Habib Rizieq: SBY Jangan Takut Kongres AS!
Jakarta (SI ONLINE)-Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab bereaksi keras atas intervensi Kongres Amerika Serikat terhadap pemerintah Indonesia dalam masalah Ahmadiyah. Habib Rizieq menilai, 27 anggota kongres AS yang berkirim surat ke SBY agar mencabut SKB tentang Ahmadiyah dan UU Penodaan Agama itu telah melakukan tekanan terhadap Indonesia sebagai negara berdaulat.
Melalui pesan singkat (sms) kepada Suara Islam Online, Sabtu siang(19/3/2011) Habib Rizieq menyampaikan lima seruan kepada Kongres AS.
Pertama, Kongres AS tidak usah ikut campur urusan Indonesia, karena Indonesia negara berdaulat bukan negara boneka.
Kedua, Kongres AS jangan sok tahu soal HAM, justru AS berdasarkan laporan Komisi HAM PBB merupakan negara pelanggar HAM terbesar di dunia.
Ketiga, Kongres AS jangan sok ngatur Indonesia, urus saja negerinya yang sudah di ambang kehancuran moral dan ekonomi.
Keempat, Kongres AS harus belajar dari Indonesia tentang cara melindungi agama-agama dari segala bentuk penodaan, bukan sok menggurui.
Kelima, Kongres AS berkaca saja dulu! Sekte Kristen Mormon di AS dilarang karena dianggap aliran sesat, kenapa Indonesia tidak boleh melarang Ahmadiyah yang juga aliran sesat.
Atas intervensi Kongres AS ini, Habib Rizieq meminta kepada Presiden SBY agar maju terus dan segera membubarkan Ahmadiyah.
"Jangan takut dengan Kongres AS. Rakyat di belakang SBY untuk melawan segala bentuk intervensi asing. SBY harus membela Islam dan membubarkan Ahmadiyah, niscaya Allah SWT akan membela SBY. Hidup Indonesia, hancur AS !!," tegasnya.
Sementara Direktur An Nashr Institute, Munarman, mengatakan bahwa adanya surat dari Kongres AS itu makin menunjukkan bahwa Ahmadiyah adalah agen imperialisme.
Scan surat asli dari 27 anggota Kongres AS itu berasal dari Kantor Human Rights Watch (HRW) di Washington, yang dikatakan sebagai lembaga yang melakukan advokasi dukungan dari kongres AS untuk pencabutan SKB.
HRW lantas mengirimkan surat tersebut melalui e-mail kepada Indria Fernida A, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), yang beralamat di Jl. Borobudur No. 14 Menteng, Jakarta Pusat. Dari Fernida, surat itu kemudian disebarkan kepada jaringan kelompok dan tokoh liberal di Indonesia, para wartawan dan tentu saja, pihak Ahmadiyah.
Rep: Shodiq Ramadhan
Comments (5)
-
|2011-03-20 05:22:54 agus - jangan ragu!!
jangan takut ancaman kafir amerika,,,siapa yg menolong agama Allah, maka alloh akan menolongmu.
-
|2011-03-20 10:31:37 Ansor - Libas Ahmadiyah
Sampai kapanpun Ahmadiyah adalah sesat. Saudara saudara muslim, agenda kita selanjutnya adalah demo untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran karena merupakan negara Syiah yang merupakan aliran sesat juga. mereka juga tidak mengakui Abu Bakar sebagai sahabat nabi dan menganggap Ali bin Abi Tholib sebagai yang lebih pantas menerima wahyu ketimbang Muhammad. Kita kobarkan semangat anti Iran.
-
|2011-03-20 17:41:11 bumi
-amerika adalah demokrasi dg tetapi tindakan tirani, amerika bagaikan hakim yg memutuskan vonis kpd terdakwa tanpa pembelaan dr terdakwa, artinya amerika semena mena/tirani karena demokrasi hrs mendengarkan pendapat semua pihak, sdkan amerika hanya memutuskan dg dalil mereka tanpa ndengar argumen indonesia...
-amerika mengedepankan kebebasan berpendapat, tetapi kenyataannya pendapat mayoritas ulama dan pemerintah indonesia mengenai ahmadiyah tidak dihargai atau ditoleh sama sekali, malah mereka hanya menonjolkan pemikiran mereka, apakah ini maksud dari menghargai kebebasan berpendapat, bukankah indonesiapun bebas berpendapat tetapi mngapa amerika samasekali tak mendengarkan pendapat ulama2 dan pemerintah indonesia, apakah ini demokasi yaitu pendapatnyalah yg paling benar....
-amerika menjunjung tinggi hak asasi, tetapi dlm kenyataannya bahwa negara indonesia mempunyai hak asasi untuk menentukan peraturannya kebijakannya, ttpi diabaikan oleh amerika, bukankah setiap organisasi atau...
Powered by !JoomlaComment 4.0 beta2











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...