Website ini telah berpindah, silahkan klik, untuk berpindah ke web baru.
Suara Islam Online | Geger Rencana Pembunuhan Dubes Saudi - Geger Rencana Pembunuhan Dubes Saudi Friday, 14... | Iran, Untuk, D

Geger Rencana Pembunuhan Dubes Saudi

Washington (SI ONLINE) - Dunia internasional masih diselimuti keterkejutan tentang adanya plot gagal rencana pembunuhan Dutabesar Saudi untuk Amerika Adel Al-Jubeir. Tidak ada peristiwa atau kejadian yang bisa dikonfirmasi secara berimbang dan proporsional kecuali pernyataan sepihak semata. Semua masih serba misteri.

Amerika Serikat telah mengadakan kontak langsung dengan Iran mengenai dugaan keterlibatan pemerintah Iran dalam rencana pembunuhan Duta Besar Arab Saudi untuk Washington Adel Al -Jubeir.  Itu dikatakan juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland, Kamis (13/10)2011.  "Kami telah mengadakan kontak langsung dengan Iran mengenai masalah ini," kata wanita itu di dalam taklimat rutin sebagaimana dikutip Xinhua.

Pihak berwenang AS telah menahan dua tersangka dari Iran yang diduga berencana membunuh Duta Besar Arab Saudi bagi Amerika. Amerika mengatakan telah membongkar apa yang disebut rencana pembunuhan duta besar Arab Saudi untuk Amerika Del Al-Jubeir oleh Iran dengan serangan bom.

Departemen Kehakiman Amerika hari Selasa (11/10/2011) mengajukan tuduhan terhadap dua warga Iran karena terlibat dalam rencana itu, menuduh mereka melakukan konspirasi dengan lembaga pemerintah Iran untuk membunuh Adel al-Jubeir.

Kejaksaan Agung Amerika mengumumkan pihaknya telah mendakwa Manssor Arbabsiar, warga naturalisasi Amerika, dan Gholam Shakuri, seorang anggota satuan militer elit Iran, dengan tuduhan berkomplot untuk melakukan serangan bom terhadap dubes Saudi Adel al-Jubeir. Jaksa Agung Amerika Eric Holder mengatakan rencana itu dibuat, disponsori dan diarahkan dari Iran.

Para pejabat AS sebelumnya mengatakan, para petugas penegak hukum telah membongkar persekongkolan mengerikan yang direncanakan para petinggi Pemerintah Iran. Para elite di Pasukan Quds berupaya untuk memperoleh bahan peledak dari sebuah geng narkoba Meksiko.

Dua tertuduh, yaitu Manssor Arbabsiar (56), merupakan warga AS hasil naturalisasi, dan Gholam Shakuri, seorang anggota Pengawal Revolusi Iran yang berbasis di Iran. Mereka dituduh melakukan konspirasi untuk membunuh seorang pejabat asing, konspirasi untuk menggunakan senjata pemusnah massal, dan konspirasi untuk melakukan suatu tindakan terorisme, demikian sebuah pernyataan tertulis (affidavit) agen FBI yang dirilis pada Selasa. Menurut FBI, Arbabsiar ditangkap September, sementara Shakuri masih buron.

Pihak berwenang mengembangkan kasus mereka dengan bantuan seorang informan yang menyamar sebagai seorang penghubung dari sebuah kartel narkoba Meksiko, demikian kata para pejabat dan dokumen pengadilan. Kedua orang itu berada dalam sebuah kelompok yang sedang merencanakan pembunuhan Duta Besar Saudi, Adel Al-Jubeir, kata affidavit tersebut.

Arbabsiar dan informan yang menyamar itu dituduh telah membahas penggunaan bahan peledak untuk membunuh duta besar itu dan kemungkinan serangan terhadap sebuah restoran yang ramai. Informan itu menyebut angka 1,5 juta dollar AS sebagai tarifnya, kata dokumen pengadilan. Arbabsiar dituduh telah mengirimkan 100.000 dollar sebagai uang muka, kata dokumen pengadilan itu lagi.

Rencana tersebut terbaca "seperti naskah Hollywood," tetapi implikasinya nyata, kata Direktur FBI Robert Mueller. "Kasus ini menggambarkan bahwa kita hidup di dunia di mana perbatasan dan sekat-sekat semakin tidak relevan, sebuah dunia di mana orang-orang dari satu negara berusaha untuk berkonspirasi dengan sebuah kartel perdagangan narkoba di negara lain demi membunuh seorang pejabat asing di wilayah Amerika Serikat," katanya.

Iran Membantah

Tentu saja Iran membantah keras tudingan tersebut. Tehran mengatakan motif terselubung Washington adalah untuk mengalihkan perhatian internasional dari krisis ekonomi dan protes di AS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast menolak tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa klaim menggelikan itu lahir dari sikap bermusuhan AS terhadap Iran.

Dia juga mengutuk semua aksi terorisme, menambahkan bahwa Washington menggunakan permainan sulap untuk mengalihkan perhatian dari protes domestik yang terus berkembang.

Seorang komandan senior Iran menggambarkan tuduhan keterlibatan Tehran dalam sebuah skenario untuk membunuh duta besar Arab Saudi di Washington sebagai lelucon. "Kegagalan berulang dan sikap frustrasi para pemimpin AS telah mendorong mereka untuk mengalihkan perhatian masyarakat internasional dari proses runtuhnya kapitalis. Mereka sengaja menebarkan tudingan tak berdasar untuk menciptakan keretakan di kalangan umat Islam," jelasnya.
 
Pada hari Rabu (12/10/2011), Wakil Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Hossein Salami menyebut klaim tersebut lucu dan tak berdasar, IRNA melaporkan.

Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menunjukan kemarahan Tehran dengan melayang protes ke PBB.  Surat itu antara lain menyatakan tuduhan terhadap Iran  sebagai sebuah "plot jahat".  Iran balik  menuduh Amerika Serikat dan Israel telah merancang dan melakukan pembunuhan terhadap sejumlah ilmuwan nuklir Iran.

Sementara, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan 'tindakan anti Amerika' pasca-gagalnya upaya pembunuhan dutabesar Arab Saudi di Amerika. Deplu Amerika juga mengeluarkan travel warning bagi warga Amerika Serikat yang sedang berada di luar negeri.

Gedung Putih mengatakan hari Rabu (12/10/2011) bahwa Obama dan Raja Saudi itu sependapat dalam pembicaraan telepon bahwa rencana pembunuhan itu merupakan pelanggaran terang-terangan norma-norma internasional dan bertekad untuk menuntut orang-orang yang bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Red: Syah agusdin
Sumber: Kcm/Irib/Rimanews

 

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Gravatar enabled
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
 
Who's Online
We have 102 guests online
TV Suara Islam
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Komentar TV Islam