Ricuh Patung, Bupati Purwakarta Tidak Mengindahkan Rekomendasi MUI
Purwakarta (SI ONLINE) - Ribuan umat Islam Purwakarta, Jawa Barat, merobohkan dan membakar empat patung, Ahad (18/9/2011). Aksi tersebut dimulai setelah menghadiri acara halal bi halal dan Istigotsah di Masjid Agung.
Umat Islam merobohkan beberapa patung, seperti patung Gatot Kaca, Semar, Dharma Kusumah, dan Bima. Umat Islam juga nyaris merobohkan sejumlah patung lainnya, seperti Kresna dan Kiansantang.
Namun, aksi tersebut mereda setelah berhasil melakukan dialog dengan aparat Polres Purwakarta dibantu petugas dari unsur TNI, OKP, dan ormas.
Protes keras ini menjadi puncaknya manakala Bupati Dedi Mulyadi tidak mengindahkan peringatan keras oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta untuk menghentikan pembangunan patung-patung wayang golek tersebut.
Menurut Ketua MUI Kabupaten Purwakarta KH. Abun Bunyamin pihaknya telah menyurati Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.
"Jauh-jauh hari kami sudah berkirim surat ke Bupati agar menghentikan pembuatan patung-patung tersebut," katanya.
Red: Jaka
Sumber: MI
Last Updated (Monday, 19 September 2011 12:36)











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...