Pengamat: Program Deradikalisasi Sia-Sia
Jakarta (SI ONLINE) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menandatangani kerjasama dengan berbagai lembaga untuk melakukan gerakan deradikalisasi.
Nantinya, organisasi Islam tersebut akan berperan aktif mengkampanyekan deradikalisasi atau melunturkan gerakan kekerasan.Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Kepala BNPT Ansyaad Mbai dengan pimpinan 8 lembaga tersebut di kantor BNPT, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (11/8/2011).
8 Organisasi Islam tersebut yakni PBNU, Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hikam II, Lembaga Pengembangan Pendidikan dan SDM, IAIN Surakarta, Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian, Lembaga Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Islam, Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Umat dan Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam Indonesia.
"Tahun 2010 penangkapan dimana-mana. Tetapi lebih kurang 20 orang adalah yang baru selesai menjalani hukuman di penjara. Artinya tindakan fisik tidak menyelesaikan masalah. Bahkan menembak mati tidak menyelesaikan masalah," kata Ansyaad Mbai memberi alasan kerjasama tersebut.
Di dunia internasional, lanjut Ansyaad, perang sekalipun malah semakin memperbesar perlawanan dan membuat pelaku semakin militan dan semakin dendam untuk membalas.
"Cara-cara fisik saja tanpa menangani idiologi yang radikal, mereka akan terus eksis. Semakin hari semakin radikal," imbuhnya.
Pemerintah berkepentingan dalam mencegah ideologi radikal. Tetapi pemerintah saja tentu tidak cukup menangani radikalisme. Pemerintah sendiri menurut mereka adalah musuh.
"Siapa yang kredibel dan kapabel, adalah para ulama, pimpinan ormas dan pimpinan keagamaan sebagai penyuluh. Suka atau tidak itu yang kita kedepankan," tuturnya.
Sementara itu, pengamat intelijen independen Shidiq Perwiranegara menilai apa yang dilakukan oleh BNPT sia-sia.
"BNPT tidak akan sia-sia, kerjasama itu cuma konsolidasi antar lembaga dan bagi-bagi kerjaan saja", cetusnya.
Red: Jaka











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...