Jika Perayaan HUT Israel Dilarang, Samuel Bersiap Ngeyel
Jakarta (SI ONLINE) - Ditanya, apakah selama ini, Anda punya hubungan kerjasama atau bertemu dengan orang Israel?. “Oh..belum. Saya ini awam. Mungkin...hanya ketemu orang Yahudi Blasteran. Hahahaha,” katanya sambil bercanda, Kamis (12/5/2011) di Jakarta.
Tapi kan di Indonesia banyak orang keturunan Yahudi? “Yang jelas, mereka sembunyi, mereka berbaur, sehingga tidak kentara, Yahudi atau bukan. Saya tidak tahu.”
Soal perizinan perayaan kemerdekaan Israel tersebut, Samuel rencananya akan mendatangi Mapolda esok pagi (hari ini). Ia meyakinkan, bahwa dirinya tidak ingin memprovokasi untuk membuat kerusuhan. Seandainya polisi mencegah, ia akan mematuhi polisi, tapi bukan berarti membatalkan.
“Kita nego. Mungkin tempatnya pindah, atau waktunya ditunda, misalnya. Kita taat hukum, dan akan patuh dengan polisi. Tapi bukan berarti membatalkan. Kalau bahasanya melarang, kita tetap ngeyel. Bukan membatalkan, tapi ditunda,” tandasnya.
Kabarnya, Kapolda tidak akan memberikan izin, karena sifatnya acaranya yang kontroversi dan berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kantibmas). “Kita tetap negosiasi dan melakukan dialog, berargumentasi, bukan dengan fisik. Suasananya bisa cair. Kita kan didukung oleh UUD 45 pasal 28. Kita diskusi saja, pake otak bukan pake otot,” ujarnya cengengesan.
Samuel mengaku, banyak hujatan, teror dan ancaman akan dibunuh lewat Facebook. “Tapi saya anti kekerasan. Kalau mau dipukul, ya pukul saja. Lagi pula saya tidak punya genk. Sampai saat ini, teror fisik belum ada, teror via telpon juga belum ada. Yang jelas, saya tidak bermaksud menyakiti hati umat Islam, juga tidak bermasuk memprovokasi umat Islam. Saya senang jika ada dialog dengan umat Islam secara terbuka, bukan dengan kekerasan.”
Rep: Adhes Satria











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...