka lapangan kerja, ciptakan kedamaian, yang suka perang semoga disadarkan, jalan H. Rizieq semoga diluruskan Allah, saya yakin bila beliau sadar jadi manusia yang suka kedamaian doanya lebih terkabul untuk amar ma'ruf nahi mungkar. ih serem lihat tampang beliau kalo lagi melotot.. bukankan amarah juga temennya syaitan?
-
|2010-07-18 06:53:07 Putri Buana - Rindu Islam nan damai dan sejuk
Cara amar ma'ruf nahi mungkar yang aku dambakan:
1. Membangun generasi muda Islam yang berpendidikan tinggi dan berwawasan luas
2. Mengkampanyekan kesadaran membantu rakyat lemah dan miskin dengan zakat dan bantuan tanpa pamrih bahkan tidak lagi mengharap pahala tetapi lebih merupakan kesadaran
3. Mengubah FPI yang keras dan kasar menjadi santun, berstrategi, berbudi, banyak menolong anak kurang mampu untuk bersekolah.
4. Menciptakan intelektual-intelektual FPI menjadi kader yang memikirkan kesejahteraan dan ketrentaman bangsa, membela rakyat kecil yg tertindas
Nah baru itu namanya Front Pecinta Islam!
-
|2010-07-18 07:04:49 M. Sejuki
@Putri Buana.
Ketinggalan satu lagi, yaitu:
5. Memberantas kemaksiatan, narkoba, korupsi, perjudian, prostitusi, aliran sesat, dan kegiatan-kegiatan munkarat lainnya, jika aparat penegak hukumnya melempem apalagi ikut terlibat membekengi.
Anda jangan culas, menonjolkan sesuatu kebaikan dengan menghilangkan kebaikan yang lain.
Jangan berfikiran culas lagi ya? Culas kok dipelihara. Hehehe...
-
|2010-07-18 07:14:56 Putribuana - Culas (cukup berpikir luas dan cerdas)
He he Sejuki yang suka marah, aku culas artinya cukup berpikir luas dan cerdas.. semoga sejuki bahagia dech, kayaknya suntuk amat tuh...
-
|2010-07-18 07:46:22 M. Sejuki
@Putribuana.
Bukannya nanggapin komen orang, eh malah bikin singkatan sendiri tentang 'culas', hehehe... Berfikir luas apaan? Tuh, butir nomor 5 yg gue sodorin bener gak? Mestinya itu kan yg lu komentari? Kok malah gak dikomentari? Gimana bisa nyambung? Payah juga nih orang.
-
|2010-07-19 22:59:19 boolll
ehm babi arab nonggol.. banci bencong taman lawang aja lebih berani drpd nih kambing.. brani bertingkah tp gak berani tanggung jawab. ini lg elo pada bela???... huuuuuuuuuu
-
|2010-07-20 06:29:18 M. Sejuki - Sosok Yang Sesungguhnya
Yang ngomongin orang lain BABI, dialah BABI yang sebenarnya.
Yang ngomongin orang lain BANCI BENCONG, dialah BANCI BENCONG yang sebenarnya.
Yang ngomongin orang lain TIDAK BERANI BERTANGGUNG-JAWAB, dia itulah PENGECUT yang sebenarnya.
Yang ngomongin orang lain KAMBING, hehehe... dialah KAM..... (kalo perlu tidur dulu sebentar). Begitu bangun tidur, langsung disambung BIIIIIIIINGGGG.... yang sebenarnya.
Tul gak @boolll? Hehehe... Wakakakak......
-
|2010-07-21 16:06:58 Anonymous
@Putri Buana: Mungkin mbka Putri yang kurang gaul tentang mehod dari FPI dalam beramar makruf nahi munmgkar nih.... dengan dasar hadist untuk kita ber amar maruf nahi mungkar, yaitu pertama dengan harta, dengan perkataan, dengan tangan, dan terakhir dengan diam. dan diam adalah selemah2 iman.
Dan perlu digaris bawahi method FPI sudah melalui itu semua.
Mungkin kurang tepat kalo Mbak Putri menyebut pintar.
-
|2010-07-24 10:57:15 cristian
ah mbak putri ora pham fpi.fpi bkan punya 1orang bak,bnyak orang pinter disna...smua tindakan fpi ada thapan and prosedural.dan sya lihat(sbg orang awam)tndakanya dah btul.
-
|2010-07-24 11:01:33 cristian - bolll maluin aja luh.
eh boll lu maluin kristus aja.coment lu bego bgt sih..ih bner maluin lu.mreka aja ga ad yg kasar gtu comentnya menandakan mreka lbh pintar,santun dan cerdas dari lu.ga ada gunanya lu.maluin bunda maria aja.
-
|2010-07-29 13:38:35 power muslim
Putribuana,kamu harus byk menuntut ilmu tentang ISLAM
yg namanya HABIB itu datang dari keturunan Nabi Muhammad SAW..jadi yg bukan dari keturunan Nabi Muhammad SAW BUKAN habib,berarti KAMU tidak byk belajar tentang ISLAM...
FPI itu tidak kasar,mau bukti lihat saja ke kantong-kantong FPI...
itu hanya ulah media yg menayangkan berita-berita negatif pd FPI.MEDIA tidak mau menayang kan tentang bantuan-bantuan FPI misalnya :1)wkt gempa di Aceh thn 2004,lebih dari 70.000 orang islam di kebumikan 2)banjir yg melanda Situ Gintung,dan masih byk kegiatan sosial FPI.(tidak perlu gue sebutin satu-persatu)
Semoga putri buana dapat petunjuk dan hidayah dari ALLAH SWT...Amin
n.b ; putribuana udah kah kamu baca isi Dukumen Rand Conportion
-
|2011-02-07 19:23:51 iqbal - Ip address loe ketemu
bool...ip address loe ketemu...gw tau letak loe...braninya dari jauh..ayo dateng..jangan samape gw yg dateng...mampus loe
-
orang yang membenci fpi adalah kafir yg nyata..juga pada orang2 jil laknatullah...termasuk cak nor laknatullah,azruardi azra dkk.,. laknatullah dan stasiun tv yng sering memojokkan islam semoga semua kembali ke jalan allah swt....amiiiiiiiiiiiiiin...putri buana!!!!!!!!!!!!!perbaiki otak loe yeeeeee...servis dulu..,..,..
-
FPI, biar ane bukan anggota, FPI maju terus, kita memperkuat dan bersinergi...Kaulah si Penggebug Babi...si Penghajar anjing! Maju terus!
-
|2011-03-17 11:56:24 anti maksiat - fpi semoga berjaya
kalau ulama yg manut banyak karena sudah terikat partai bahkan pesantrennya saja dibiayai partey, sementara orang partey banyak bisnis haramnya. jadi wajar kalau yg lain cuma bisa bilang islam cinta damai. karena mulutnya tersumpal bantuan
habib riziq orang yang betul dan semoga seperti itu terus sampai kapanpun. karena lihat saja islam juga di daerah lain dibantai. jadi umat islam yag menyalahkan fpi pasti belum lihat video2 di ambon, di poso di kalimantan dimana nyawa umat islam dianggap tidak berharga.
baca juga situs2 kristen yang setiap saat memutarbalikan ayat alqur'an. yang dikendalikan oleh ezx muslim.
yang komen menbeci fpi yakin itu bukan orang islam tapi yang ngaku-ngaku islam biar dipercaya. seperti putri buana saya tidak yakin dia orang islam. mungkin pendeta mungkin dari JIL
Last Updated (Monday, 12 July 2010 19:32)









