HM Jusuf Kalla: Islam Asia Tenggara Berbeda dengan Timur Tengah
Jakarta (SI ONLINE) - Mantan Wapres HM Jusuf Kalla menegaskan sejarah Islam di Asia Tenggara khususnya Indonesia berbeda dengan sejarah Islam di Timur Tengah. Sejarah Islam di Asia Tenggara penuh dengan kedamaian, sebaliknya di Timur Tengah penuh dengan pergolakan.
“Karena dakwah Islam di Asia Tenggara dilakukan melalui jalur perdagangan, sedangkan di Timur Tengah melalui jalur kekuasaan seperti Dinasti Bani Umayah dan Bani Abbasiyah, sehingga banyak menumpahkan darah. Bahkan dari empat Khulafaur Rasyidin, tiga diantaranya terbunuh.”
Hal itu diungkapkan Jusuf Kalla disela-sela diskusi panel “Membangun Ukhuwah Ditengah Pluralitas Pemikiran dan Gerakan Islam di Indonesia” yang diadakan dalam rangka Milad MUI ke 36 di Kantor Pusat MUI, Jl. Proklamasi, Jakarta, Sabtu (30/7/2011). Diskusi Panel yang dibuka Ketua MUI Prof Dr Umar Syihab itu juga menghadirkan para pembicara antara lain Ketua BNPT Ansyaad Mbai dan mantan Rektor UIN Yogyakarta Prof Dr Atho’ Mudhar.
Menurutnya, karena dakwah dari pedagang dengan cara damai itu, maka keberadaan Islam di Asia Tenggara penuh dengan kedamaian, Seperti dalam dakwahnya di Jawa, Walisongo menggunakan kesenian Wayang sebagai medianya sehingga menarik banyak pengikut untuk masuk Islam. Apalagi para pendakwah itu selain sebagai pedagang juga ulama. Jadi ulama yang pedagang dan pedagang yang ulama. Jadi sejarah masuknya Islam di Asia Tenggara adalah sejarah dakwah, bukan sejarah kekuasaan sebagaimana di Timur Tengah.
“Sejak dulu jalur perdagangan digunakan untuk melawan dominasi kolonial asing di Nusantara. Bahkan kebangkitan nasional di Indonesia dimulai dari Serikat Dagang Islam yang dipimpin Haji Samanhudi,” ungkap Jusuf Kalla yang juga pengusaha tersebut.
Menyinggung mengenai konflik di Ambon dan Poso yang berhasil didamaikannya, Jusuf Kalla mengakui konflik di kedua wilayah itu lebih banyak bukan karena agama, tetapi konflik politik dan ekonomi yang berubah menjadi konflik agama. Jadi agama hanya dibawa-bawa kedalam konflik politik dan ekonomi.
“Kalau konflik di Ambon disebabkan karena dalam Pilkada dimenangkan tokoh-tokoh Islam, sehingga menyebabkan umat Kristen di Maluku curiga meski komposisi penduduknya hampir seimbang. Sedangkan konflik di Poso disebabkan penguasaan ekonomi cengkah oleh perusahaan Tommy Suharto, sehingga menyebabkan harga cengkeh jatuh dan ekonomi petani di wilayah penghasil cengkeh itu ikut jatuh,” kata Jusuf Kalla.
Rep: Abdul Halim
“Karena dakwah Islam di Asia Tenggara dilakukan melalui jalur perdagangan, sedangkan di Timur Tengah melalui jalur kekuasaan seperti Dinasti Bani Umayah dan Bani Abbasiyah, sehingga banyak menumpahkan darah. Bahkan dari empat Khulafaur Rasyidin, tiga diantaranya terbunuh.”
Hal itu diungkapkan Jusuf Kalla disela-sela diskusi panel “Membangun Ukhuwah Ditengah Pluralitas Pemikiran dan Gerakan Islam di Indonesia” yang diadakan dalam rangka Milad MUI ke 36 di Kantor Pusat MUI, Jl. Proklamasi, Jakarta, Sabtu (30/7/2011). Diskusi Panel yang dibuka Ketua MUI Prof Dr Umar Syihab itu juga menghadirkan para pembicara antara lain Ketua BNPT Ansyaad Mbai dan mantan Rektor UIN Yogyakarta Prof Dr Atho’ Mudhar.
