Ada Skenario Gesek Ormas Islam dengan PP
Jakarta (SI ONLINE)-Bom buku yang terjadi belakangan, selain ditengarai sebagai upaya pengalihan isu WikiLeaks yang sedang menggoyang istana, juga diduga ada kaitan dengan upaya membenturkan antara kekuatan ormas Islam dengan Pemuda Pancasila. Dari indikasi di lapangan, upaya ini sangat jelas terbaca. Ketua umum Pemuda Pancasila, Yapto S Soerjosumarno, yang beberapa waktu lalu menerima kiriman paket bom buku menyadari penuh adanya skenario itu.
Untuk mencegah terjadinya gesekan di lapisan bawah, Yapto menegaskan bahwa pihaknya tidak ada masalah dengan ormas Islam dan dirinya tidak percaya bom buku itu tindakan dari kelompok Islam. Penegasan Yapto itu disampaikan dalam konferensi pers bersama Tim Pengacara Muslim (TPM) dan Forum Umat Islam (FUI), Rabu (23/3/2011) di Kantor Pengacara Mahendradatta, Jl. Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan.
Upaya pembenturan antara PP dengan Ormas Islam, diakui oleh Yapto, juga pernah terjadi pada tahun 2008 lalu. Pasca terjadinya Insiden Monas 1 Juni 2008, juga ada upaya mengadu antara PP dengan Front Pembela Islam (FPI). “Tapi kita kemudian bertemu dengan FPI. PP mendukung FPI dalam menegakkan syariat”, kata Yapto.
Soal kaitan antara Yahudi dengan bom buku di rumahnya, Yapto menyangkal. "Memang kenapa kalau saya keturunan Yahudi?. Saya tidak bisa menolak takdir saya keturunan Yahudi. Tapi saya juga seorang Muslim. Apa salah kalau orang Arab kemudian beragama Kristen atau Budha. Tidak salah kan kalau seperti itu. Saya mendapat buku ini kan tidak ada hubungannya dengan Yahudi. Malah Ahmad Dhani yang mendapat buku dengan judul tentang Yahudi (Yahudi Militan)," ungkapnya.
Ketua Dewan Pembina TPM Mahendradatta juga menegaskan bahwa tidak ada gesekan antara PP dengan ormas Islam. “Perbedaan mungkin banyak, tetapi gesekan tidak ada”, jelasnya.
Jika isu bom diarahkan ke kelompok-kelompok yang selama ini dituduh sebagai pelaku teroris, Mahendra juga membantah. Alasannya orang-orang yang dituduh sebagai teroris itu mengaku tidak pernah memusuhi kaum Pancasilais. “Mereka hanya memusuhi Amerika dan antek asing. Itu pengakuan mereka kepada kita”, ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad Al Khaththath juga mengungkapkan bahwa bom buku adalah upaya mengadu antara Ormas Islam dengan PP. “Ini lagu lama, syairnya kita sudah hafal”, kata Al Khaththath.
Aktor dibalik bom buku itu ditengarai sebagai kelompok yang tidak bernyali. Mungkin juga dari kalangan aparat (militer).
Al Khaththath juga menyerukan agar seluruh elemen bangsa tidak terpengaruh oleh provokasi yang merusakan hubungan antar-anak bangsa. Rakyat Indonesia selama ini juga dinilai sudah bagus, karena itu ia berharap agar rakyat ini tidak dikuyo-kuyo.
“Mari membangun bangsa yang lebih baik. Jaga kekayaan alam kita dari penjajahan bangsa asing”, serunya.
Rep: Shodiq Ramadhan











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...