Website ini telah berpindah, silahkan klik, untuk berpindah ke web baru.
Suara Islam Online | Gereja Liar di Cirebon: Ditutup Walikota, Dibela GP Anshar - Gereja Liar di Cirebon: Ditutup Walikota, Dib

Gereja Liar di Cirebon: Ditutup Walikota, Dibela GP Anshar

altCirebon (SI ONLINE) - Persoalan gereja liar dan pemurtadan di Cirebon, sejak 1984 menjadi persoalan yang sangat krusial dan tak ada ujungnya hingga sekarang. Gereja yang sangat militan terus melakukan pemurtadan dan berbagai pelanggaran adalah Gratia Ecclestia yang berpusat di gedung Gratia (Gereja Jemaat Kristen Indonesia Anugrah). Gereja yang membandel lainnya karena melakukan kegiatan diluar prosedur aturan adalah Gereja Bethel. Berbagai musyawarah telah digelar tapi tidak ditaati, hingga akhirnya keluar surat keputusan Wali Kota menutup kegiatan di dua gereja tersebut. Sebelumnya juga telah keluar berbagai surat teguran dari Kementrian Agama dan Forum Kerukunan Antar-Umat Beragama (FKUB) Kota Cirebon.



SK Wali Kota No. 011/1477-Adm Kesra tanggal 26 September 2011, menetapkan kembali gedung Gratia sebagai Gedung Pertemuan Umum, sesuai ijin yang dikeluarkan Dinas PU no 645/548/IB-PU/92 tanggal 16 januari 1992, perihal IMB no 645/74/IB-PU/96 tanggal 15 mei 1996. Dan menetapkan tidak boleh lagi menjadi tempat peribadatan. Sedangkan untuk Gereja Bethel Indonesia Pekiringan jalan Pekiringan no 165 berdasarkan SK Wali Kota No. 452.2/1478-Adm Kesra. Pertimbangan kedua tempat itu antara lain karena warga keberatan. Sementara salahsatu keberatan dari Ormas-Ormas Islam, karena pihak gereja sangat agresif melakukan pemurtadan, berdasarkan bukti termasuk video CD, diantaranya pemurtadan para waria sewilayah Cirebon .

Momentum paling fenomenal adalah saat pihak Gratia meminta maaf pada Ummat Islam di Gedung Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Jalan Drajat kota Cirebon 21 Oktober 2008. Dari pihak Gratia waktu itu mengatakan permintaan maaf atas sikapnya yang meresahkan ummat Islam, mohon maaf atas semua kekhilafan, ucapan terima kasih. Dan harapan sebagai ummat beragama untuk saling memaafkan.

Mereka antara lain Pendeta Anton dari Plumbon, Mulianto dari Jakarta, Ny Nani Susanti Tokoh dan Aktivis persekutuan doa Gratia dari Cirebon, Ny Ina dari Cirebon, A Budi Hartono dari Cirebon. Ny Nani minta maaf tapi belum bersedia menandatangani surat pernyataan dan permohonan maaf, karena belum diangkat jadi pendeta, belum punya otoritas, gereja belum  berjalan. Belum jadi ketua yayasan Gratia/Radio Gratia, sedangkan masalah pendirian stasiun TV Kristen dia tidak punya urusan. Dari ucapannya terdengar sangat rancu. Dan ternyata kemudian mereka tetap membandel dan memicu perlawanan dari Ummat Islam.

Densus 99 Bela GBI

altSayangnya tidak semua Ummat Islam setuju dengan langkah-langkah hukum yang ditempuh oleh Pemerintah maupun Ormas Islam. GP Anshar Kabupaten Cirebon dengan Densus 99-nya yang dipimpin oleh Nuruzzaman, berusaha menjegal langkah pemerintah Kota Cirebon dan Ormas-Ormas Islam itu. Mereka terus melakukan pengawasan hingga pengamanan dengan menerjunkan personel Banser berseragam menjaga gereja-gereja yang kerap diprotes Ummat Islam.

Peran Banser (Barisan Serba Guna) dari Gerakan Pemuda Anshar Kabupaten Cirebon, menjadi sangat menonjol dalam pembelaannya terhadap keberadaan gereja-gereja liar, dan secara otomatis berarti juga melindungi kegiatan pemurtadan, terjadi pada tanggal 16-17 mei dan tanggal 20 juli 2011 lalu. Sementara sikap GP Anshar Kota Cirebon sendiri pasif.

Pada 16 mei 2011 warga sekelurahan Kesambi yang diwakili tujuh Ketua RW dan elemen pemuda, mengadakan rapat di Kelurahan Kesambi Kota Cirebon, hadir juga Kapolsek Utara Barat Kota Cirebon, Dan Ramil, Camat, perwakilan dari Kementerian Agama, DPRD dan dari pihak Gratia adalah Pendeta Jimmy Loekito. Musyawarah menetapkan, warga menolak kegiatan yang digelar Gratia yang mendatangkan sekitar 6000 orang dari berbagai pelosok Jawa, yang akan digelar pagi 17 mei.

Tapi pihak Gratia bandel, acara dimajukan sore itu juga. Warga marah tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Ormas-ormas Islam yang tergabung dalam wadah Gapas (Gerakan anti Pemurtadan dan Aliran Sesat) dan GMC (Gerakan Muslim Cirebon) turun tangan. Ternyata kegiatan yang berkedok perayaan paskah dan syukuran kenaikan kelas itu, disertai juga dengan perayaan HUT Israel, yang dibuktikan dengan atribut-atribut yang sangat khas Israel, seperti lambang Bintang David. Situasi memanas, polisi Kota Cirebon turun tangan dan membubarkan acara itu.

