Teknologi Informasi Sangat Penting bagi Kemenag
Jakarta (SI ONLINE) - “Siapa yang menguasai informasi, dialah yang akan mengenagam dunia.” Kalimat itu populer tahun 1990-an lalu ketika diucapkan ahli teknologi informasi dan komunikasi kelas dunia, Alfin Tofler, sehingga sering menjadi rujukan di berbagai seminar.
Maka tidaklah mengherankan jika Kementerian Agama memandang vital penguasan teknologi informasi dan komunikasi. “Karena itu guna memberi pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan akurat, diperlukan sarana informasi yang memadai. Apalagi bagi Kemenag yang memiliki satuan kerja sebanyak 4.478 satker, maka mutlak memanfaatkan teknologi informasi.”
Demikian dikemukakan Pgs. Sekjen Kemenag Drs. Syamsuddin pada pembukaan Workshop Media Informasi Elektronik Kementerian Agama 2011 di Hotel Royal Orchids Garden Batu, Malang, Jawa Timur, Senin (31/10) melalui sarana Teleconference dari Kantor Kemenag Pusat di Jalan Lapangan Banteng 3-4 Jakarta Pusat.
"Pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan akurat tidak tercapai apabila penyediaan sarana informasi Kementerian Agama tidak memadai," kata Syamsuddin yang juga Kepala Biro Perencanaan Kemenag.
Syamsuddin mengatakan, sejalan dengan keberadaan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, saat ini masyarakat mendambakan pelayanan yang lebih terbuka atau transparan. Sehingga masyarakat tidak mau lagi berhadapan dengan instansi yang informasinya tertutup.
"Misalnya masalah haji, masyarakat agar begitu daftar dia tahu tahun berapa berangkat, sehingga kepastian berangkat dia peroleh sedini mungkin," terangnya pada kegiatan yang dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Drs. H. Sudjak, M.Ag., Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi Drs. Syihabuddin Latief, M.M., para Kepala Kantor Kemenag se Malang Raya, dan Kabid Data Drs. Afrizal Zen, M.Si.
Kakanwil Kemenag Jatim Sudjak mengatakan, kegiatan workshop tersebut diharapkan mampu meningkatkan fungsi jaringan dan sistem informasi yang kita harapkan, yaitu menghasilkan data yang cepat, tepat, dan akurat.
"Jadi setelah mengikuti workshop ini ada nilai tambah, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, sehingga mampu mengaplikasikan di wilayahnya masing-masing." kata Sudjak.
Red: Abdul Halim
Sumber: Kemenag
Maka tidaklah mengherankan jika Kementerian Agama memandang vital penguasan teknologi informasi dan komunikasi. “Karena itu guna memberi pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan akurat, diperlukan sarana informasi yang memadai. Apalagi bagi Kemenag yang memiliki satuan kerja sebanyak 4.478 satker, maka mutlak memanfaatkan teknologi informasi.”
Demikian dikemukakan Pgs. Sekjen Kemenag Drs. Syamsuddin pada pembukaan Workshop Media Informasi Elektronik Kementerian Agama 2011 di Hotel Royal Orchids Garden Batu, Malang, Jawa Timur, Senin (31/10) melalui sarana Teleconference dari Kantor Kemenag Pusat di Jalan Lapangan Banteng 3-4 Jakarta Pusat.
"Pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan akurat tidak tercapai apabila penyediaan sarana informasi Kementerian Agama tidak memadai," kata Syamsuddin yang juga Kepala Biro Perencanaan Kemenag.
Syamsuddin mengatakan, sejalan dengan keberadaan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, saat ini masyarakat mendambakan pelayanan yang lebih terbuka atau transparan. Sehingga masyarakat tidak mau lagi berhadapan dengan instansi yang informasinya tertutup.
"Misalnya masalah haji, masyarakat agar begitu daftar dia tahu tahun berapa berangkat, sehingga kepastian berangkat dia peroleh sedini mungkin," terangnya pada kegiatan yang dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Drs. H. Sudjak, M.Ag., Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi Drs. Syihabuddin Latief, M.M., para Kepala Kantor Kemenag se Malang Raya, dan Kabid Data Drs. Afrizal Zen, M.Si.
Kakanwil Kemenag Jatim Sudjak mengatakan, kegiatan workshop tersebut diharapkan mampu meningkatkan fungsi jaringan dan sistem informasi yang kita harapkan, yaitu menghasilkan data yang cepat, tepat, dan akurat.
"Jadi setelah mengikuti workshop ini ada nilai tambah, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, sehingga mampu mengaplikasikan di wilayahnya masing-masing." kata Sudjak.
Red: Abdul Halim
Sumber: Kemenag











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...