Demonstran Amphuri Segel Ruang Kerja Menag
Jakarta (SI ONLINE) - Karena kecewa tidak dapat bertemu Menteri Agama Suryadharma Ali, akhirnya massa demonstran yang mengaku dari 101 perusahaan jasa penyelenggara haji khusus dan tergabung dalam Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) menyegel ruang kerja Menteri Agama di lantai II Kemenag, Kamis (15/9) lalu.
Penyegelan tidak hanya dilakukan di ruang kerja Menag, tetapi juga ruang kerja Sekjen Kemenag lantai II dan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) lantai VI. Penyegelan dilakukan dengan mengembok pintu dan menempelkan berbagai poster yang antara lain berbunyi, “Kemenag Membodohi Umat dengan Biaya Haji”.
Menanggapi hal itu, Sekjen Kemenag Bahrul Hayat sudah melaporkannya kepada pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti. “ Tindakan pengunjuk rasa sudah melampaui batas kewajaran,” kata Sekjen Kementrian Agama Bahrul Hayat di Jakarta, Jumat malam (16/9), seusai jamuan makan malam pelepaan Konsul Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Abdul Al-Aziz Arraqabi yang diganti dengan pejabat baru, Khalid Al-Arraq.
Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, kembali menegaskan tak akan memenuhi tuntutan para demonstran. Selain cara yang dilakukan para penyelenggara haji khusus tersebut tak mengindahkan kesopanan, juga tuntutannya tak rasional. Mereka meminta tambahan kuota haji khusus, padahal sudah diberi tambahan 3.000 dari 10.000 tambahan kuota haji yang diberikan pemerintah Arab Saudi. Mereka juga mempertanyakan kenaikan BPIH Khusus dari USD 6.500 menjadi USD 7.000 atau sebesar USD 500.
Tentang barang bukti penyegelan, menurut Bahrul Hayat, sudah diserahkan ke Polsek terdekat. "Tak berapa lama seusai kejadian, saya melaporkan ke kantor polisi terdekat," tegas Bahrul Hayat.
Red: Abdul Halim
Sumber: Kemenag
Penyegelan tidak hanya dilakukan di ruang kerja Menag, tetapi juga ruang kerja Sekjen Kemenag lantai II dan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) lantai VI. Penyegelan dilakukan dengan mengembok pintu dan menempelkan berbagai poster yang antara lain berbunyi, “Kemenag Membodohi Umat dengan Biaya Haji”.
Menanggapi hal itu, Sekjen Kemenag Bahrul Hayat sudah melaporkannya kepada pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti. “ Tindakan pengunjuk rasa sudah melampaui batas kewajaran,” kata Sekjen Kementrian Agama Bahrul Hayat di Jakarta, Jumat malam (16/9), seusai jamuan makan malam pelepaan Konsul Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Abdul Al-Aziz Arraqabi yang diganti dengan pejabat baru, Khalid Al-Arraq.
Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, kembali menegaskan tak akan memenuhi tuntutan para demonstran. Selain cara yang dilakukan para penyelenggara haji khusus tersebut tak mengindahkan kesopanan, juga tuntutannya tak rasional. Mereka meminta tambahan kuota haji khusus, padahal sudah diberi tambahan 3.000 dari 10.000 tambahan kuota haji yang diberikan pemerintah Arab Saudi. Mereka juga mempertanyakan kenaikan BPIH Khusus dari USD 6.500 menjadi USD 7.000 atau sebesar USD 500.
Tentang barang bukti penyegelan, menurut Bahrul Hayat, sudah diserahkan ke Polsek terdekat. "Tak berapa lama seusai kejadian, saya melaporkan ke kantor polisi terdekat," tegas Bahrul Hayat.
Red: Abdul Halim
Sumber: Kemenag











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...