Prof. Dr Mohammad Ali MA: Islam di Indonesai Bukan Fundamentalis Maupun Liberalis
“Saya kira pendidikan Islam sangat bermanfaat untuk membangun karakter bangsa, karena Islam di Indonesia bukan termasuk Islam fundamentalis maupun Islam liberalis. Islam di tanah air kita adalah Islam ummatan washatan. Salah satu persoalan krusial bangsa ini adalah membangun karakter bangsa.”
Hal itu dikemukakan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr Mohammad Ali MA, Kamis (6/10) di Kemenag Jakarta, seusai memberikan pernyataan berkenaan akan diselenggarakannya Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) ke 9 yang akan diadakan pada 10-13 Oktober 2011 ini di Kota Pangkalpinang, Propinsi Bangka Belitung. Rencananya ACIS akan dibuka Menag Suryadharma Ali.
Dikatakannya, umat Islam di Indonesia memiliki ciri yang sangat khas. Karena Indonesia sebagai bangsa majemuk memiliki keragaman. Tapi keragaman itu bisa terwadahi dalam Islam. Semua pihak sebagai warga dunia yang berwajah pluralistik harus bisa hidup bersama di atas sebuah prinsip untuk saling meneguhkan dan memperkuat antara satu dengan lainnya.
"Dalam konteks ini, wacana keislaman dalam ruang publik, keindonesiaan dan kemanusiaan haruslah dibingkai dalam satu tarikan nafas yang harmonis," ujat Mohammad Ali.
Sementara itu Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam Prof. Dr. Dede Rosyada menambahkan, ACIS atau Konferensi Ilmuwan dan Ulama Studi Islam Internasional ke 9 ini akan dihadiri cendekiawan muslim dari dalam dan luar negeri dan sejumlah Menteri KIB II seperti Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan yang akan berkenan dalam acara gerakan tanam pohon.
Adapun ilmuan Islam kaliber internasional luar negeri yang akan hadir antara lain Dr Reem Al Nassher dari Yordania, Dr Zarina Nalla dari Malaysia dan Prof Dr Jafar Abdussalam dari Mesir.
Rep: Abdul Halim
Red: Jaka











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...