Kristen Juga Punya Kelompok Teroris
Jakarta (SI ONLINE) - Pembantaian di Norwegia yang menewaskan 86 orang benar-benar mengejutkan. Kalau selama ini hanya umat Islam yang dituduh sebagai teroris dan fundamentalis oleh media massa barat, sekarang mata mereka baru terbuka ternyata di Kristen ada juga kelompok teroris dan fundamentalis yang setiap saat siap membunuh orang sebanyak-banyaknya seperti yang dilakukan oleh Breivik di Norwegia.
“Saya katakan setiap kelompok apakah itu entik, agama atau bangsa selalu memiliki kelompok radikal, fundamentalis atau teroris termasuk di dalam Kristen. Kasus pembantaian massal di Norwegia dan pemboman dahsyat di Oklahoma AS (1995) telah membuktikannya,” ungkap Wakil Sekjen MUI H Natsir Zubaidi kepada Suara Islam Online disela-sela peringatan Milad MUI ke 36 di Jakarta, Selasa (26/7). Peringatan Milad MUI dihadiri para tokoh dan ulama seperti KH Abdul Rasyid AS, KH Ma’ruf Amin, KH Nazli Adlani, H Ichwan Syam dan lain-lain.
Menurutnya, peristiwa Norwegia telah membuktikan selama ini yang mengatakan umat Islam identik dengan teroris adalah tidak benar. Ternyata di dalam Kristen ada kelompok fundamentalis dan terorisnya. Bahkan mereka tidak senang ketika umat Islam di Eropa mengalami kemajuan seperti dalam pendidikan dan keagamaan. Seperti para keturunan imigran Turki di Jerman, sekarang mereka sudah maju dalam pendidikan. Bahkan dalam keagamaan, mereka sudah mampu membangun masjid dari bekas gereja dan sinagog yang dijual orang Kristen dan Yahudi.
“Mereka memiliki strategi, kalau yang melakukan umat Islam, maka akan dicari-cari kelompoknya. Tetapi kalau yang melakukan mereka sendiri, maka dikatakan pekerjaan individu atau orang gila. Jelas itu sangat tendensius dan merugikan nama baik umat Islam. Peristiwa Norwegia menjadi pelajaran berharga, ternyata mereka berusaha menutupi kejadian tersebut,” tegas Natsir Zubaidi.
Rep: Abdul Halim
“Saya katakan setiap kelompok apakah itu entik, agama atau bangsa selalu memiliki kelompok radikal, fundamentalis atau teroris termasuk di dalam Kristen. Kasus pembantaian massal di Norwegia dan pemboman dahsyat di Oklahoma AS (1995) telah membuktikannya,” ungkap Wakil Sekjen MUI H Natsir Zubaidi kepada Suara Islam Online disela-sela peringatan Milad MUI ke 36 di Jakarta, Selasa (26/7). Peringatan Milad MUI dihadiri para tokoh dan ulama seperti KH Abdul Rasyid AS, KH Ma’ruf Amin, KH Nazli Adlani, H Ichwan Syam dan lain-lain.
Menurutnya, peristiwa Norwegia telah membuktikan selama ini yang mengatakan umat Islam identik dengan teroris adalah tidak benar. Ternyata di dalam Kristen ada kelompok fundamentalis dan terorisnya. Bahkan mereka tidak senang ketika umat Islam di Eropa mengalami kemajuan seperti dalam pendidikan dan keagamaan. Seperti para keturunan imigran Turki di Jerman, sekarang mereka sudah maju dalam pendidikan. Bahkan dalam keagamaan, mereka sudah mampu membangun masjid dari bekas gereja dan sinagog yang dijual orang Kristen dan Yahudi.
“Mereka memiliki strategi, kalau yang melakukan umat Islam, maka akan dicari-cari kelompoknya. Tetapi kalau yang melakukan mereka sendiri, maka dikatakan pekerjaan individu atau orang gila. Jelas itu sangat tendensius dan merugikan nama baik umat Islam. Peristiwa Norwegia menjadi pelajaran berharga, ternyata mereka berusaha menutupi kejadian tersebut,” tegas Natsir Zubaidi.
Rep: Abdul Halim
Comments (1)
-
|2011-08-01 08:41:08 Babah Liem - Kristen Teroris
Waktu baru terjadi, media pembenci Islam menuduh pelakunya terorist Islam. Waktu ketahuan pelakunya org kristen, cuma dibilang ekstremist kristen, bukan terorist kristen. Teroris hanya dicapkan untuk Muslim. Dalam benak mereka, terorist kristen gak ada; terorist hanya Islam. Yahudi dan Kristen berada dibalik demonisasi (upaya mengibliskan) Islam. Padahal terorisme pertama kali dilakukan oleh yahudi dan diikuti oleh kristen. Bahkan yahudi meneror bangsa yahudi sendiri (terutama di eropa) supaya pulang ke Palestina dan mendirikan negara israel.
Makanya umat Islam harus punya jaringan media massa yang kuat untuk mengkounter upaya2 yahudi dan kristen merusak citra Islam.
Powered by !JoomlaComment 4.0 beta2











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...