Protes Pembongkaran Masjid Al-Ikhlas, Ratusan Jamaah Lakukan Unjuk Rasa
Medan (SI ONLINE) - Ratusan jamaah Masjid Al-Ikhlas Medan melakukan rangkaian aksi protes dengan sholat di depan reruntuhan Masjid dan melanjutkan dengan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumatera Utara, Jumat (6/5/2011).
Walaupun hanya bersajadahkan koran bekas, ratusan jamaah tersebut tetap melaksanakan Sholat Jumat berjamaah di badan jalan yang berada di depan reruntuhan Masjid Al-Ikhas.
Usai shalat Jumat, mereka bergerak menuju ke kantor DPRD Sumut guna melakukan aksi damai. Dalam aksi tersebut nampak ratusan massa yang terdiri dari FUI Sumut, FUI Medan, Muhammadiyah, Alwashliyah, HTI, PBB, PPP dan tokoh-tokoh Islam Medan lainnya.
Di depan sejumlah anggota DPRD Sumut yang menerimanya, massa mendesak agar dewan ikut membela kepentingan umat Islam dalam mempertahankan keberadaan rumah ibadahnya.
Ratusan massa ini mengutuk tindakan yang diprakarsai oleh Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen Leo Siegers, karena ketika pembongkaran berlangsung, beberapa jemaah yang sedang berada di dalam Masjid, ditertibkan secara paksa dan memboyong para jemaah tersebut, tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Dalam orasinya, massa menghimbau agar Leo Siegers segera dicopot dari jabatannya, karena dianggap sebagai pejabat yang tidak taat hukum dan lebih mementingkan kepentingan para developer yang ingin menggunakan lahan Masjid untuk dibangun properti.
"Padahal sesuai dengan Fatwa MUI (Majelis Ulama Islam -red) Sumatera Utara tahun 1982, Fatwa MUI Kota Medan tahun 2011, UU wakaf tahun 2004, dan Peraturan Pemerintah NO 42 tahun 2006, mengatakan intinya, bahwa masjid dan tanah wakaf yang diatasnya dibangun masjid, baik dilafadzkan ataupun tidak dilafadzkan hukumnya adalah wakaf dan tidak dapat dipindahkan, diperjualbelikan untuk kepentingan apapun, apalagi kalau hanya untuk kepentingan bisnis/kapitalisme, kecuali apabila untuk kepentingan yang dibenarkan oleh Syariat Islam," sebut Nazir Mesjid Al Ikhlas, Bakti Sutarno
Massa juga mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono untuk segera mencopot dengan tidak hormat Pangdam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers dari jabatannya karena terbukti telah melakukan pelanggaran HAM dan penistaan agama.
Selain itu, Massa meminta Muspida Plus Sumatera Utara untuk bertanggungjawab atas dihancurkannya Masjid Al-Ikhlas karena tidak melakukan upaya yang serius dan maksimal untuk mencegah Pangdam I/BB yang menghancurkan Masjid Al-Ikhlas.
Massa juga meninta agar Pemerintah Sumatera Utara segera membangun kembali Masjid Al-Ikhlas yang dihancurkan ditempat semula.
Red: Jaka
Sumber: waspadamedan
Comments (3)
-
|2011-05-07 07:54:24 KYBSA - KAFIR HARBI
leo siegers adalah kafir harbi, insya ALLAH dia akan di anugerahi NAARUN HAAMIYAH AWARD, amiin.
-
|2011-05-08 17:58:06 Rizky Wilman. - Wajib kuat dan militan
Begitulah kelakuan kaum kafir terhadap umat Islam. Sedikit berkuasa, sewenang-wenang, menindas. Kalau perlawanan umat Islam keras, mereka seakan-akan didzalimi (seperti kasus Ciketing, Bekasi). Umat Islam harus sadar diakalin terus sama orang kafir. Asiddaa u 'alal kuffar. Jangan mau dibikin lemah, wajib kuat dan militan.
-
|2011-05-08 18:56:23 Ansharuddin - Bagian upaya pelecehan.
Kejadian ini bukan hanya sekedar meruntuhkan bangunan, tapi bagian dari berbagai upaya pelecehan terhadap umat Islam. Rumah ibadah yang disucikan (selain Islam tidak boleh masuk) direndahkan. Rumah ibadah yang berdiri jauh sebelum dia lahir dianggap lebih rendah dari kepentingan bisnis. Apakah tidak ada lagi tempat di Medan selain tanah masjid tersebut?Atau apakah tidak ada lagi cara lain selain meruntuhkan masjid yang menyimbolkan meruntuhkan Islam? Pada hakikatnya tanah Kodam/pemerintah adalah tanah rakyat/warga juga.Petanyaannya adalah, bagaimana mungkin kita protes Israel merusak Masjid Al Aqsa, sementara di depan mata sendiri masjid kita dirobohkan orang? Ini bisa jadi preseden di belakang hari, masjid dengan mudah akan dirobohkan kalau ada kepentingan penguasa (apalagi) kafir.
Powered by !JoomlaComment 4.0 beta2











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...