Tapi pada pagi hari 17 Mei, mereka mencoba menggelar acara itu di Hotel Apita Kabupaten Cirebon, karena belum berijin, Polres Kabupaten Cirebon membubarkan acara itu. Pada saat itulah Banser berusaha melindungi agar kegiatan gereja dan pendukung Israel ini terus berjalan. Pihak gereja dan GP Anshar Kabupaten Cirebon kemudian melakukan kampanye besar-besaran di media massa, bahwa ormas Islam terutama GAPAS membubarkan perayaan Paskah.  Berita-berita itu dimuat di sebuah Koran lokal dan internet.

Pihak MUI Kota Cirebon sendiri melalui ketuanya KH Sholihin Uzer mempertanyakan mengapa pihak gereja melakukan perayaan paskah pada hari libur Peringatan Waisyak. Padahal pemerintah sudah menyediakan hari libur paskah pada 22 April, dan hari libur kenaikan Isa Al Masih pada 2 juni. Tapi pihak GP Anshar Kabupaten Cirebon melalui ketuanya yaitu Nuruzzaman, menyatakan siapapun tidak berhak membubarkan acara itu, dia menyatakan hal itu menjelang waktu Zhuhur di kantin Masjid Raya At Taqwa Kota Cirebon. Pihaknya bahkan siap untuk “perang” dan merazia ormas-ormas Islam radikal. Dia menyebutkan adanya 28 ormas Islam radikal di Cirebon, dimana ormas-ormas ini menurutnya adalah ganjalan terciptanya kerukanan antar ummat Beragama.

Situasi makin buruk, saat Nuruzzaman membentuk Densus 99 pada tanggal 1 Juli 2011. Tujuan pembentukan Organisasi yang sampai sekarang belum jelas badan hukumnya (menurut kantor Kesbanglinmas Kabupaten Cirebon, melalui Kabid Tahbang Drs Muhammad Hafni, Densus 99 belum terdaftar) adalah, membasmi gerakan Islam Radikal. Salah satu gerakan Islam radikal menurut Nuruzzaman adalah Jama’ah Tabligh. salah satu kriteria mendasar yang dipakai menilai gerakan itu radikal atau tidak adalah, jika organisasi atau gerakan tersebut sangat kental Keislamannya seperti pemakaian atribut pakaian, istilah-istilah bahasa atau kata-kata yang digunakan dalam berkomunikasi, dan sering mengusung kata “jihad”.

Belum satu bulan berdiri, tepatnya tanggal 20 Juli 2011 Densus 99 beraksi. Saat itu Ketua GAPAS, Andi Mulya bersama enam pimpinan ormas Islam, dengan meminta izin kepada aparat berwenang, mendatangi gedung Gratia untuk klarifikasi kenapa gedung itu masih digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan. Tapi saat selesai dan keluar dari gedung itu mereka berhadapan dengan puluhan anggota Densus 99 yang dipimpin oleh Nuruzzaman menghadang dan memaki para aktivis Islam tersebut dan menimbulkan kegaduhan, sekalipun tidak ada perlawanan dari aktivis Islam.

Akhirnya persoalan itu diselesaikan di Mapolresta. Anehnya, menurut Andi Mulya, pihaknya bukan berhadapan dengan Densus 99 atau dengan Nuruzzaman, tapi berhadapan dengan Ketua GP Anshar Kota Cirebon yakni Muhammad Yani, dan mengadakan perjanjian damai dengannya. Padahal antara Ormas-Ormas dengan GP Anshar Kota Cirebon tidak ada persoalan. Menyikapi hal itu Andi Mulya menegaskan, “Sekarang siapa yang radikal, kami atau mereka (Densus 99), katanya mereka anti radikalisme, dan akan memberantas Ormas Islam radikal, nyatanya mereka juga sangat radikal dan kasar” ungkapnya. Menurut Andi Mulya kehadiran Densus 99 malah menambah masalah rumit di Kota Cirebon, ketimbang menyelesaikan masalah.

Red: Shodiq Ramadhan
Rep: Humas FUI-Cirebon

 

 

Comments (5)
  • alex  - densus 99 sadarlah,,,,
    avatar
    saya ga abis pikir dengan densus 99 yang mungkin anggotanya adalah kaum muslimin juga.tapi mereka sangat keras kepada umat islam dan sangat lembek terhadap orang2 kafir,densus 99 sadarlah,,,,,
  • abdillah
    avatar
    wahai kaum muslimin, rapatkanlah barisan, pelajari dan ketahuilah musuh musuh kalian karena umat saat ini terbagi DUA PENDUKUNG SYARIAT dan yang MENOLAK SYARIAT .......HIZZBULLAH DAN HIZZBUSYAITON, PASUKAN DAJJAL DAN PASUKAN AL MAHDI ...
  • Babah Liem  - Maling teriak maling!
    avatar
    Siapa dulu dong mbahnya! rabbi koh dur je! Makanya densus 99 ini jadi anjingnya iblis salibis yahudi! Gak heran lah yauw! Haha..
  • URANG AWAK  - payah
    avatar
    DENSUS 99 SAUDARA KITA DI AMBON DI BANTAI...ENTE KEMANA ??????? KEMANA...???? KEMANAAA???
  • Babah Liem  - Lagi ngemis
    avatar
    Mrk gak ke-mana2 kok. Cuma lagi ngemis ke gereja2. Gak beda dengan pemimpin mrk yang ngemis ke bank dunia. Bedanya yang satu ini kelas teri. Jadi ngemisnya ke gereja. Haha..
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   

Last Updated (Thursday, 20 October 2011 13:49)

 
Who's Online
We have 133 guests online
TV Suara Islam
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Komentar TV Islam