SMS Tentang GKI Yasmin Provokativ dan Adu Domba
Bogor (SI ONLINE) - Kasus Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin, Bogor, kembali memanas. Kali ini tersebar pesan singkat (sms) provokativ dari pihak-pihak yang ingin memperkeruh keadaan yang berisi isu rencana datangnya 300 personel Banser NU yang akan membuka paksa segel gembok GKI Yasmin.
Sontak isu tersebut dibantah oleh GP Ansor Kota dan GP Ansor Kabupaten Bogor.
"Melalui Ustad Bagja, Ketua Umum Pusat Korps Mubaligh Muda Indonesia (KMMI) yg jg sbg penasihat FUI Bogor, kami sudah berbicara dengan Ali Sadikin (Ketua GP Ansor Kabupaten Bogor) Kang Zainul (Ketua GP Ansor Kota Bogor) juga berkordinasi dengan Faridz Maruf (Ketua KNPI Bogor) bahwa isu berita itu tidak benar dan merupakan provokasi Adu Domba" jelas Ustadz Iyus Khaerunnas ketua FUI Bogor kepada Suara Islam.
Ustadz Iyus juga menghimbau kepada pimpinan ormas-ormas Islam agar mewaspadai usaha Adu Domba dan pecah belah umat Islam.
Sebelumnya Kasus ini bermula ketika GKI Bogor telah menyuap warga mengatasnamakan pembagian dana pembangunan wilayah. Dalam pembagian dana itu warga disuruh mendatangani tanda terima bantuan keuangan tersebut. Namun tanda tangan warga sebagai bukti telah menerima uang tersebut dimanipulasi oleh pihak GKI Bogor dengan cara memotong daftar warga yang telah hadir dan menerima uang tersebut lalu ditempelkan pada kertas yang kop suratnya berisi pernyataan warga tidak keberatan atas pembangunan gereja.
Rep: Jaka
Sontak isu tersebut dibantah oleh GP Ansor Kota dan GP Ansor Kabupaten Bogor.
"Melalui Ustad Bagja, Ketua Umum Pusat Korps Mubaligh Muda Indonesia (KMMI) yg jg sbg penasihat FUI Bogor, kami sudah berbicara dengan Ali Sadikin (Ketua GP Ansor Kabupaten Bogor) Kang Zainul (Ketua GP Ansor Kota Bogor) juga berkordinasi dengan Faridz Maruf (Ketua KNPI Bogor) bahwa isu berita itu tidak benar dan merupakan provokasi Adu Domba" jelas Ustadz Iyus Khaerunnas ketua FUI Bogor kepada Suara Islam.
Ustadz Iyus juga menghimbau kepada pimpinan ormas-ormas Islam agar mewaspadai usaha Adu Domba dan pecah belah umat Islam.
Sebelumnya Kasus ini bermula ketika GKI Bogor telah menyuap warga mengatasnamakan pembagian dana pembangunan wilayah. Dalam pembagian dana itu warga disuruh mendatangani tanda terima bantuan keuangan tersebut. Namun tanda tangan warga sebagai bukti telah menerima uang tersebut dimanipulasi oleh pihak GKI Bogor dengan cara memotong daftar warga yang telah hadir dan menerima uang tersebut lalu ditempelkan pada kertas yang kop suratnya berisi pernyataan warga tidak keberatan atas pembangunan gereja.
Rep: Jaka











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...