Stok Buku Membongkar Gurita Cikeas Ludes
Buku 'Membongkar Gurita Cikeas' karya George Junus Aditjondro membuat resah Presiden SBY. Sikap SBY yang gundah gulana itu dipersepsikan ada masalah besar yang disembunyikan.
Makin jadi kontroversi, buku 'Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century' karya George Junus Aditjondro makin dicari orang.
Kemarin, buku tersebut hilang dari peredaran di Yogyakarta, baik di toko-toko buku maupun sentra penjualan buku, Shopping Centre. Padahal, buku 'Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century' diterbitkan di Yogyakarta oleh penerbit Galang Press.
Menurut Kepala Cabang Agromedia Group Yogyakarta, Margono, stok buku 'Membongkar Gurita Cikeas' habis.
Ditambahkan dia, stok buku lainnya saat ini masih tertahan di beberapa toko buku, salah satunya Gramedia.
"Gramedia belum [menjual]. Bagi mereka masih jadi pertimbangan. Toko buku Gramedia [Yogyakarta] tergantung pusat," kata dia.
Untuk mengantisipasi permintaan yang kian melonjak, Margono mengatakan pihaknya akan menarik stok yang mengendap di toko buku. "Kami akan cari jaringan lain, misalnya ke relasi toko buku perorangan, bukan ke toko buku jaringan seperti Gramedia," tambah dia.
Meski ada kontroversi terkait buku itu, Margono mengaku tak gentar menjualnya. "Saya sebagai distributor, sebelum ada surat resmi kejaksaan dan kepolisian, masih berhak menjual buku itu," tambah dia.
Manajer pusat Agromedia Group, tambah Margono, juga mempersilakan distributornya menjual buku itu. "Tadi pagi saya dapat SMS dari Jakarta, seluruh cabang bisa menjual buku itu di kalangan tradisional atau menjual langsung," tambah dia.
Buku George berisi dugaan keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarganya dalam kasus Century. Yayasan-yayasan yang dikelola keluarga Cikeas juga disebut sebagai motor dalam mencari dukungan politik dan mencari dana.
"Di dalam buku itu disebutkan dengan fakta-fakta yang sepertinya tidak akurat dan tidak mengandung kebenaran yang hakiki. Ini yang diprihatinkan presiden," kata dia di kediaman SBY di Cikeas, Bogor, Sabtu (26/12).
Kata Julian, tidak menutup kemungkinan ada langkah hukum yang akan dilakukan SBY maupun yayasannya.
"Buku itu telah dirilis dan dipublikasikan di publik maka yang akan diminta nanti pertanggungjwabannya adalah sejauh mana keotentikan, validitas data, dan kalau perlu sampai proses dimana metodologi yang digunakan. Sehingga Pak Aditjondro sampai pada kesimpulan yang disampaikan buku tersebut," kata Julian. (mj)
Last Updated (Monday, 28 December 2009 11:03)











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...