Bank Dunia Sediakan Dana Tak Terbatas untuk NU
Jakarta (SI ONLINE) - Dalam berbagai kesempatan, Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siradj nyaring membunyikan ajakan untuk mewaspadai aliran Wahabi yang makin merebak di Indonesia. Tanpa segan, Said Aqil langsung menuding bahwa aliran tersebutlah yang mengajarkan kekerasan dengan mengatasnamakan Islam. Bahkan, ia menuding ada 12 yayasan beraliran Wahabi yang menurutnya mendapatkan pendanaan dari Arab Saudi, negara tempat Said mengenyam pendidikan dari tingkat Sarjana hingga Doktor.
Kampanye Said Aqil tak hanya dilakukan di Jakarta, tapi hingga ke pelosok desa. Di Pesantren Miftahul Ulum, Desa Bayuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (22/7/2011) lalu misalnya, Said Aqil terus mengajak warga Nahdhiyin untuk mewaspadai aliran Wahabi. Alumni Universitas Ummul Qura' itu mengungkapkan, aliran kekerasan berpaham Wahabi dari 12 yayasan itu muncul di berbagai propinsi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Sumatera dan Sulawesi.
Sekarang, apa yang dilakukan Said Aqil itu tentu akan menjadi sesuatu yang menggelikan banyak pihak. Dugaan aliran dana dari nagara-negara Timur Tengah ia persepsikan sebagai aliran dana untuk radikalisme, sementara pada saat yang sama ia menghimpun dana dari negara-negara Barat yang tergabung dalam Bank Dunia (World Bank), untuk kampanye demokrasi, kesetaraan gender, deradikalisasi dan upaya melawan aksi terorisme. Padahal semua orang tahu pemilik dana itu (AS dan sekutunya) adalah the real terrorist, yang telah meluluhlantakkan negeri-negeri Islam dan membantai jutaan umat Islam, seperti di Afghanistan dan Irak.
Kabar bahwa NU bakal mendapatkan dana tak terbatas dari Bank Dunia dilaporkan oleh Republika Online, Ahad (9/10/2011). Adalah Said Aqil Siradj dan Marsudi Syuhud, pasangan ketua umum dan Sekjen PBNU, yang mengabarkannya kepada media karena keduanya baru saja berkunjung ke Kantor Bank Dunia di Washington DC, AS, pertengahan pekan lalu. Hasil kujungan itu, Bank Dunia menyatakan mendukung seluruh aktifitas sosial NU, melalui pendanaan secara tak terbatas.
Atas dukungan dana tak terbatas dari Bank Dunia itu, NU kini secara resmi telah membuka rekening untuk menampung dana bantuan dari lembaga dan negara donor di bawah naungan Bank Dunia. "Rekening ini sifatnya tidak untuk sementara, tapi selamanya. Rekening ini tidak hanya untuk kepengurusan NU di bawah kepemimpinan saya, tapi sampai kepengurusan mendatang sepanjang NU masih ada," tegas Kiai Said di Jakarta, Ahad (9/10/2011).
Untuk dukungan dana tersebut Bank Dunia menjadikan NU sebagai trust found yang akan mengelola bantuan sosial dari lembaga dan negara donor. Berbagai kegiatan sosial yang didukung pendanaannya adalah yang menyangkut isu-isu global, meliputi pendidikan, demokrasi, dan kesetaraan gender. Tak terbatas itu saja, kegiatan sosial menyangkut pengentasan kemiskinan dan menjaga kelestarian lingkungan hidup juga turut mendapatkan bantuan dana.
Sekarang pertanyaannya, kalau dana Timteng dikecam dan dianggap dana 'teroris', lantas dana dari AS yang masuk ke tubuh NU layak disebut apa?.
Bertemu SMI
Sementara Sekretaris Jenderal PBNU Marsudi Syuhud mengungkapkan bahwa dalam kesempatan kunjungan ke markas Bank Dunia itu mereka juga bertemu dengan bekas Menteri Keuangan Sri Mulyani yang kini menjadi salah satu direktur pelaksana Bank Dunia. "Kepada Ibu Sri Mulyani kami sampaikan kabar Indonesia saat ini," kata Marsudi.
Ia menambahkan, NU juga menceritakan bagaimana sepak terjang NU dalam tugasnya sebagai civil society, ikut menjaga hubungan baik antar umat beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sri Mulyani sendiri menjadi direktur pelaksana Bank Dunia setelah panasnya skandal Bank Century yang diduga merugikan negara Rp 6,3 triliun. Saat ini ia digadang-gadang menjadi Capres 2014, yang diusung oleh parati gurem berhaluan Kapitalis-liberal, Partai SRI.
Rep: Shodiq Ramadhan
Sumber: Republika Online, detikcom
Comments (4)
-
|2011-10-10 18:11:04 said
INILAH CIRI2 ULAMA' SUU',MENJILAT WAJAH MUSUH DEMI MENGENYANGKN ORMASNYA DENGAN CARA MEMOJOKKAN UMMT.APA SISAID INI LUPA BAHWA IA DISEKOLAHKAN OLEH NEGARA WAHABI SAMPE S3
Powered by !JoomlaComment 4.0 beta2











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...