Tolak Intervensi, FUI Demo Kedubes AS
Jakarta (SI ONLINE)-Gerimis yang mengguyur Ibu Kota sejak pagi, tidak menyurutkan langkah sekitar seribu massa umat Islam untuk mendemo Kedubes Amerika Serikat di Jakarta, Jum’at (1/4/2011). Sebaliknya mereka nampak sangat antusias. Nampak ormas-ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) diantaranya Front Pembela Islam (FPI), Hizb Dakwah Islam (HDI), PERSIS, GARIS, Al Ittihadiyah, FUI Bekasi, FUI Bogor, API Jawa Barat, FORSAP, BEM STAI PTDII, DAINA, Partai Bulan Bintang, LEPAS, GPI, dan sejumlah Majelis Taklim di Jakarta.
Ada tiga isu yang diusung dalam aksi kemarin. Pertama, umat Islam Indonesia mengutuk serangan biadab yang dilancarkan Amerika Serikat dan NATO ke negeri muslim Libya. Kedua, umat Islam Indonesia mengutuk tindakan keji berupa pembakaran Al Qur’an yang dilakukan dua pendeta asal Florida, Terry Jones dan Wayne Sapp. Ketiga, menolak intervensi yang dilakukan 27 anggota Kongres AS terhadap pemerintah SBY soal Ahmadiyah.
Umat Islam memulai aksinya dari Bundaran Hotel Indonesia. Ketua Umum DPP Al Ittihadiyah yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Persahabatan Indonesia-Libya, Brigjen (Purn) KH Nazri Adlani memulai orasi. Kiyai Nazri mennyampaikan bahwa tujuan sebenarnya dari AS dan sekutunya menyerang Libya adalah untuk menguasai minyaknya.
“Serangan Amerika dan NATO ke Libya mengingatkan kita pada serangan terhadap Afghanistan. Tujuannya adalah untuk menguasai minyak”, kata Kiyai Nazri yang mengaku saat revolusi Qadhafi ia berada di Libya.
Wakil Ketua Dewan Penasehat MUI Pusat itu juga menyampaikan kehidupan rakyat Libya di bawah pemerintahan Qadhafi. Menurutnya, saat ini rakyat Libya hidup dalam kondiisi sejahtera.
Sementara, saat berada di depan Kedubes AS, Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath menyampaikan bahwa umat Islam mengutuk tindakan biadab Amerika dan sekutunya dalam menyerang Libya. Menurutnya, umat Islam Libya adalah bagian dari umat Islam di seluruh dunia. Jika mereka diganggu maka harus dibela oleh umat Islam lainnya.
Dikatakannya juga bahwa Amerika bukan hanya teroris yang sebenarnya, tetapi juga biang segala bom adalah Amerika. “Biang segala bom adalah Amerika. Yang suka ngebom negara lain adalah Amerika. Yang setan adalah Amerika”, katanya.
Amerika, kata Al Khaththath, saat ini ingin merampok kekayaan alam Libya. Padahal kekayaan itu adalah umat Islam. Ditegaskan Al Khaththath bahwa kekayaan alam di Libya bukanlah milik Qadhafi, tetapi milik umat Islam. “Jika Amerika ingin merampas, maka harus dilawan”, katanya.
Harusnya, pemerintah Indonesia saat ini mengirimkan tentara untuk membela umat Islam di Libya. Sekaligus membuka pendaftaran bagi para mujahidin yang ingin berjihad.
Untuk kasus pembakaran Al Quran oleh Pendeta Terry Jones dan Wayne Sapp di Florida, FUI menyerukan kepada umat Islam yang memiliki kemampuan untuk mengeksekusi kedua pendeta itu. “Hukuman yang paling layak adalah dieksekusi. Yang layak adalah diqisas, dibakar. Siapa yang punya kemampuan silahkan dieksekusi”, serunya.
Sementara, dalam kasus intervensi 27 Anggota Kongres AS, FUI menyatakan menolak segala bentuk intervensi itu. Termasuk jika seluruh anggota Kongres AS berkirim surat, FUI tetap meminta SBY agar tidak tunduk pada tekanan AS.
“Kita tetap minta agar SBY membubarkan Ahmadiyah. Jika tidak, lebih baik SBY turun. Pulang ke Pacitan dan angon wedus (menggembala kambing, red)”, kata Al Khaththath.
Selain orasi dan menyampaikan pernyataan sikap kepada Kedubes AS, massa juga membakar foto Pendeta Wayne Sapp dan bendera Amerika Serikat. Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Syihab, memimpin doa agar Amerika Serikat dihancurkan oleh Allah Swt.
Spanduk dan poster juga turut meramaikan aksi. “Inggris Kita Linggis, Amerika Kita Setrika”, salah satu bunyi spanduk yang mengutip pernyataan Bung Karno. “Jihad Against USA is Our Religious Duty!”, bunyi spanduk dan poster lainnya. Ada juga seruan jihad untuk umat Islam, “Jihad Lawan AS-NATO, Wajib!”.
Aksi FUI, meski tidak diikuti oleh puluhan ribu umat Islam seperti sebelumnya, mendapatkan pengamanan yang sangat ketat dari aparat. Polisi menurunkan pasukan sekitar 400 orang, termasuk dari kesatuan Brimob, ditambah dengan dua buah kendaraan baracuda. Diluar pagar juga dipasang kawat berduri. Sepertinya negara teroris ini mendapatkan pengamanan yang sangat istimewa.
Rep: Shodiq Ramadhan
-
|2011-04-02 16:46:35 bumi
PRESIDEN SBY TIDAK ASPIRATIF TERHADAP KEHENDAK RAKYATNYA MAYORITAS , INILAH CIRI DEMOKRASI YG TERJADI DI NEGARA INDONESIA, DIMANA PEMIMPIN TIDAK MENGAKOMODASI KEHENDAK RAKYATNYA MAYORITAS...YAH INILAH DEMOKRASI INDONESIA...JADI BAGUSKAH NEGARA DEMOKRASI INI....
KEDEPANNYA JIKA AHMADIYAH TIDAK DIBUBARKAN, MK KELOMPOK2 YG SESAT LAINNYA, SEPERTI SELAMA INI TERJADI, AKAN BANYAK BERMUNCULAN NABI2 BARU DAN KITAB BARU, JG DG AJARAN ISLAM YG SEENAKNYA DITAFSIR SESUAI PEMIKIRANNYA...NAH MNGPA MREKA BERANI MELAKUKANNYA, KARENA NANTI MEREKA AKAN MERUJUK PD KASUS AHMADIYAH INI, DAN MRK AKAN BERKATA “JK AHAMDIYAH SAJA BOLEH MEMBUAT NABI BARU DAN KITAB BARU, KENAPA KAMI TIDAK BOLEH"...DAN SELANJUTNYA AKAN KACAU BALAU LAH AGAMA ISLAM INI...
JADI INIKAH CIRI2 NEGARA DEMOKRASI, DIMANA NEGARA TIDAK BISA MENJAMIN ASPIRASI RAKYATNYA MAYORITAS UNTUK DIAKOMODASI....JADI BAGUSKAH SISTEM NEGARA DEMOKRASI INI...............
Last Updated (Saturday, 02 April 2011 20:52)











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...