Republika Bantah Dibiayai Tommy Winata
Jakarta (SI ONLINE) - Direktur Pemberitaan Harian Republika Ikhwanul Kiram Mashuri saat menanggapi kritik dan masukan dari FPI, menjelaskan, Republika tidak terlibat dan tidak ada kaitannya dengan produksi film “?”. Republika adalah anak perusahaan dari Mahaka Media milik Erick Thohir, “Erick Thohir sendiri tidak pernah intervensi dengan keredaksian,” kata Ikhwanul Kiram.
Ikhwanul mengakui, Koran Komunitas Muslim ini pernah diprotes oleh NU dan Muhammadiyah. Yang jelas, Republika merasa berterima kasih atas kritik dan masukannya, agar media milik umat Islam ini menjadi lebih baik lagi. “Saya bahkan mengusulkan agar Habib Rizieq Syihab diberi ruang untuk menjadi penulis rutin kita di Republika. Pastinya, Republika tidak pernah berubah dari visi-misi keislamannya,” ujarnya.
Sementara itu Pemimpin Redaksi Republika Nasihin Masha mengatakan, ia sempat mendampingi saudara Adian Husaini dan KH. Cholil Ridwa saat menonton penayangan film Hanung yang perdana. “Bahkan saya pernah mendapat forward SMS soal protes KH. Cholil Ridwan. Bagi saya, penting dengan sesama umat Islam untuk saling mengingatkan.”
Kata Nasihin tidak benar jika selama ini Republika tidak memberi ruang kepada Adian Husaini. Republika justru menyediakan ruang khusus dengan rubriK Islamia yang digarap oleh Adian dan teman-teman dari kalangan intelektual INSIST.B ukan hanya itu, Republika sangat concern terhadap persoalan akidah. Sebagai contoh, Republika terdapat rubric khusus “Dialog Jum’at”, “Islam Diggest”.
Nasihin mengakui, yang namanya kealpaan dan kekhilafan itu biasa di setiap media. Kerena itu tolong diingatkan. Namun Nasihin tidak ingin ada pihak ketiga yang bertepuk tangan jika dengan sesama umat Islam saling bergesekan. Republika tetap komitmen dengan perjuangan FPI. Tidak ada yang mendegradasi FPI.
Ketika ditanya, apakah saham Republika dibiayai oleh Tommy Winata?. Pemred Republika membantah anggapan itu. “Tidak benar Republika dibiayai oleh Tommy Winata.”
Semoga saja, Republika memperbaiki kesalahannya. Terpenting, jangan pernah berada di barisan kaum liberal dan pluralism untuk mensupport penyebaran propaganda mereka. Termasuk membiayai film “?” Hanung yang kental dengan pemahaman pluralismenya yang keliru.
Rep: Des Hamzah











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...