Ribuan Pengunjuk Rasa Tuntut Ali Abdullah Saleh Mundur
Sanaa (SI ONLINE) - Puluhan ribu orang melakukan unjuk rasa di pusat kota Sanaa menuntut Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh mundur berakhir bentrok dan menewaskan setidaknya 9 orang dan puluhan lainnya luka-luka.
Para pejabat mengatakan penembakan terjadi ketika ribuan demonstran berjalan melalui kota itu, menuntut pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh.
Pasukan keamanan menggunakan peluru serta gas air mata gas dan Water Canon untuk membubarkan ratusan ribu demonstran yang menolak pemerintahan Saleh.
"Kami menuntut dari Dewan Keamanan untuk memaksa Saleh untuk meninggalkan jabatannya," ujar para demonstran sambil membawa patung Saleh yang digantung dan poster demonstran yang tewas, Sabtu (15/10/2011).
Aksi penembakan dapat terdengar jelas di wilayah bentrokan hingga sore hari. Menurut petugas kesehatan sedikitnya 180 orang terluka dalam aksi penembakan tersebut. Korban yang terluka langsung dibawa ke rumah sakit.
Salah seorang dokter rumah sakit setempat, Mohammed al-Qubati mengatakan, saat ini dua mayat dibawa ke tempatnya dan banyak dari para demonstran yang terluka terluka, termasuk setidaknya 30 terkena tembakan, 10 orang di antaranya berada dalam kondisi serius.
Bentrokan ini terjadi sejak Maret lalu, Di Sanaa, terdapat garis pemisah pasukan yang setia kepada Saleh dan pasukan komando Jenderal Ali Mohsen Al-Ahmar, yang memilih menjadi oposisi.
Presiden Saleh kembali ke Yaman bulan lalu dari Arab Saudi untuk menjalani pengobatan setelah cedera karena serangan Juni lalu.
Red: Jaka
Sumber: reuters/bbc
Para pejabat mengatakan penembakan terjadi ketika ribuan demonstran berjalan melalui kota itu, menuntut pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh.
Pasukan keamanan menggunakan peluru serta gas air mata gas dan Water Canon untuk membubarkan ratusan ribu demonstran yang menolak pemerintahan Saleh.
"Kami menuntut dari Dewan Keamanan untuk memaksa Saleh untuk meninggalkan jabatannya," ujar para demonstran sambil membawa patung Saleh yang digantung dan poster demonstran yang tewas, Sabtu (15/10/2011).
Aksi penembakan dapat terdengar jelas di wilayah bentrokan hingga sore hari. Menurut petugas kesehatan sedikitnya 180 orang terluka dalam aksi penembakan tersebut. Korban yang terluka langsung dibawa ke rumah sakit.
Salah seorang dokter rumah sakit setempat, Mohammed al-Qubati mengatakan, saat ini dua mayat dibawa ke tempatnya dan banyak dari para demonstran yang terluka terluka, termasuk setidaknya 30 terkena tembakan, 10 orang di antaranya berada dalam kondisi serius.
Bentrokan ini terjadi sejak Maret lalu, Di Sanaa, terdapat garis pemisah pasukan yang setia kepada Saleh dan pasukan komando Jenderal Ali Mohsen Al-Ahmar, yang memilih menjadi oposisi.
Presiden Saleh kembali ke Yaman bulan lalu dari Arab Saudi untuk menjalani pengobatan setelah cedera karena serangan Juni lalu.
Red: Jaka
Sumber: reuters/bbc











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...