Sekjen FUI: Kami Ingin Nasehati RSMI
Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad Al Khaththath berang. Pasalnya, dalam aksi yang digelar oleh FUI di depan gedung RSMI, Kamis (21/1), ditemukan selembar selebaran yang dibuat oleh pihak internal RSMI menyatakan bahwa aksi yang dilakukan oleh umat Islam itu untuk membuat onar.
Selebaran tersebut dibagi-bagikan dari dari satu karyawati ke karyawati lainnya yang sengaja disiapkan untuk menghadang massa aksi.
Menanggapi hal ini, Al Khathththath dengan suara lantang menyatakan bahwa FUI datang ke RSMI bukan untuk membuat onar, tetapi untuk menyampaikan nasehat kepada manajemen RSMI agar mengambil keputusan secara benar dan tidak melakukan pelecehan terhadap syariat Islam.
“Kami serukan agar mereka yang membuat selebaran itu segera bertobat dari kesalahannya”, seru Ketua Umum Hizb Dakwah Islam (HDI) ini.
Al Khaththath juga mengingatkan kepada karyawati RSMI agar mengenakan jilbab secara benar. Benar sesuai aturan syariat, bukan benar menurut aturan RSMI. Dijelaskannya bahwa sesuai dengan al Quran surat An Nuur ayat 31 kerudung (khimar) wanita harus dipakai menjulur ke dada bukan dimasukkan ke dalam.
“Tidak ada ayat yang menyatakan masukkan kerudungmu ke dalam”, jelasnya.
Al Khaththath juga mendesak agar pihak RSMI membatalkan rencana PHK ketiga karyawatinya dan mengaktifkan kembali seperti sebelumnya. “Kemauan RSMI mem-PHK ketiga karyawati muslimah tersebut sungguh sangat tidak manusiawi”, tegasnya.
Selain Al Khaththath, ketua dan wakil ketua DPD FPI Jakarta Habib Selon dan Habib Fachry Jamalulail juga hadir menyampaikan orasi. Dalam orasinya, kedua pimpinan FPI Jakarta itu mengingatkan agar RSMI tidak memancing amarah umat Islam. Sebab jika itu terjadi secara spontan umat Islam akan bergerak untuk melawan.
Aksi FUI diikuti oleh ratuasan massa yang berasal dari berbagai ormas Islam seperti Front Pembela Islam (FPI), Hizb Dakwah Islam (HDI), Pemuda Persis, Persatuan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kelompok Muslimah untuk Kajian Islam (KMKI).
-
|2010-01-22 09:50:38 Jundi
kami umat islam ibarat lebah, kami mencari makan dengan yang halalan tayiban, kami menetap menjadi bermanfaat, dan kami tidak akan ganggu jika kami tidak diganggu, namun jangan sekali2 menggagu karena jika sekali anda ganggu kemanapun akan di kejar, kami tidak ingin mencari musuh tapi jika ada musuh kami tidak akan lari. Allahu Akbar 3x
-
|2010-01-22 09:57:46 abi - ane dukung
mari saudaraku, sampai kapan lagi kita umat islam bisa di lecehkan dinegerinya sendiri negeri yang mayoritas penduduknya muslim, maju turus FUI maju terus ormas islam maju terus FPI, HDI,PPMI,HMI,KMKI. ikhlaskan niat bulatkan tekad "Allahugoyatuna, Wahuwa kosduna". Allahu akbar !!!
-
|2010-01-26 10:53:23 Bonek - Jangan setengah2
Pak Kyai, mau tanya: Apakah perawat perempuan dibenarkan secara syariah merawat/memegang pasien laki2 bukan muhrim sementara masih ada perawat laki2???
Apakah secara syariah diperbolehkan pasien laki2 dicampur dengan pasien perempuan di dalam 1 ruang?
Kalau mau menerapkan syariah jangan tanggung2 dong Pak Kyai...
Harusnya FUI juga mendemo setiap muslimah yang masih memakai jilbab dimasukkan ke baju.. karena tidak sesuai syariah...
Last Updated (Friday, 22 January 2010 10:04)











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...