ZIS Mampu Mengentaskan Kemiskinan
Jakarta (SI ONLINE) - Menag Suryadharma Ali menegaskan, instrumen atau alat untuk mengentaskan kemiskinan sesungguhnya sudah dimiliki umat Islam yaitu Zakat, Infaq dan shodaqoh (ZIS).
"Tetapi kita belum menerapkan dengan baik untuk mengentaskan kemiskinan. Saya berharap umat Islam di tanah air agar memperhatikan kesejahteraan hidup dengan kemampuan ekonomi yang baik, sehingga bebas dari belenggu kemiskinan.Umat Islam tidak pantas miskin," kata Menteri Agama Suryadharma Ali pada acara halal bi halal Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta di Masjid Istiqlal. Ahad (18/9/2011) yang dihadiri ribuan warga NU DKI Jakarta.
Tampak hadir sejumlah pejabat seperti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie, dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman serta Ketua PWNU Jakarta H Djan Faridz, Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar dan Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Muhaimin Luthfi.
Mengebai sikap masyarakat yang cepat emosi, Suryadharma Ali mengkritik sikap masyarakat sekarang yang cepat emosi dan bertindak anarkis. "Persoalan banyak, tapi persoalan tidak bisa diselesaikan dengan tensi tinggi, banyak bicara, talk show di sana sini. Kita harus banyak bekerja dibanding bicara," tandasnya.
Menag juga meminta agar umat memperhatikan masalah pendidikan, karena itu anak-anak dari keluarga miskin harus diberdayakan agar memiliki pendidikan yang baik sehingga kemiskinannnya bisa terkoreksi.
"Tetapi kita belum menerapkan dengan baik untuk mengentaskan kemiskinan. Saya berharap umat Islam di tanah air agar memperhatikan kesejahteraan hidup dengan kemampuan ekonomi yang baik, sehingga bebas dari belenggu kemiskinan.Umat Islam tidak pantas miskin," kata Menteri Agama Suryadharma Ali pada acara halal bi halal Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta di Masjid Istiqlal. Ahad (18/9/2011) yang dihadiri ribuan warga NU DKI Jakarta.
Tampak hadir sejumlah pejabat seperti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie, dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman serta Ketua PWNU Jakarta H Djan Faridz, Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar dan Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Muhaimin Luthfi.
Mengebai sikap masyarakat yang cepat emosi, Suryadharma Ali mengkritik sikap masyarakat sekarang yang cepat emosi dan bertindak anarkis. "Persoalan banyak, tapi persoalan tidak bisa diselesaikan dengan tensi tinggi, banyak bicara, talk show di sana sini. Kita harus banyak bekerja dibanding bicara," tandasnya.
Menag juga meminta agar umat memperhatikan masalah pendidikan, karena itu anak-anak dari keluarga miskin harus diberdayakan agar memiliki pendidikan yang baik sehingga kemiskinannnya bisa terkoreksi.
"Saya juga canangkan agar DKI Jakarta sebagai provinsi yang anti putus madrasah. Jangan sampai ada siswa madrasah yang putus di tengah jalan," kata Suryadharma Ali.
Red: Abdul Halim
Sumber: Kemenag











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...