2 Oktober Jamaah Haji Mulai Berangkat ke Tanah Suci
Jakarta (SI ONLINE) - Pada Sabtu 1 Oktober nanti, Kloter I jamaah haji Indonesia akan mulai masuk asrama haji di masing-masing Embarkasi sebelum berangkat ke Tanah Suci pada Ahad 2 Oktober 2011. Setelah itu kurang lebih selama sebulan sebanyak 221.000 jamaah haji Indonesia akan berdatangan ke Tanah Suci Makkah Al Mukarromah dan Madinah Al Munawwaroh.
Menurut Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (23/9) lalu, dari 11 Embarkasi, hanya 9 Embarkasi yang memberangkatkan jamaah haji pada 2 Oktober, sedangkan 2 embarkasi lainnya, Embarkasi Padang akan berangkat 3 Oktober dan Embarkasi Banjarmasin akan memberangkatkan jamaah haji pada 6 Oktober.
Zainal Abidin Supi menegaskan, jamaah haji saat masuk asrama haji disamping akan mendapat pelayanan kesehatan sebelum berangkat untuk memastikan kondisi kesehatannya, juga akan mendapatkan living cost (biaya hidup) bekal selama di Tanah Suci sebesar 1.500 riyal atau Rp 3.750.000,- dengan kurs 1 riyal sama dengan Rp 2.500,-
Selanjutnya Zaibal Abidin Supi menyarankan kepada jamaah haji untuk tidak membawa barang bawaan ke Tanah Suci seperti benda tajam, gunting, pisau atau sejenisnya, termasuk alat memasak seperti kompor, karena itu semua akan disita pihak imigrasi di Bandara.
PPIH
Sementara itu Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Slamet Riyanto meminta, Panitia Penyelenggaraa Ibadah Haji (PPIH) Pusat, bekerja dengan sungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan kepada Jamaah Haji. "Cermati dan antisipasi dengan cepat dan tepat, setiap masalah yang bakal muncul dalam penyelenggaraan haji."
Hal itu diungkapkan Dirjen PHU ketika memberi pengarahan kepada Panitia Penyelenggaraa Ibadah Haji (PPIH) Pusat, di Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta, Jumat (23/9) lalu.
Slamet Riyanto berharap, petugas yang tergabung dalam PPIH melaksanakan tugas dengan penuh kehati-hatian dan sesuai dengan ketentuan. "Hindari kesalahan sekecil apapun dalam memberikan pelayanan kepada jamaah haji," ujarnya. Dalam melayani jamaah haji, kata Dirjen PHU, lakukan dengan sabar, penuh keikhlasan, karena kita pelayan tamu-tamu Allah.
Sementara Direktur Pengelolaan Dana Haji Ahmad Djunaedi meminta kepada seluruh unsur layanan jamaah haji untuk melakukan cheking ulang terhadap persiapan layanan haji. "Jangan sampai layanan sudah berjalan, kekurangan baru kita ketahui," ujarnya.
Ahmad Djunaedi meminta, agar PPIH juga mengantisipasi dan menyusun prosedur bila menghadapi kejadian luar biasa (KLB) terhadap jamaah haji, baik di Arab Saudi maupun tanah air. "Jangan main-main dengan layanan kepada jamaah haji," tegasnya.
Red: Abdul Halim
Sumber: Kemenag
Menurut Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (23/9) lalu, dari 11 Embarkasi, hanya 9 Embarkasi yang memberangkatkan jamaah haji pada 2 Oktober, sedangkan 2 embarkasi lainnya, Embarkasi Padang akan berangkat 3 Oktober dan Embarkasi Banjarmasin akan memberangkatkan jamaah haji pada 6 Oktober.
Zainal Abidin Supi menegaskan, jamaah haji saat masuk asrama haji disamping akan mendapat pelayanan kesehatan sebelum berangkat untuk memastikan kondisi kesehatannya, juga akan mendapatkan living cost (biaya hidup) bekal selama di Tanah Suci sebesar 1.500 riyal atau Rp 3.750.000,- dengan kurs 1 riyal sama dengan Rp 2.500,-
Selanjutnya Zaibal Abidin Supi menyarankan kepada jamaah haji untuk tidak membawa barang bawaan ke Tanah Suci seperti benda tajam, gunting, pisau atau sejenisnya, termasuk alat memasak seperti kompor, karena itu semua akan disita pihak imigrasi di Bandara.
PPIH
Sementara itu Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Slamet Riyanto meminta, Panitia Penyelenggaraa Ibadah Haji (PPIH) Pusat, bekerja dengan sungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan kepada Jamaah Haji. "Cermati dan antisipasi dengan cepat dan tepat, setiap masalah yang bakal muncul dalam penyelenggaraan haji."
Hal itu diungkapkan Dirjen PHU ketika memberi pengarahan kepada Panitia Penyelenggaraa Ibadah Haji (PPIH) Pusat, di Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta, Jumat (23/9) lalu.
Slamet Riyanto berharap, petugas yang tergabung dalam PPIH melaksanakan tugas dengan penuh kehati-hatian dan sesuai dengan ketentuan. "Hindari kesalahan sekecil apapun dalam memberikan pelayanan kepada jamaah haji," ujarnya. Dalam melayani jamaah haji, kata Dirjen PHU, lakukan dengan sabar, penuh keikhlasan, karena kita pelayan tamu-tamu Allah.
Sementara Direktur Pengelolaan Dana Haji Ahmad Djunaedi meminta kepada seluruh unsur layanan jamaah haji untuk melakukan cheking ulang terhadap persiapan layanan haji. "Jangan sampai layanan sudah berjalan, kekurangan baru kita ketahui," ujarnya.
Ahmad Djunaedi meminta, agar PPIH juga mengantisipasi dan menyusun prosedur bila menghadapi kejadian luar biasa (KLB) terhadap jamaah haji, baik di Arab Saudi maupun tanah air. "Jangan main-main dengan layanan kepada jamaah haji," tegasnya.
Red: Abdul Halim
Sumber: Kemenag











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...