FUI Tolak Eksekusi Lahan Makam Al Arif Billah Hasan Al Haddad
Ratusan warga Tanjung Priok, Jakarta Timur yang menolak penggusuran lokasi makam tokoh Muslim Al Arif Billah Hasan bin Muhammad Al Haddad, Rabu (14/4) pagi, bentrok dengan ratusan aparat Satuan Pamong Praja (Satpol PP).
Menurut Sekjen FUI KH. Muhammad Al Khaththath, makam tokoh Muslim Al Arif Billah Hasan bin Muhammad Al Haddad sebenarnya merupakan salah satu situs sejarah Islam Betawi. Tempat tersebut menjadi salah satu tempat wisata ziarah. Al Khaththath juga menjelaskan bahwa adanya khurafat harus di berantas, akan tetapi apapun alasannya makam tersebut tidak bisa di bongkar demi pembelajaran sejarah perjuangan penyebaran Islam untuk umat.
“Oleh karena itu FUI menolak dengan tegas penggusuran makam tersebut untuk kepentingan kaum kapitalis” ujarnya tegas.
Sekjen FUI ini menyesalkan tindakan Pemkot Jakarta Utara yang mengerahkan ribuan Satpol PP dan Polisi hingga terjadi bentrok dengan para santri.
“Janganlah demi kepentingan kaum kapitalis pemerintah menumpahkan darah rakyat. Rakyat wajib melawan kezaliman”, lanjutnya.
Aksi saling lempar antara warga dan aparat Satpol PP yang bersiap mengeksekusi lahan yang dipersengketakan itu sempat mereda. Namun, aksi pelemparan kembali terjadi ketika alat berat aparat beraksi pukul 07.30 WIB.
Ratusan warga yang menolak rencana penggusuran, tetap bertahan di lokasi makam keramat tersebut.
Seorang warga setempat mengatakan, bentrokan terbaru antara massa dengan Satpol PP itu merupakan kelanjutan dari sengketa antara PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dan ahli waris Habib Al Haddad.
Upaya penertiban itu, katanya, merupakan pemaksaan yang inkonstitusional. Pasalnya, makam tersebut tidak hanya menjadi saksi sejarah perjuangan Islam, tapi juga tanahnya diakui sejak zaman Belanda. (mj)
Comments (4)
-
|2010-04-14 13:12:13 iskandar..
bener-benr anjing tuh satpol pp apa sih maunya.....sampai sampai intruksi angota dewan nggadidengarkan
ya allah bubarkan saja satpol pp
-
|2010-04-14 15:38:56 abi - rupanya kapitalis masih penasaran
pd th 2004 pelindo juga bernafsu untuk menggusur makam mereka menggunakan preman bayaran, Alhamdulilah mereka dapat di usir atas kerjasama antara masyarakat dan FPI, namun lagi2 pelindo masih penasaran mereka gunakan para satpol pp. kami himbau kepada satpol pp jangan arogan, kedepankan nurani bukan nafsu, kalo dirasa perintah atasan salah lebih baik keluar jangan takut ga makan dari pada di sumpaihn orang dan di Azab Allah. tuh kali jodo, jembatan genit dan top 1 yang harusnya di gusur karena jadi ajang prostitusi. gimana sich saya pribadi mengutuk dan saya berharap anda tinggalkan makam atau saya doakan anda terkapar Allahu Akbar
-
|2010-04-15 01:38:40 eko - mengalihkan perhatian
masih ingat dg kasus insiden monas dg "tokoh" utamanya Munarman?
kasus ini tujuannya untuk mengalihkan perhatian dr isu kenaikan bbm dr, isu ahmadiyah dll
saya curiga jangan2 kerusuhan di Priok ini sengaja direkayasa untuk mengalihkan perhatian dr isu2 yg lebih berbobot seperti
1.bailout century
2."MARKUS"
3.mafia pajak
dll
-
|2010-04-15 08:59:59 abdul fattah al hamidi - Indonesia masih dengan cara lama
kenapa cara2 oportunis rezim masa lalu mulai digunakan kembali????? sekarang zamannya udah berubah total bung!!!!! udah gak jaman aparat menggunakan cara2 premanisme, kekerasan, pentungan... masih ada cara yg jitu selain itu thank's
Powered by !JoomlaComment 4.0 beta2











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...