Mahasiswa Malaysia Kunjungi FUI
Belasan staf pengajar dan mahasiswa Kolej Dar al-Hikmah Selangor Darul Ehsan Malaysia menemui pengurus Forum Umat Islam (FUI) di Jakarta, Kamis (21/1).
Acara ini adalah salah satu rangkaian kegiatan yang mereka lakukan dalam rangka Ziarah Mahabbah Ilmiah Jakarta-Jawa Barat Indonesia. Rencananya mereka akan berada di Indonesia hingga Rabu, 27 Januari 2010.
Selain melakukan audiensi dengan FUI, sebelumnya mereka telah diterima oleh DDII dan Kedubes Malaysia di Jakarta. Selama sepekan ke depan mereka akan bertemu dengan pengurus MUI Pusat, Ponpes Darul Muttaqien, STID Bekasi, Pesantren Al Bina Karawang, UIKA Bogor, IPB dan UIN Syahid Jakarta.
Ketika ditanya apa maksud kedatangan mereka di Indonesia, mereka menjawab: Ingin belajar. Ya, sore tadi selama hampir lebih dari satu setengah jam mereka berdiskusi dengan sejumlah tokoh dan pengurus FUI. Dipandu oleh salah satu pengurus DDII H. Zulfi Syukur, suasana diskusi berlangsung gayeng.
Sekjen FUI KH. Muhammad Al Khaththath, dihadapan tamu negeri jiran tersebut menjelaskan sepak terjang perjuangan gerakan Islam Indonesia, khususnya FUI di tengah-tengah masyarakat.
Al Khaththath menjelaskan berbagai aktivitas dakwah dan advokasi yang dilakukan FUI dengan berbagai ragam persoalan yang dihadapinya. Seperti masalah pornoaksi dan pornografi, pembubaran aliran sesat Ahmadiyah, persoalan politik, pemilu dan kepala negara, pemurtadan hingga persoalan jilbab karyawati sebuah perusahaan.
Sementara dari dosen dan mahasiswa Kolej Dar al-Hikmah, mereka menanyakan sejumlah persoalan seperti pemurtadan, dakwah dan gerakan mahasiswa, hingga persoalan demonstrasi.
"Di Malaysia demo diharamkan, dilarang", ungkap ketua delegasi Ustadz Yumni Bin Ajji Haqqi.
Ketika ditanya penggunaan lafadz "Allah" yang sekarang sedang marak di Malaysia, ia menjawab persoalan tersebut sudah selesai.
"Di Malaysia urusan seperti itu sudah diatasi oleh para menteri di atas. Sehingga kami-kami tidak perlu turun ke jalan. (meski) sebenarnya ingin", tambahnya.
Kolej Dar al-Hikmah (KDH) dulu dikenal dengan Institut Pengajian Ilmu-ilmu Islam (IPI). Berdiri sejak tahun 1989 dan merupakan sekolah tinggi swasta Islam yang pertama muncul di Malaysia. Berubah menjadi Kolej Dar al-Hikmah pada tanggal 1 Muharram 1423/ 15 Juni 2002. KDH bernaung di bahwah Syarikat Bina Ilmu Sin. Bhd yang dimiliki oleh Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM). Kini mahasiswanya telah mencapai 600 orang dan 100 di antaranya berasal dari Indonesia. (shodiq ramadhan)
Last Updated (Thursday, 21 January 2010 21:40)











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...