Pejabat Belum Gunakan Riset untuk Kebijakan
Bogor (SI ONLINE) - Meski semakin penting dan strategis, ternyata masih banyak pejabat yang kurang mengunakan riset dalam mengambil keputusan penting, sehingga sering keliru dan banyak yang merugikan masyarakat.
“Memang masih banyak pejabat yang kurang menggunakan riset sebagai dasar mengambil kebijakan. Padahal di AS dan Eropa, seorang pejabat yang akan mengambil kebijakan penting selalu melakukan riset terlebih dahulu.”
Demikian dikemukakan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Prof Dr Abdul Jamil MA, kepada Suara Islam Online, seusai membuka acara “Sosialisasi Produk Riset Tahun 2011 dan Penguatan Tata Kelola Kelitbangan Badan Litbang dan Diklat Kemenag” di Cisarua, Bogor, Selasa (18/10/2011). Turut hadir Sekretaris Badan Litbang dan Diklat Kemenag, Dr H Hamdar Arraiyah MAg.
Dikatakannya, pejabat yang belum menggunakan hasil riset untuk mengambil kebijakan, dikarenakan telah menjadi kultur yang terlalu lama dipandang oleh pejabat tersebut, sehingga setiap kebijakan yang diambil hanya berdasarkan pemikirannya saja.
Namun diakuinya, hasil riset kurang optimal sehingga kalangan peneliti wajib berfikir keras mengapa hasil risetnya belum banyak dimanfaatkan termasuk para pajabat pengambil kebijakan. Namun katanya, dampaknya kepada masyarakat belum sampai ke tingkat kekeliruan yang fatal.
“Jika pejabat mengambil kebijakan berdasarkan hasil riset, maka akan menimbulkan kehati-hatian dan pemikiran mendalam sehingga lebih banyak yang berhasil,” ungkap mantan Rektor IAIN Walisongo Semarang tersebut.
Tetapi diakuinya, bisa jadi kebijakan pejabat diambil bukan dari hasil riset terlebih dahulu, ternyata hasilnya juga memuaskan. Hal itu dikarenakan pejabat tersebut memiliki team work yang solid, sehingga kebijakannya akan bermanfaat kepada masyarakat meski sebelumnya bukan dari hasil riset.
“Namun bagaimanapun, alangkah baiknya sebuah kebijakan diambil dari hasil riset atau penelitian, sebagaimana sering dilakukan para pejabat di AS dan Eropa,” ungkap Prof Dr Abdul Jamil MA. (
Rep: Abdul Halim
“Memang masih banyak pejabat yang kurang menggunakan riset sebagai dasar mengambil kebijakan. Padahal di AS dan Eropa, seorang pejabat yang akan mengambil kebijakan penting selalu melakukan riset terlebih dahulu.”
Demikian dikemukakan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Prof Dr Abdul Jamil MA, kepada Suara Islam Online, seusai membuka acara “Sosialisasi Produk Riset Tahun 2011 dan Penguatan Tata Kelola Kelitbangan Badan Litbang dan Diklat Kemenag” di Cisarua, Bogor, Selasa (18/10/2011). Turut hadir Sekretaris Badan Litbang dan Diklat Kemenag, Dr H Hamdar Arraiyah MAg.
Dikatakannya, pejabat yang belum menggunakan hasil riset untuk mengambil kebijakan, dikarenakan telah menjadi kultur yang terlalu lama dipandang oleh pejabat tersebut, sehingga setiap kebijakan yang diambil hanya berdasarkan pemikirannya saja.
Namun diakuinya, hasil riset kurang optimal sehingga kalangan peneliti wajib berfikir keras mengapa hasil risetnya belum banyak dimanfaatkan termasuk para pajabat pengambil kebijakan. Namun katanya, dampaknya kepada masyarakat belum sampai ke tingkat kekeliruan yang fatal.
“Jika pejabat mengambil kebijakan berdasarkan hasil riset, maka akan menimbulkan kehati-hatian dan pemikiran mendalam sehingga lebih banyak yang berhasil,” ungkap mantan Rektor IAIN Walisongo Semarang tersebut.
Tetapi diakuinya, bisa jadi kebijakan pejabat diambil bukan dari hasil riset terlebih dahulu, ternyata hasilnya juga memuaskan. Hal itu dikarenakan pejabat tersebut memiliki team work yang solid, sehingga kebijakannya akan bermanfaat kepada masyarakat meski sebelumnya bukan dari hasil riset.
“Namun bagaimanapun, alangkah baiknya sebuah kebijakan diambil dari hasil riset atau penelitian, sebagaimana sering dilakukan para pejabat di AS dan Eropa,” ungkap Prof Dr Abdul Jamil MA. (
Rep: Abdul Halim











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...