Menurutnya, karena dakwah dari pedagang dengan cara damai itu, maka keberadaan Islam di Asia Tenggara penuh dengan kedamaian, Seperti dalam dakwahnya di Jawa, Walisongo menggunakan kesenian Wayang sebagai medianya sehingga menarik banyak pengikut untuk masuk Islam. Apalagi para pendakwah itu selain sebagai pedagang juga ulama. Jadi ulama yang pedagang dan pedagang yang ulama. Jadi sejarah masuknya Islam di Asia Tenggara adalah sejarah dakwah, bukan sejarah kekuasaan sebagaimana di Timur Tengah.
“Sejak dulu jalur perdagangan digunakan untuk melawan dominasi kolonial asing di Nusantara. Bahkan kebangkitan nasional di Indonesia dimulai dari Serikat Dagang Islam yang dipimpin Haji Samanhudi,” ungkap Jusuf Kalla yang juga pengusaha tersebut.
Menyinggung mengenai konflik di Ambon dan Poso yang berhasil didamaikannya, Jusuf Kalla mengakui konflik di kedua wilayah itu lebih banyak bukan karena agama, tetapi konflik politik dan ekonomi yang berubah menjadi konflik agama. Jadi agama hanya dibawa-bawa kedalam konflik politik dan ekonomi.
“Kalau konflik di Ambon disebabkan karena dalam Pilkada dimenangkan tokoh-tokoh Islam, sehingga menyebabkan umat Kristen di Maluku curiga meski komposisi penduduknya hampir seimbang. Sedangkan konflik di Poso disebabkan penguasaan ekonomi cengkah oleh perusahaan Tommy Suharto, sehingga menyebabkan harga cengkeh jatuh dan ekonomi petani di wilayah penghasil cengkeh itu ikut jatuh,” kata Jusuf Kalla.
Rep: Abdul Halim
Comments (4)
-
|2011-07-31 15:19:57 Babah Liem - Islam Indonesia memang beda
Islam Indonesia memang beda, bung kalla! Umat diteror dan dibantai oleh Densus 88 dengan tuduhan tanpa dasar sebagai teroris, pimpinan umat diam seribu bahasa! Makanya Densus 88 semakin barbar. Umat dimurtadkan oleh pendeta2 kristen, pimpinan umat juga diam seribu bahasa! Makanya pendeta2 semakin gencar memurtadkan umat. Beda 180 derajat dengan org kristen. Satu org kristen terusik, pimpinan jemaat kristen berteriak lantang! Islam di Pilipina, Malaysia, Thailand beda bung dengan Islam di Indonesia! Mereka ditindas oleh pemerintahnya, mereka melawan! Kita diam, termasuk anda yang ikut2an menindas umat. Hanya segelintir tokoh yang masih punya harga diri sebagai umat Islam yang berani bicara! Jadi anda salah besar dengan membandingkan Islam di Asia Tenggara dengan Tim Teng. Mestinya bandingkan pimpinan2 umat Islam di Indonesia dengan umat Islam di Asia Tenggara! Banyak pimpinan ormas Islam di Indonesia yang justru mengkhianati Islam! Mereka mbang mbung, mencla mencle, tidak punya dan t...
-
|2011-08-01 11:54:44 abu.icanimovic - terserah pak yusuf mau bilang apa
terserah pak yusuf mau bilang apa kenyataannya Islam cuma 1 pak, Alquran juga cuma 1, kok pake dibagi-bagi?
Sudahlah kalau tidak bisa menyatakan yg haq di depan thogut Mbaii itu, gak usah pake bawa-bawa perbedaan kultur timur tengah & arab-lah..
Kami setuju dakwah, tapi kalau menutupi yg haq sperti setuju dengan demokrasi,dll, ya susah jadinya..
-
|2011-08-03 00:16:56 Abu Nabila - Jangan sok tahu deh yusuf
yusuf kalla ini sok ngerti agama, mendingan gak usah ngomong kalo nggak ngerti...kelihatan bodohnya kalo ngomong tanpa ilmu.
-
Tidak ada perbedaan antara Islam di Timur Tengah dan di Asia Tenggara dan ditempat lain didunia ini. Ukhuwwah islamiyah tetap utuh.Yang paling penting diperhatikan adalah strategi pemurtadan dari kaum nasrani, kalau ummat islam lengah niscaya kita akan hancur. Jangan terkecoh dengan adanya toleransi beragama.
Powered by !JoomlaComment 4.0 beta2











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...