FPI: Terima Kasih untuk Syeikh Usamah bin Ladin
Jakarta (SI ONLINE) - Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP FPI) mengeluarkan tiga poin penting sikap terkait berita telah tewasnya pimpinan Al Qaidah Syeikh Usamah bin Ladin. Pernyataan FPI yang diberi judul "TERIMA KASIH UNTUK SYEIKH USAMAH BIN LADIN" itu ditanda tangani oleh Ketua umum FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab dan Sekjen Ahmad Shobri Lubis. Suara Islam Online menerima pernyataan itu di Jakarta, Rabu (4/5/2011).
Poin pertama dari sikap FPI itu adalah terkait dengan berita kematian Usamah, maka FPI menyerukan untuk meneliti kebenaran berita tersebut. FPI beralasan berita itu datangnya dari orang kafir. Dalam Al Qur'an disebutkan berita orang fasik saja harus diteliti apalagi dari kaum kafir. FPi juga beralasan bahwa foto yang disebar yang diklaim sebagai gambar wajah mayat Usamah adalah hasil rekayasa.
"Apalagi sampai saat iini AS tidak pernah menunjukkan jenazah Syeikh Usamah bin LAdin untuk dikenali oleh keluarga atau kerabatnya"
FPI juga mencurigai bahwa isu kematian Usamah hanyalah propaganda Obama untuk memenangkan pemilihan presiden AS yang akan datang.
Poin kedua, bila memang Syeikh Usamah meninggal dan dibunuh oleh tentara AS, maka FPI menyatakan bahwa Usamah telah gugur sebagai seorang syuhada. Sesuai ajaran Islam mayat Usamah, kata FPI, tidak perlu lagi dimandikan atau dishalatkan, tetapi cukup dikafankan dengan pakaian yang dikenakannya saat syahid dan wajib dikuburkan secara Islami.
Karena berita yang beredar menyatakan bahwa mayat Usamah dibuang ke laut, maka FPI menyatakan mengutuk tindakan biadab AS itu sekaligus mengecam siapa saja yang telah berpesta pora menyambut kematiannya. FPI juga menuntut AS agar segera mengembalikan jenazah Usamah kepada keluarga atau kerabatnya untuk dimakamkan secara Islam.
Poin ketiga, terlepas dari benar tidaknya beritta tentang kematian Usamah bin Ladin, FPI menyatakan bahwa Usamah adalah sosok mujahid sejati yang telah berjuang untuk Islam. FPI juga menampik tuduhan yang mengatakan bahwa Usamah adalah agen AS. Soal kerjasama Usamah dengan AS saat perang melawan Uni Soviet, dikatakan FPI hal itu terjadi akibat kepentingan yang sama, sebagaimana kerja sama ormas Islam, ABRI dan AS saat melawan PKI di Indonesia.
FPI juga mengakui bahwa Usamah telah berjasa dalam mengajar umat Islam tentang arti perjuangan dan pengorbanan serta makna disegani kawan dan ditakuti lawan. Karena itu FPI menyerukan agar generasi muda Islam di seluruh dunia belajar dari sejarah hidup Usamah bin Ladin yang telah menginfakkan dan mewaafkan dirinya hanya untuk perjuangan Islam.
Di akhir pernyataan itu, FPI menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi untuk mujahid Syeikh Usamah bin Ladin. "Semoga Syeikh Usamah bin Ladin selalu bahagia dan menang di dunia dan akhirat".
Rep: Shodiq Ramadhan











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...