Din Syamsuddin: Lembaga Persahabatan Ormas Islam Kepanjangantangan SBY
Surabaya (SI ONLINE) - Muhammadiyah tidak bergabung dengan lembaga persahabatan ormas Islam yang dideklarasikan di Kantor PBNU 21 Oktober 2011 lalu.
Din Syamsuddin Ketua Umum PP Muhammadiah mencurigai lembaga ormas Islam ini bagian dari kepanjangantangan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tapi Muhammadiyah tidak akan mempengaruhi ormas Islam lain yang ingin bergabung dgan lembaga baru ini.
Menanggapi kecurigaan itu, KH Said Aqil Siradj Ketua Umum PBNU inisiator dideklarasikannya lembaga ormas Islam mengatakan, ini organisasi non partisan. Tujuannya untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah, agar lebih kuat dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa, negara maupun persoalan yang dihadapi umat Islam sendiri. Utamanya bidang pendidikan dan kemiskinan.
Kata Agil, negara-negara Islam sekarang mudah diintervensi dan dihancurkan negara lain, karena umat Islam-nya tidak bersatu, masing-masing ingin berkuasa.
Baru-baru ini, 14 Organisasi Masyarakat (Ormas) yang berbasis massa Islam menggelar pertemuan di Jakarta dan mendeklarasikan Lembaga Persahabatan Ormas Islam, sebagai sebuah wadah pemersatu umat.
Deklarasi lembaga tersebut menyatakan perang terhadap aksi terorisme dan radikalisme. Deklarasi bertujuan agar ormas Islam lebih berperan dalam mewujudkan kerukunan dan perdamaian, terutama di tanah air.
Hadir dalam deklarasi perwakilan 14 Ormas, antara lain adalah NU, Al Irsyad Al Islamiyah, Persis, Ittihadiyah, serta Matlaul Anwar. Hadir pula perwakilan Ormas Arrobitoh Al Alawiyah, Syarikat Islam Indonesia, Perti, Ikadi, Azzikra, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), dan Himpunan Bina Muallaf.
Kabarnya lembaga persahabatan ormas Islam sudah didukung sekitar 21 ormas Islam, diluar Muhammadiyah dan Front Pembela Islam (FPI).
Red: Jaka
Sumber: SurabayaNet
Din Syamsuddin Ketua Umum PP Muhammadiah mencurigai lembaga ormas Islam ini bagian dari kepanjangantangan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tapi Muhammadiyah tidak akan mempengaruhi ormas Islam lain yang ingin bergabung dgan lembaga baru ini.
Menanggapi kecurigaan itu, KH Said Aqil Siradj Ketua Umum PBNU inisiator dideklarasikannya lembaga ormas Islam mengatakan, ini organisasi non partisan. Tujuannya untuk meningkatkan ukhuwah islamiyah, agar lebih kuat dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa, negara maupun persoalan yang dihadapi umat Islam sendiri. Utamanya bidang pendidikan dan kemiskinan.
Kata Agil, negara-negara Islam sekarang mudah diintervensi dan dihancurkan negara lain, karena umat Islam-nya tidak bersatu, masing-masing ingin berkuasa.
Baru-baru ini, 14 Organisasi Masyarakat (Ormas) yang berbasis massa Islam menggelar pertemuan di Jakarta dan mendeklarasikan Lembaga Persahabatan Ormas Islam, sebagai sebuah wadah pemersatu umat.
Deklarasi lembaga tersebut menyatakan perang terhadap aksi terorisme dan radikalisme. Deklarasi bertujuan agar ormas Islam lebih berperan dalam mewujudkan kerukunan dan perdamaian, terutama di tanah air.
Hadir dalam deklarasi perwakilan 14 Ormas, antara lain adalah NU, Al Irsyad Al Islamiyah, Persis, Ittihadiyah, serta Matlaul Anwar. Hadir pula perwakilan Ormas Arrobitoh Al Alawiyah, Syarikat Islam Indonesia, Perti, Ikadi, Azzikra, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), dan Himpunan Bina Muallaf.
Kabarnya lembaga persahabatan ormas Islam sudah didukung sekitar 21 ormas Islam, diluar Muhammadiyah dan Front Pembela Islam (FPI).
Red: Jaka
Sumber: SurabayaNet











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...