SBY Lantik 9 Anggota Wantimpres
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin siang (25/1/2010) telah melantik sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2010-2014 di Istana Negara, Jakarta.
Kesembilan anggota Wantimpres tersebut diangkat berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 13/P Tahun 2010 yang dibacakan Deputi Menteri Sekretaris Negara Bidang Sumber Daya Manusia, Cecep Sutiawan. Sesuai Keppres yang telah ditandatangani pada tanggal 20 Januari 2010 itu, sembilan anggota wantimpres itu adalah:
1. Prof Dr Emil Salim, guru besar Fakultas Ekonomi UI dan salah satu tokoh Mafia Barkeley.
2. KH Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan Ketua Dewan Musytasyar PKNU.
3. Dr Meutia Farida Hatta Swasono, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan periode 2004-2009 dan Ketua Umum PKPI
4. Prof Dr Ir Ginandjar Kartasasmita, Ketua DPD periode 2004-2009 dan tokoh Golkar.
5. Laksamana TNI (Purn) Widodo AS, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan periode 2004-2009 dan mantan Panglima TNI.
6. Dr N Hassan Wirajuda, Menteri Luar Negeri periode 2004-2009
7. Prof Dr Jimly As-Shiddiqie, Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2003-2008
8. Dr dr Siti Fadilah Supari, Menteri Kesehatan periode 2004-2009
9. Prof. Dr M Ryaas Rasyid, anggota DPR periode 2004-2009, Pakar Otonomi daerah dan Ketua Umum Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK).
Kesembilan anggota ini menggantikan anggota Wantimpres sebelumnya yang dilantik pada 1 April 2007. Mereka adalah Ali Alatas, Adnan Buyung Nasution, Emil Salim, Subur Budhisantoso, TB Silalahi, Rachmawati Soekarnoputri, Sjahrir, KH Ma'ruf Amin, dan Abdul Gani Ilahude.
Sebelum mengambil sumpah, Presiden SBY terlebih dahulu menanyakan kesediaan para anggota Watimpres untuk diambil sumpahnya, kemudian SBY membacakan sumpah yang diikuti anggota Watimpres. "Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya untuk diangkat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden, langsung ataupun tidak langsung, dengan nama atau dalih apapun, tiada memberikan atau menjanjikan, atau akan memberikan sesuatu kepada siapapun juga," kata para anggota Wantimpres.
"Bahwa saya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatan ini, tiada sekali-kali menerima dari siapapun juga, langsung maupun tak langsung sesuatu janji atau pemberian," ujar Presiden SBY yang diikuti anggota Dewan Pertimbangan Presiden. (shodiq/kompas/detik)
Last Updated (Monday, 25 January 2010 17:34)











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...