Kekerasan Tehadap Muslim Uighur Kembali Terjadi
Xinjiang (SI ONLINE) - Sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas dalam sebuah kekerasan terhadap Kaum Muslim Xinjiang, China, Sabtu (30/7/2011).
Media pemerintah China mengkonfirmasi bahwa terdapat delapan orang tewas di kota Kashgar. Dua orang pria tak dikenal membajak truk korban dan kemudian menikam beberapa orang.
Serangan ini didahului oleh dua ledakan. Kantor berita resmi Cina, Xinhua, mengatakan, satu ledakan berasal dari kendaraan truk dan satu lagi dari warung makan di pinggir jalan. Sampai saat ini belum diketahui siapa yang memicu kerusuhan tersebut.
Seorang aktivis muslim Uighur di luar negeri menyatakan bahwa ia sangat khawatir kerusuhan ini akan membuat pemerintah pusat di Beijing menumpas kelompok minoritas Muslim di Uighur.
Sementara Xinhua pada hari Minggu menyebutkan, tiga orang tewas dalam kerusuhan dan empat orang oleh tewas tertembak polisi.
Sebelumnya, dua tahun lalu di Xinjiang juga terjadi kerusuhan etnik yang melibatkan masyarakat Muslim Uighur. Hampir 200 orang tewas dalam kerusuhan ini.
Banyak di antara anggota masyarakat ini menentang kekuasaan Beijing dan menganggap Xinjiang sebagai tanah air mereka. Posisi mereka makin terpinggirkan seiring dengan masuknya orang-orang dari etnis Han.
Xinjiang menjadi wilayah otonom sejak tahun 1955, namun terus menjadi objek tindakan keras keamanan oleh pemerintah Cina. Kelompok HAM menuduh pemerintah China menindas Muslim Uighur, minoritas yang berbahasa Turki di Xinjiang dengan dalih memerangi terorisme.
Kaum Muslim menuduh pemerintah China menempatkan jutaan etnis Han di wilayah mereka dengan tujuan utama menghapus identitas dan budaya Islam di sana.
Analis mengatakan, kebijakan mentransfer etnis Han ke Xinjiang untuk mengkonsolidasikan otoritas Beijing telah meningkatkan proporsi Han di wilayah itu dari 5% tahun 1940 menjadi lebih dari 40% sekarang.
Red: Jaka
Sumber: xinhua/bbc











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...