FPI Sambangi Kantor Gubernur DIY, Tuntut Pembubaran Ahmadiyah
Yogyakarta (SI ONLINE)-Massa Front Pembela Islam (FPI) mendatangi kantor gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta di Jalan Malioboro Yogyakarta, Rabu (9/3/2011) menuntut pembubaran Ahmadiyah yang dianggap sesat dan menyesatkan.
Massa FPI datang dengan menggunakan beberapa mobil bak terbuka dan truk, kemudian berkumpul di halaman kantor gubernur DIY. Ratusan aparat kepolisian berjaga mengamankan jalannya aksi FPI.
"Kami minta Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X segera mengeluarkan surat keputusan yang melarang Ahmadiyah di wilayah tersebut," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FPI DIY dan Jateng Bambang Tedi dalam orasinya.
Menurut dia, FPI pada dasarnya menghormati keberadaan seluruh agama. Namun, Ahmadiyah merupakan organisasi yang telah melakukan penodaan dan penghinaan terhadap ajaran Islam sehingga harus dibubarkan.
"Ahmadiyah merupakan organisasi yang sesat dan menyesatkan, Ahmadiyah bukan Islam sehingga gubernur DIY harus berani menyatakan sikap melarang dan membubarkan Ahmadiyah. Pembubaran Ahmadiyah merupakan harga mati," katanya.
Ia mengatakan, FPI tidak akan memberikan dukungan terhadap keistimewaan DIY jika Sultan tidak tegas untuk menyatakan Ahmadiyah merupakan aliran sesat dan harus segera dibubarkan.
FPI akan mendukung keistimewaan jika Yogyakarta bukan menjadi tempat berlindung aliran sesat. Oleh karena itu, FPI minta Sultan tegas menyatakan pembubaran Ahmadiyah.
"Umat Islam di Yogyakarta merasa marah, terhina, dan teraniaya dengan Ahmadiyah karena ajarannya sesat dan menyesatkan," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Perlindungan Masyarakat DIY Murprih Antono Nugroho usai mengadakan pertemuan dengan perwakilan FPI DIY dan Jateng mengatakan, pemerintah berpegang pada surat keputusan bersama menteri dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Sepanjang tidak menyimpang dari surat keputusan bersama menteri dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pemerintah akan mengakomodasi aspirasi masyarakat," katanya.
Red: Jaka
Sumber: Antara
-
|2011-03-09 23:57:29 muslim
ahmadiyah tidak layak ada di DIY, Indonesia dan dimanapun krn sesat menyesatkan. Kami siap membubarkan ahmadiyah penganut ajaran mirza ghulam ahmad laknatullah!!!
Last Updated (Wednesday, 09 March 2011 18:23)











Indonesia bangkrut karena korupsi dan kolonialisme. Pergantian rezim harus dilakukan secepatnya untuk menyelamatkan negeri ini. Yang tidak kalah penti...
Kasus GKI Yasmin semakin membuktikan kebenaran laporan International Crisis Group. Menurut ICG, salah satu faktor utama meningkatnya gesekan antaruma...
Artawijaya
Penulis buku "Gerakan Theosofi di Indonesia" dan "Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara" Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Penganut Theosofi di Minangkabau menolak penegakkan syariat yang dianggap ancaman terhadap adat istiadat Minangkabau. Padahal syariat yang ingin ditegakkan ketik...